Pengalaman Bepergian Dengan Kereta Api Ekonomi Lokal Sidoarjo-Bojonegoro

KRL Commuter Line  merupakan  salah satu moda transportasi andalan warga Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi).  Moda transportasi ini dapat memudahkan warga bepergian dari suatu tempat ke tempat lain dengan biaya yang lebih murah jika dibandingkan dengan menggunakan moda transportasi lain seperti angkutan kota (angkot), ojek online (ojol), bus atau jenis lainnya. 

Artikel lebih lengkap tentang Commuter line dapat di baca di sini.


Mau Pergi Kemana?


Sayangnya KRL ini hanya terdapat di wilayah Jabodetabek, sehingga kebermanfaatannya tidak banyak dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Namun, di Jawa Timur ternyata kemudahan transportasi hadir dalam bentuk Kereta Api Ekonomi Lokal. Apa perbedaan dan persamaan dari kedua jenis transportasi ini ? Berikut penjelasannya


Perbedaan KRL Commuter Line Vs KA Ekonomi Lokal

 
1. Tiket Kereta
Tiket untuk KRL dapat diperoleh dengan membeli langsung tiket di stasiun keberangkatan. Pembelian tiket ini langsung dilakukan oleh penumpang sendiri pada mesin pembelian tiket jika di stasiun besar atau membeli tiket kereta pada loket pembelian tiket untuk stasiun kecil. Namun saat ini terdapat kebijakan baru (bertahap dari beberapa stasiun) yang mewajibkan setiap penumpang untuk menggunakan kartu (misalkan Tap Cash) yang dapat di top up ulang ketika saldo tidak mencukupi. Cara ini cukup efektif untuk mengurangi jumlah antrian penumpang pada saat pembelian tiket. Ketika sudah sampai di stasiun tujuan, kita hanya perlu men-tab-kan kartu tersebut pada hgate yang sudah disediakan.


Sedangkan pembelian tiket KA Ekonomi Lokal dilakukan melalui aplikasi seperti aplikasi Kereta Api Indonesia (KAI), E-tiket, Tiket.com atau jenis e-commerce lainnya. Sebelum kita berangkat, kita harus menscan barcode tiket tersebut serta menyerahkan data diri KTP atau jenis lainnya. Pada saat sampai di stasiun tujuan kita tidak perlu untuk pengecekan tiket lagi dan bisa langsung ke luar stasiun.

Tap Cash  salah satu jenis kartu untuk naik KRL Commuter Line

2. Tempat Duduk
Pada KRL Commuter Line ada tempat duduk khusus perempuan pada gerbong paling depan dan paling belakang. Hal ini tentu saja lebih nyaman jika dibandingkan dengan naik KRL Commuter Line pada gerbong campuran (laki-laki-perempuan), apalagi pada jam-jam sibuk yang biasanya berdesak-desakan. 


Selain itu, tempat duduk pada KRL memanjang pada ke kedua sisi kereta. Penumpang yang tidak dapat tempat duduk akan berdiri di tengah-tengah dengan berpegangan pada pengangan kereta yang sudah disediakan. Terdapat juga tempat duduk prioritas bagi penumpang yang hamil, lansia, disabilitas, sakit atau lainnya. Tidak tersedia toilet pada KRL Commuter Line.


Untuk KA Ekonomi Lokal, sesuai dengan namanya tempat duduk kereta jenis ini sama dengan kereta ekonomi pada umumnya, berbaris dengan tiga orang sebelah kiri dan dua orang sebelah kanan. Tempat duduk ini akan saling berhadapan dengan jarak yang tidak terlalu lebar. Tersedia toilet pada KA Ekonomi Lokal.


3. Jumlah Kereta

Mobilitas yang besar warga Jabodetabek dapat diimbangi dengan ketersediaan  KRL Commuter Line yang mencukupi. Seingat Saya di Stasiun Manggarai Jakarta terdapat 10 peron, yang artinya peron-peron ini akan dilintasi oleh KRL dengan tujuan yang berbeda.Untuk menunggu satu kereta dengan kereta lain biasanya tidak membutuhkan waktu yang lama, kurang lebih 10-15. Misalkan saja ketika kita ingin bepergian ke Jakarta Kota dari Bogor maka kita dapat menggunakan 18 nomor KRL Commuter Line yang berbeda dengan jadwal yang sudah ditentukan.


Untuk KA Ekonomi Lokal hanya terdapat tiga jenis kereta yang berbeda yang beroperasi pada jalur atau tujuan yang berbeda pula.


Persamaan KRL Commuter Line Vs KA Ekonomi Lokal


1. Melayani Wilayah Lokal
KRL Commuter Line beroperasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (JABODETABEK). Kehadiran KRL Commuter Line di wilayah super sibuk ini sangat membantu mobilitas para pekerja dan untuk aktivitas lainnya. Ada sekitar 58 stasiun pemberhentian yang beroperasi di wilayah ini. Mulai beroperasi mulai pukul 04.00  (dari Stasiun Bogor) sampai dengan pukul 22.12 (dari Stasiun Jakarta Kota).


Pada kereta Ekonomi Lokal, terdapat tiga kereta api yang beroperasi dengan jalur Sidoarjo-Bojonegoro (Sidoarjo-Gedangan-Waru-Wonokromo-Gubeng-Pasarturi-Tandes-Kandangan-Benowo-Cerme-Duduk-Lamongan-Pucuk-Babat-Bowerno-Sumberrejo-Kapas-Bojonegoro), Surabaya Kota-Sidoarjo (Surabaya Kota-Gubeng-Wonokromo-Waru-Gedangan-Sidoarjo), Kertosono-Surabaya Kota (Kertosono-Sembung-Jombang-Peterongan-Sumobito-Curahmalang-Mojokerto-Tarik-Kedinding-Krian-Sepanjang-Wonokromo-Gubeng-Surabaya Kota).

Jadwal KA Ekonomi Lokal


2. Harga tiket yang terjangkau
Jika dibandingkan dengan moda transportasi lain, bepergian dengan menggunakan kereta memiliki tarif yang lebih murah. Untuk KRL Commuter Line dan KA Ekonomi Lokal rata-rata kita akan membayar 6000 rupiah untuk perjalanan selama 1 jam, misalkan saja dari Stasiun Cerme Gresik ke Stasiun Babat Lamongan, begitu juga dengan perjalanan 1 jam dari Stasiun Bogor ke Stasiun Buaran Cakung. Sehingga bepergian menggunakan KRL atau KA Lokal banyak dipilih banyak orang. Selain murah, juga efisien untuk mengurangi kemacetan lalu lintas.


Wisuda Tanpa Toga

Waktu berjalan, satu persatu episode kehidupan silih berganti dilalui. Ada yang menyesakkan dan ada pula yang menggembirakan. Semua berjalan pada skenario yang sudah ditetapkan.


Dalam episode perjuangan menyelesaikan studi yang Saya lalui ini. Banyak air mata dan tawa dirasa. Ada kalanya putus asa melanda. Ada kalanya semangat menggebu tak terkira, demi mengingat Sang Penyokong asa yang tak hentinya menguatkan.


Masih jelas terasa episode perjuangan itu. Beradaptasi dengan lingkungan, guru-guru kehidupan dan sahabat-sahabat seperjuangan yang baru ditemui. Mencoba menyamakan ritme dan langkah, meski kaki terkadang berhenti terjeda sesaat. Begadang menjadi makanan sehari-hari, hingga tidur menjadi komoditas langka yang dinanti. Memupuk kesabaran dalam perjalanan perkuliahan, penantian panjang untuk penyelesaian penelitian, mengulang pengujian, sidang dan perjalanan ini diakhiri dengan judul "Wisuda Tanpa Toga".

Ilmu Akuakultur Angkatan 54

Hari ini, selebrasi perjuangan itu dilakukan dalam bentuk wisuda. Tentu saja, saat pandemi seperti ini, wisuda online/daring menjadi pilihan bagi semua. Meskipun sudah diupayakan untuk memilih wisuda offline saat pendaftaran tahun lalu, panitia ternyata memberikan kejutan dengan mengirimkan pengumuman pelaksanaan wisuda online yang dilaksanakan hari ini, Rabu 18 Februari 2021. Tepat satu tahun empat hari setelah sidang akhir sebagai penentu kelulusan.


Tidak memungkiri, banyak wisudawan menginginkan wisuda di Gedung Graha Wisuda (Grawida) di IPB University. Tempat bersejarah yang menyaksikan tetes air mata kegembiraan. Bersama dengan orang tua-sanak kerabat yang turut meramaikan. Tak terlepas tempat berfoto bersama, Koin IPB, yang biasanya selalu ramai untuk mengabadikan moment kemenangan.

Tri, Terima Kasih Telah Berjuang Bersama

Wisuda bukan hanya sekedar sebagai bentuk selebrasi diri atas perjuangan panjang yang telah dilakukan. Melainkan, sebagai bentuk persembahan atas usaha keras dukungan orang tua dan keluarga.


Sebelum pandemi menyerang, sempat terpikirkan untuk memakaikan toga kepada bapak-ibu secara bergantian.  Karena sejatinya mereka-lah yang lebih layak untuk merayakan, atas doa dan dukungan yang tak hentinya diutarakan. Namun, skenario Allah telah ditetapkan, wisuda kali ini yang terbaik adanya.


Peserta wisuda kali ini merupakan gabungan dari wisudawan tahap VI dan VII tahun ajar 2019/2020 dengan jumlah 890 peserta. Meski pada awal pandemi kami masih mendapatkan kesempatan untuk mendaftar wisuda offline, ternyata wisuda online juga yang kami dapatkan. Padahal, banyak peserta yang bersedia menunggu sampai kapan pun wisuda offline itu dilaksanakan, termasuk Saya.


Wisuda online, tanpa toga. Bagi wisudawan yang masih stay di Bogor, mungkin bisa mendapatkan pinjaman toga dari kampus. Untuk yang sudah mudik dan lama di kampung halaman, alternatif lainnya bisa membeli toga dari toko online atau pilihan lainnya tidak menggunakan toga, seperti Saya.


Hari Senin kemarin, seorang teman dalam pesan yang dikirimkan mengatakan bahwa Ia memesan toga yang akan dipakai untuk foto bersama dengan keluarga. Karena tidak terpikirkan sama sekali, Saya pun tidak melakukan persiapan apa-apa. Mau pesan toga pun, pengiriman barang akan lebih dari dua hari, yang artinya barang akan sampai setelah melewati tanggal wisuda. Tak apalah wisuda tanpa wisuda. Mungkin nanti bisa ke kota hujan lagi dan foto bersama dengan keluarga di sana. :D


Mungkin tidak hanya Saya saja yang mengalami hal seperti ini. Banyak mahasiswa dari berbagai kampus yang berbeda, mengalami hal yang sama. Wisuda online, wisuda tanpa toga.


Selamat kepada para Wisudawan yang wisuda hari ini. Semoga berkah melimpah untuk ilmu yang didapatkan. Selamat mengabdi di ranah masing-masing. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanan studi Saya selama ini. Semoga Allah memberikan kebaikan dan keberkahan selalu.


Selamat tinggal episode lama, terima kasih telah kuat melangkah bersama. Selamat datang episode baru, semoga banyak kebaikan akan kita lakukan selanjutnya.

2 Tips Mudah Menjadi Seorang Penulis Blog

Menjadi seorang penulis blog, cerpen atau jenis tulisan lainnya memang membutuhkan keseriusan. Menurut Saya sebagai seorang blogger pemula, menulis sebuah artikel di blog memiliki tantangan tersendiri. Bagaimana membuat kalimat yang menarik, tidak membosankan, penggunaan bahasa yang mudah dimengerti, dan topik yang ditulis menjadi hal yang perlu dipertimbangkan ketika ingin menulis sebuah artikel.


Namun, terlepas dari pertimbangan besar yang Saya lakukan. Dua tips ini ternyata sangat mudah kita terapkan ketika ingin memulai menulis sebuah artikel blog atau jenis tulisan lainnya. Dua diantaranya berikut ini:


1. Membaca
Yah, membaca memang pasangan sejati dari kegiatan menulis. Hal yang satu ini dapat memberikan kita insight tentang bagaimana tipe tulisan yang menjadi ciri khas dari tulisan yang kita hasilkan. 


Semakin banyak membaca semakin luas pengetahuan yang akan kita sajikan di dalam topik yang akan kita tulis. Sesuai dengan tipe tulisan yang akan kita tulis, kegiatan membaca ini pun beragam. Misalnya saja ingin menulis blog, yang kita lakukan adalah dengan membaca tulisan blog orang lain. Istilah ini disebut dengan blogwalking yaitu sebuah aktivitas berselancar ke berbagai blog lain yang sesuai dengan niche (fokus) blog yang ingin kita tulis. Jika fokus tulisan yang kita tulis tentang travel blogger, blog ini bisa menjadi salah satu referensi :D.


Jika kita ingin menulis novel, maka hal yang harus kita lakukan adalah dengan menambah bacaan novel sesuai dengan genre yang akan kita tulis. Misalnya fiksi atau non fiksi, petualang, romansa atau triller. Hal ini dapat memberikan gambaran bagaimana alur dari buku itu ditulis, gaya bahasa penulis, pembuatan judul dan berbagai hal menarik lainnya dari novel tersebut yang dapat menjadi tambahan ilmu kepenulisan secara tidak langsung.

Ayo Menulis :D

2. Menulis
Aksi dari keinginan menjadi seorang penulis adalah kegiatan menulis itu sendiri. Menurut seorang penulis kondang, Tere Liye. Jika kita ingin menjadi seorang penulis, cobalah menulis sebanyak 1000 kata setiap hari. Hal ini dapat membantu mengasah tulisan yang kita buat. Pun jika tidak bisa menuliskan 1000 kata, kita bisa latihan menulis 200 kata, 300 kata dan meningkat seiring dengan latihan yang akan kita lakukan. (Saya sendiri jarang menuliskan 1000 kata dalam sebuah artikel :D).


Cara mengasah tulisan kita juga dapat dilakukan dengan mengikuti komunitas kepenulisan, seperti yang Saya ikuti, Komunitas Blogger Perempuan. Meskipun Saya baru ikut kumpul dengan komunitas ini satu kali saat di Jakarta. Namun, hal ini ternyata dapat memicu semangat saya untuk tetap nge-blog. Alasannya, ternyata banyak mak-mak, mba-mba di luar sana yang menyukai aktivitas menjadi seorang blogger. 


Sedikit cerita tentang komunitas ini. Sesuai dengan namanya 'Komunitas Blogger Perempuan' Komunitas ini merupakan kumpulan para blogger perempuan. Didirikan dengan tujuan mewadahi para perempuan yang senang dalam literasi, khususnya blog.  (Cerita lebih lengkap tentang Komunitas Blogger Perempuan bisa dibaca di sini).


Namun, jika tidak memungkinkan untuk bergabung di sebuah komunitas kepenulisan, cara paling mudah yang dapat kita lakukan adalah dengan belajar mandiri alias otodidak, yang mana belajar mandiri ini mayoritas mengandalkan ilmu-ilmu yang tersebar di media sosial atau buku-buku yang kita baca. Cara ini cukup efektif meskipun terkadang memusingkan karena tidak adanya mentor yang mengarahkan


Selain tips di atas, setiap orang memiliki cara uniknya sendiri untuk dapat menulis dengan konsisten pada bidang tulisan yang disukainya. Terkadang moto "Yang Penting Nulis" menjadi salah satu  moto andalan ketika Saya sedang 'gabut' bingung mau menulis apa. Namun, tetap dengan batasan bahwa tulisan itu memberikan manfaat untuk pembaca.


Kalau kamu, biasanya hal lain apa yang kamu lakukan ketika ingin menghasilkan sebuah tulisan ?

Tiga Aplikasi Foto Editor Yang Wajib Kamu Coba

Aplikasi kamera B612 menjadi salah satu aplikasi Beauty and Filter Camera yang digunakan oleh banyak orang. Efek menghaluskan kulit, memutihkan bahkan membuat cantik layaknya model juga bisa. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, kini penggunaan kamera cantik sudah banyak ditinggalkan dan mulai berganti arah menggunakan aplikasi edit foto atau lebih dikenal dengan foto editor.


Melakukan editing foto agar terlihat lebih menarik memang diperlukan. Terlepas digunakan untuk apa foto tersebut, namun yang paling penting adalah bagaimana foto tersebut terlihat lebih 'cantik'. Salah satu bidang yang membutuhkan aplikasi edit foto ini adalah blogger dan instagramer. 

Apa foto editor yang kamu pakai ? (Pict Cottonbro)

Sebagai seorang blogger pemula dan penyuka foto-foto, Saya tentu saja menggunakan berbagai foto editor untuk menambah daya tarik foto yang Saya tampilkan di Blog dan Instagram. Berikut daftar foto editor yang pernah Saya gunakan hingga sampai saat ini.


1. PictArt
Jenis foto editor ini menjadi satu-satunya aplikasi terlama yang Saya gunakan. Penggunaan aplikasi ini lebih kepada adjusment warna sehingga foto yang dihasilkan lebih menarik. Ada berbagai jenis pilihan untuk mengedit foto dengan menggunakan aplikasi ini. Mulai dari yang gratis dan pro untuk berbayar. 


Kegunaan aplikasi ini bermacam-macam. Selain untuk memberikan warna yang lebih menarik, banyak juga fitur-fitur yang tersedia seperti mengganti background, mengedit twibbon, mengedit foto, atau jenis fitur lainnya. Aplikasi dengan tagline "Make Awesome Picture" ini telah diunduh lebih dari lima ratus juta pengguna di Play Store. Jika sebelumnya penggunaan PictArt hanya dapat digunakan melalui handphone, saat ini aplikasi PictArt sudah dapat dioperasikan secara online di website.

PictArt "Make Awesome Picture"

Aplikasi lain yang saya gunakan untuk membuat tampilan warna foto semakin menarik adalah lightroom. Salah satu aplikasi andalan untuk membuat tampilan foto vintage. Sayangnya, memori hp Saya tidak cukup besar. Sehingga dalam satu kesempatan Saya menghapus aplikasi ini, namun ketika mengunduh ulang aplikasi, ternyata tidak bisa karena memori penuh. Jadi tidak saya gunakan lagi


2. Text On Photo

Sesuai dengan nama aplikasi, penggunaan aplikasi ini lebih kepada membuat text yang menarik pada foto yang diedit. Pilihan font yang unik menjadikan Saya bertahan menggunakan aplikasi ini. 


Font yang bagus menjadikan tampilan foto lebih menarik. Tak jarang orang akan tertarik untuk melihat foto yang kita tampilkan dari font tulisan yang cantik. Meskipun faktor utama tetap terletak pada foto dan pesan yang disampaikan di dalam foto tersebut.


Aplikasi lain yang saya gunakan untuk membuat tampilan text lebih menarik adalah Snapseed. Namun, karena pilihan font menarik yang  ditawarkan tidak begitu banyak, maka saya menghapus aplikasi ini setelah menggunakan hanya beberapa kali saja.


3. Canva
Aplikasi editor foto yang terakhir adalah Canva. Dengan pilihan template menarik yang jumlahnya puluhan ribu serta ragam font yang disediakan lebih banyak, menjadi aplikasi ini menjadi pilihan Saya selanjutnya.


Pilihan template dan foto gratis sangat mudah sekali untuk dioperasikan. Canva menawarkan pilihan ukuran edit foto untuk berbagai media sosial misalnya ukuran feed instagram, status instagram, status WhatsApp, berbagi cerita di Facebook, sampul Facebook, kolase foto, pembuatan logo, poster, pembatas buku, selebaran, undangan, kartu nama dan untuk hal menarik lainnya.

Aplikasi menarik lainnya "Canva"

Diantara aplikasi edit foto yang pernah Saya gunakan, Canva menjadi editor foto numero uno yang saya sukai. Aneka fitur yang ditawarkan cukup membuat Saya setia dengan aplikasi yang baru saya pergunakan ini. Termasuk foto pertama pada tampilan artikel ini saya edit menggunakan Canva. Bagaimana, tertarik untuk mencoba?


Kalau kamu suka edit foto, aplikasi apa yang biasanya kamu pakai?

Menikmati Free Singapore Tour Bandara Changi

Saat kembali ke Indonesia, kami mencari jadwal dengan waktu transit yang cukup lama untuk meng-eksplor Singapura. Pada saat itu kami mendapatkan tiket dengan waktu transit 19 jam. 


Sesampai di bandara Changi, kami kemudian menitipkan barang (tas yang berisi laptop dan barang lainnya) ke tempat penitipan barang. Setelah itu kami mengikuti perjalanan gratis yaitu  Tur Singapura Gratis atau Free Singapore Tour. Tur gratis ini merupakan program khusus untuk para traveller yang memiliki waktu transit minimal 5.5 jam, karena waktu yang dibutuhkan untuk menikmati tur ini 2.5 jam.


Ada tiga jenis tur yang bisa kita pilih. Pertama Heritage Tour, sesuai dengan namanya kita akan dibawa berkeliling ke wilayah Chinatown, Little India, Kampung Glam dan Merlion Park.  Jenis tur kedua adalah City Sight Tour, yang melakukan tur ke wilayah Central Bussines District, Orchad Road dan Gardens By The Bay. Jenis yang ketiga adalah Jewel Tour dengan berjalanan kaki mengelilingi Jewel Changi Airport. Dan kelompok kami mendapatkan kesempatan pada tur pilihan pertama.

Pemandu Free Tour Singapore


Waktu 2.5 jam ternyata tidak cukup untuk menikmati sebagian kemegahan dan keindahan Singapura. Sebelum berangkat petugas sudah memberikan warning, bahwa disetiap tempat yang akan dikunjungi, petugas akan memberikan batasan waktu. Jika sampai telat kembali ke bus, kami akan ditinggal. Yang artinya kami harus kembali sendiri ke bandara.


Merlion Park menjadi tempat pertama yang kami singgahi. Siapa sangka tempat di mana patung Marlion ini berada menjadi salah satu bagian dari tur gratis. Senang, tentu saja. Banyak bangunan menarik di sekitar area ini seperti Singapore Flyer, Art Science Museum, yang keduanya bisa didapatkan dengan foto dengan latar Marina by Sands.  Namun, tetap saja belum lengkap rasanya jika belum berfoto dengan latar patung singa ini. Ikon yang menarik untuk dikunjungi oleh turis mancanegara. (Kami hanya melewati kawasan Chinatown, tanpa turun dari bus)

Patung Marlion Ikon Negara Singapura

 

Tempat selanjutnya yang kami kunjungi adalah kawasan Little India. Atmosfer serba Bollywood begitu terasa ketika kami menginjakkan kaki di kawasan ini. Bebagai pakaian Sari yang biasa dipakai oleh perempuan India, tampak menghiasi etalase pertokoan. Makanan manisan yang hanya pernah saya lihat di film-film India itu juga ada. Pengen sekali Saya mencoba, padahal belum tahu juga terbuat dari bahan apa saja. Selain itu, lagu-lagu dari film-film India itu banyak diputar. Jadi bisa merasakan sedikit suasana India yang disajikan di kawasan Little India. 


Kampung Glam menjadi destinasi tur gratis. Kawasan ini terletak di Arab Street, yang terkenal dengan Masjid Sultan yang memiliki kubah emas seperti warna emas pada Masjid Kubah Emas Depok, namun dengan ukuran yang lebih kecil. Pada area ini banyak dijual kuliner dan aneka oleh-oleh menarik khas Negara Singapura. Pada lokasi inilah, Saya dan beberapa teman kelompok terpisah karena ditinggal oleh bus untuk kembali ke bandara Changi.


Keliling Singapura dengan menggunakan akomodasi tur gratis dari bandara memang tidak pernah Saya bayangkan sebelumnya. Yang Saya pikirkan pada saat memesan tiket dengan waktu transit yang cukup lama adalah hanya dapat mengeksplore bagian dalam bandara Changi saja atau paling tidak melepaskan lelah setelah perjalanan dari Thailand-Malaysia-Singapura.

Masjid Sultan Di Kampung Glam


Setelah menikmati tur gratis, kami yang hanya tersisa dua orang melanjutkan perjalanan dadakan ke beberapa tempat. Meskipun sempat nyasar kebeberapa tempat (Cerita lengkapnya ada di sini), namun tetap memberikan kesan karena dapat sedikit mengeksplore beberapa tempat yang belum kami kunjungi pada saat mengikuti tur gratis. 


Apalagi ditambah dengan bumbu penutup, ditolaknya kami berdua saat mau masuk ke dalam bandara yang niatnya kami ingin berkumpul kembali dengan teman-teman lain yang sudah menunggu di dalam bandara. Seorang penjaga pintu masuk dengan postur besar  berkebangsaan India menolak tiket kami. Kami coba ke penjaga lainnya, tetap sama. Karena tidak tahu apa penyebabnya (karena baru pertama kalinya transit-ternyata tiket ditolak karena belum check in:D). Padahal waktu menunjukkan pukul 11.30 malam, dan tentu saja tidak bisa check in di konter maskapai penerbangan yang kami gunakan.


Akhirnya kami memutuskan untuk berkeliling di dalam bandara, namun tetap memperhatikan kapan jadwal keberangkatan pesawat yang akan kami tumpangi. Setelah lelah berkeliling, kami memutuskan untuk Check in tiket, alhamdulillah ternyata para petugas tersebut sudah datang dan siap menerima kami.

Taman Bunga Di Bandara Changi

Jadi, seperti itulah perjalanan kami beberapa tahun lalu saat mengikuti Free Singapore Tour, kemudian perjalanan nyasar ke beberapa tempat menarik, diusir petugas karena tidak bisa masuk bandara, explore bandara dan berakhir dengan pulang ke kampung halaman.


Kalau kamu pernah ke Bandara Changi, pengalaman menarik apa yang pernah kamu alami selama di sana?

Perjalanan Nyasar Bagi Seorang Pejalan Itu Menyenangkan

Apakah kamu setuju dengan judul artikel ini? Well, setiap orang memiliki pandangan yang berbeda ketika dihadapkan dengan suatu keadaan yang tidak menyenangkan, misalnya saja saat nyasar bepergian ke suatu tempat. Namun, bagi saya pribadi perjalanan nyasar merupakan bagian perjalanan dadakan yang mungkin lebih menarik ceritanya dibandingkan dengan tujuan perjalanan sebelumnya. Bisa dikatakan ketika kita nyasar, kita akan lebih tahu banyak hal.

Mau kemana kita??

Beberapa tempat menarik ini, Saya temukan ketika nyasar, pengen ke tempat A eh dapatnya tempat B, meskipun beberapa perjalanan akhirnya ketemu juga dengan tempat A, namun dengan waktu yang sedikit lama dari jadwal yang diperkirakan. 


1. Samila Beach Songkhla Thailand
Setelah tinggal selama lima bulan di Thailand beberapa tahun yang lalu, saya memutuskan untuk melakukan solo trip ke suatu tempat yang saya anggap akan memberikan informasi tentang potensi budidaya atau segala hal tentang perikanan di daerah tersebut. 

Layang-layang yang dijual disekitar pantai

Sebenarnya Saya tidak begitu hafal di mana titik koordinat lokasi yang Saya tuju. Lalu bagaimana tahu tentang lokasi ini? Saat itu kami sedang dalam perjalanan menuju Konsulat Besar Republik Indonesia (KBRI) di Songkhla untuk melaksanakan upacara kemerdekaan Republik Indonesia. Selama perjalanan, Saya melihat banyak hasil perikanan yang dijual di samping kanan-kiri jalan. Hal yang tentu saja sangat menarik perhatian Saya sebagai anak perikanan. Sehingga pada itu Saya berencana untuk melakukan survey ke lokasi tersebut.


Dua bulan setelah upacara kemerdekaan dengan berbekal bahasa Thailand seadanya saya mulai melakukan solo trip. Beberapa kosakata yang dibutuhkan saat menggunakan kendaraan umum mulai saya hafalkan, terlebih yang paling penting adalah nomor dan jenis kendaraan yang akan saya gunakan. Untuk mencapai lokasi tersebut, saya harus berganti tiga jenis kendaraan yang berbeda. Cukup menantang bukan?


Perjalananpun dimulai. Selesai menaiki kendaraan kedua, saya memutuskan pergi ke pasar yang ternyata dekat dengan tempat menunggu kendaraan ketiga. Di pasar, saya memutuskan untuk membeli jaket. "Tao rai kha" begitu seingat saya pertanyaan yang Saya sampaikan, yang artinya 'Berapa harganya?" Dan penjual menyebut sejumlah harga yang jika di rupiahkan senilai 75 ribu rupiah. Karena tidak tahu cara menawar, Saya pun langsung membeli jaket itu :D.


Perjalanan dengan menggunakan kendaraan ketiga pun berlanjut. Selama perjalanan saya selalu menengok ke kanan-kiri jalan, mencoba mencari lokasi penjualan hasil perikanan. Yang saya dapatkan NIHIL. Apakah saya salah jalan? mungkin saja, karena memang saya juga tidak hafal bagaimana rute jalan yang harus dilalui (saat upacara, kami berangkat rombongan dengan kendaraan pribadi). 


Dan perjalanan Saya pun akhirnya berlabuh ke Samila Beach. Bukan tempat berkumpulnya nelayan atau tempat pelelangan ikan, melainkan tempat wisata :D. Pantai ini cukup ramai dengan para pengunjung. Tampak beberapa keluarga, teman, dan mungkin pasangan meramaikan pemandangan pantai. Sementara Saya sendirian dan dengan pede nya menyusuri tempat asing yang tidak pernah Saya datangi sebelumnya. Untungnya ada kamera yang setia menemani, sehingga daripada terlihat seperti orang hilang :D, Saya menyibukkan diri dengan berfoto-foto.

Patung Kucing dan Tikus di Samila Beach

Samila Beach menjadi salah satu destinasi wisata andalan di wilayah Songkhla. Pantai ini terkenal dengan patung putri duyung yang menjadi Ikon pantai Samila. Patung ini dikalangan wisatawan terkenal dengan sebutan The golden mermaid, karena memang patung tersebut berwarna keemasan. Selain patung tersebut, terdapat juga patung kucing dan tikus yang menarik para wisatawan. 


Pada perjalanan ini Saya memang tidak mendapatkan apa yang saya inginkan, namun pengalaman berinteraksi dengan warga saat berkendara, saat di pasar dan menikmati wisata daerah setempat menjadi pengalaman menarik yang saya syukuri, yang mungkin tidak akan saya dapatkan ketika tidak ada yang mengajak saya berpergian.

2. Marina Bay-Singapura
Kampung Glam menjadi destinasi terakhir kami saat mengikuti perjalanan tur gratis yang difasilitasi oleh Bandara Changi. Durasi untuk tur gratis ini sekitar 2.5 jam untuk beberapa tempat. Para penumpang akan diberikan durasi waktu untuk setiap destinasi yang dikunjungi. Jika lebih dari waktu yang ditentukan dan mereka tidak berada di dalam bus tur, maka mereka akan ditinggal.

Kurang satu anggota saat di Marlion Park

Nah, pada saat tur ke Kampung Glam inilah rombongan mulai terpecah. Terlena dengan pernak-pernik oleh-oleh khas Singapura yang dijual, beberapa teman tertinggal dengan rombongan yang lain. Sehingga mereka harus menemukan cara sendiri untuk sampai bandara.


Beruntungnya Saya dan seorang teman berlari ketika waktu menunjukkan menit-menit terakhir waktu akan habis, sehingga kami dapat dengan nyaman kembali lagi ke bandara Changi. Namun, teryata kita masih memiliki waktu transit yang cukup. Jujur saya sendiri tidak tahu menahu dengan destinasi wisata yang ada di Singapura, yang saya tahu hanya patung Merlion :D. Sehingga  kami memutuskan untuk berkeliling Singapura. 

Bersama patner nyasar :D

Dan perjalanan pun dimulai. Ini menjadi pengalaman pertama saya menaiki MRT (tidak begitu berbeda dengan MRT di Jakarta). Dibantu oleh seorang petugas, kami membeli tiket perjalanan (Seperti kartu untuk naik KRL atau kartu Tap Cash). Tujuan utama kami adalah Bugis Street. Namun di tengah perjalanan kami berpindah kelain hati dan memilih destinasi lain yaitu Orchard (sebenarnya kami tidak memiliki destinasi mana yang harus dipilih, begitu mendengar kata Orchard kami langsung turun di stasiun tersebut).

Singapura Dimalam hari

Pemandangan malam hari Singapura sangat indah. Kelip lampu gedung-gedung tinggi tampak indah menemani. Setelah keluar dari stasiun, kaki kami melangkah tanpa arah. Mana yang bagus itu yang kami tuju. Dan baru malam ini Saya tahu, ternyata perjalanan bonek pada saat itu mengantarkan kami ke destinasi wisata yang sangat terkenal di Singapura, beberapa diantaranya Pemandangan malam di Marina Bay Sands, Helix Bridge dan Art Science Museum. Tempat yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya, jika tidak melakukan perjalanan nyasar ini.


3. Festival Jepang dan Konser K-Pop
Tujuan utama dari perjalanan ini adalah Islamic Book Fair di Jakarta Convention Center (JCC). Padalah ini kali kedua saya pergi ke JCC namun tetap saja kesasar. Tempat nyasar yang pertama adalah Festival Jepang. Entah kenapa pada saat itu pikiran saya blank tidak tahu arah, atau lebih tepatnya tidak berfikir jika saya sebelumnya sudah pernah ke JCC. Alhasil, karena melihat ramainya pengunjung di festival ini, saya akhirnya membeli tiket untuk bisa masuk ke area festival (Dalam hati saya "mungkin lokasi JCC di dalam area festival :D). 


Sudah nyasar ke Festival Jepang, kaki saya pun kembali nyasar ke Gelora Bung Karno, Stadion sepak bola besar yang sudah sangat sering saya dengar gaungnya. Sebenarnya sudah lama Saya penasan dengan stadion ini, bagaimana bentuk bangunan dan lainnya. Di sini saya hanya melihat area luar stadion.

Banner Konser K-Pop

Tak sampai di situ, melihat kerumunan mengantri masuk ke suatu tempat. Saya penasaran. Apa yang Saya lakukan? tentu saja ikut :D. Sesampai di lokasi ternyata tempat tersebut adalah wilayah penjualan merchendise dan tiket K-Pop yang akan tayang beberapa jam lagi. Terdengar beberapa lagu dari penyanyi yang mau tampil, ramai di putar. Beberapa anak muda tampak mengenakan bando konser dan kipas bergambar sang artis. Untung saja untuk masuk ke area konser memakai tiket, sehingga kali ini Saya tidak zonk lagi mengeluarkan uang untuk agenda lain yang tidak diperlukan.


Cerita lebih lengkap tentang Festival Jepang dan Konser K-Pop dapat kamu
baca di sini.


Setelah melewati Festival Jepang, Gelora Bung Karno dan Konser K-Pop akhirnya kaki saya kembali ke jalan yang benar yaitu Pameran buku Islamic Book Fair JCC :D. Namun, banyak Insight baru yang saya dapatkan sebelum mencapai tujuan yang sebenarnya.

 

Maka, mari berbaik sangka dengan jalan cerita yang ditentukan oleh Allah. Apa yang tidak kita sukai bisa saja yang terbaik untuk kita. Termasuk, perjalanan nyasar yang kita lakukan:D


Bagaimana? Apakah kamu masuk dalam tim yang merasa senang ketika nyasar ataukah sebaliknya ??

Menjadi Muslimah Blogger, Kenapa Tidak?

Menuliskan kisah perjalanan menjadi sebuah informasi menarik menjadi kebahagiaan tersendiri bagi seorang penulis, tidak terlepas penulis pemula seperti Saya. Pertemuan pertama dengan dunia blogger ini bermula saat seorang teman mengenalkan dunia tulis menulis melalui platform wordpress. Namun seiring berjalannya waktu, saya justeru lebih memilih menggunakan platform blogspot. Dan selanjutnya Saya melanjutkan belajar secara otodidak bagaimana cara membuat template yang menarik dan berbagai hal lainnya yang berkaitan dengan blog


Awal Januari tahun lalu, saya mulai bergabung dengan Komunitas Blogger Perempuan (KBP). Sebuah komunitas yang sudah sangat terkenal di Indonesia. Sehingga pada sebuah pertemuan yang diselenggarakan oleh KBP di Jakarta, saya turut hadir.


Hal yang melatarbelakangi kenapa saya tertarik untuk bergabung dan hadir dalam kegiatan KBP tersebut adalah untuk 'membunuh' rasa penasaran saya. Selama ini, tidak banyak teman perempuan Saya yang berprofesi sebagai seorang blogger, baik yang menjadikan dunia tulis menulis melalui website sebagai hobby atau bahkan sebagai sumber penghasilan tambahan.


Kesempatan berkumpul dengan para blogger perempuan dalam KBP menjadi suatu moment yang sangat menyenangkan dan luar biasa sekali. Dan itu menjadi satu-satunya momen berkumpulnya para blogger wanita terbesar yang pernah saya ikuti. Niche artikel yang mereka tulis pun beragam, ada yang membahas tentang tumbuh kembang anak, make up, travel blogger seperti yang saya sukai saat ini atau topik menarik lainnya.

Maaf saya tukang fotonya :D, Menuju Curug Daun

 

(Cerita lebih lengkap tentang pertemuan KBP dapat dibaca di sini)


Menjadi seorang muslimah blogger menurut opini Saya memiliki banyak keuntungan. Salah satunya adalah kita bisa berbagai pengalaman, tips atau apapun hal yang bermanfaat kepada pembaca setia. Misalnya saja saat Saya melanjutkan studi di IPB. Saya bisa menceritakan informasi seputar pendaftaran, placement test, kost tempat tinggal, pendaftaran wisuda saat online dan hal menarik lainnya seputar kampus ini. Sehingga, hal ini dapat memberikan sedikit manfaat bagi para pembaca yang mungkin pada saat itu tidak sengaja membaca artikel blog Saya.


Saya merupakan seorang yang memiliki tingkat 'kepo' yang tinggi :D. Terkadang membaca status teman melalui media sosial tidak cukup memberikan informasi tentang aktivitas apa yang sedang mereka lakukan saat ini. Sehingga, ketika mereka memiliki website yang berisi tentang topik yang mereka sukai, Kami bisa saling bertanya kabar atau saling berbagi informasi seputar blog.


Dua muslimah keren yang juga seorang penulis yang sangat menginspirasi, yang selama ini tulisannya saya ikuti dan nantikan adalah Kak Dewi Nur Aisyah dan Kak Birrul Qodriyyah.

Saat di Villa di tengah kebun sayuran, Bandung (Tukang foto lagi :D)


Kak Dewi merupakan muslimah pertama dari Indonesia yang melanjutkan studi di University College London (UCL). Ia melanjutkan pendidikan S2 dan S3 pada universitas yang sama. Berprofesi sebagai seorang Epidemiologist menjadikan artikel yang Ia tuliskan di dalam blog berisi seputar kesehatan masyarakat, misalnya tentang boleh tidaknya kita menggunakan vaksin atau tentang pandemi Covid-19 ini. Selain itu, di dalam blog yang Ia miliki, beliau juga menuliskan berbagai hal tentang perjuangannya selama menjadi mahasiswa di UCL.  Saat ini Kak Dewi menjadi bagian dari Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang ada di Jakarta. Alamat website Kak Dewi dapat dibaca di sini.


Tidak Jauh berbeda dengan Kak Dewi, Kak Birrul juga merupakan muslimah lulusan Inggris tepatnya dari The University of Edinburgh. Merupakan sosok perempuan inspiratif yang telah menorehkan berbagai prestasi. Di dalam blog yang Ia tulis, Ia banyak bercerita tentang lika-liku perjuangan selama perkuliahan, tentang motivasi atau tentang hal menarik lainnya seputar episode kehidupan yang telah Ia lalui. Saat ini, Kak Birrul menjadi bagian dari Tim Ahli Staff Khusus Menteri bagian Perguruan Tinggi dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Tulisan Kak Birrul dapat dibaca di sini.


Beberapa teman perempuan yang juga seorang penulis, baik blog atau wordpress, diantaranya Mracang, Aniskhoir, Anzilarizki, Choir  Ibna Hayati, dan Lilis Setiani.

Menuju Kawah Putih Ciwidey (Pasti tukang fotonya :D)


Selain dunia tulis menulis dengan menggunakan website, saya juga tertarik dengan para penulis perempuan Indonesia, seperti Bunda Asma Nadia, Bunda Pipit Senja, Zeni Rachmawati dan Dewi Nur Aisyah (Buku karya beliau masih on the way, semoga bisa menuliskan reviewnya :D)


Menulis menjadi  sebuah karya yang akan dikenang ketika kita sudah tidak ada lagi serta menjadi salah satu ladang pahala akhirat. Ketika apa yang kita tuliskan berisi tentang kebaikan dan dapat memberikan dampak positif kepada para pembaca maka hal ini dapat menjadi salah satu investasi akhirat yang pahalanya akan terus mengalir. In Syaa Allah


Menulis juga dapat mengasah gaya bahasa dan daya imaginasi kita. So tunggu apalagi , mari menulis dengan menggunakan website atau menerbitkan buku sekalipun. Salam Literasi

Beberapa Hal Yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Lanjut Pascasarjana di IPB University

Melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi menjadi pilihan yang tidak mudah, banyak pertimbangan yang perlu dilakukan. Apalagi jika saat undergraduate atau studi sebelumnya banyak permasalahan yang dilalui, maka akan ada kekhawatiran ketika akan lanjut studi kembali.


Sebagai bahan pertimbangan, beberapa hal berikut perlu menjadi perhatian ketika akan melanjutkan studi ke Sekolah Pascasarjana di IPB University.


1. Berkas Dokumen Yang Dibutuhkan
a. Passing Grade
Berapa Passing Grade atau batas minimal Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang diterima di IPB? Saya sendiri belum tau pasti. Sejauh yang saya ketahui untuk IPK kurang dari 3.50 mahasiswa harus mengikuti matrikulasi yaitu mengikuti perkuliahan bersama-sama dengan adik-adik tingkat S1 hanya untuk beberapa mata kuliah saja.

Mau lanjut studi lagi ? (Ipb.ac.id)


Selain karena IPK, matrikulasi ini juga diwajibkan bagi mahasiswa yang tidak linier dengan jurusan yang diambil saat S1 dulu. Misalnya saja saat S1 kita mengambil jurusan Biologi, dan S2 kita mengambil jurusan Ilmu Akuakultur. Maka wajib mengikuti matrikulasi.


b. Sinopsis Rencana Penelitian
Sinopsis rencana penelitian menjadi dokumen wajib yang ikut disertakan saat mengumpulkan berkas-berkas pendaftaran. Sesuai dengan namanya, sinopsis ini berisi tentang rencana penelitian yang akan dilakukan saat semester tiga. Sinopsis ini akan memudahkan Kepala program studi untuk menentukan dosen pembimbing siapa saja yang cocok dengan topik penelitian yang diajukan di sinopsis.


Pembagian dosen pembimbing, biasanya akan dimulai di awal atau di akhir semester dua. Keputusan pemilihan topik yang diambil bisa saja final dan tidak dapat berganti judul, tergantung pada dosen pembimbing yang didapatkan. Biasanya, pembagian dosen pembimbing ini menandakan Laboratorium apa yang akan kita ambil. Misalnya saja di Prodi Ilmu Akuakultur terdapat enam Laboratorium, diantarnya Lab. Nutrisi Ikan, Lab. Kesehatan Ikan, Lab. Reproduksi Genetika Ikan, Lab. Lingkungan, Lab. MSI dan Lab. Sistem Teknologi Perikanan.


Kalau pun bisa ganti topik penelitian, biasanya harus dalam lingkup satu laboratorium, tidak bisa pindah laboratorium.


c. Surat Rekomendasi dan Slip Gaji
Surat rekomendasi ini merupakan rekomendasi yang berasal dari dosen saat S1. Mahasiswa dapat mengunduh formulir untuk surat, sehingga hal lebih memudahkan ketika meminta rekomendasi. 


Selain surat rekomendasi, persyaratan lainnya adalah slip gaji orang tua atau slip gaji sendiri jika sudah memiliki bekerja. Saya kurang tau, jika jalur masuk berasal dari beasiswa, mungkin mekanismenya berbeda.


Selain berkas di atas masih ada lagi surat keterangan sehat. Jenisnya pun bermacam-macam, ada surat keterangan sehat dari puskesmas biasa ada juga yang harus surat keterangan bebas narkoba.


2. Jurusan
Setelah melengkapi berkas-berkas di atas, hal penting yang harus dilakukan adalah menentukan  jurusan yang akan dipilih. Tidak semua kampus menyediakan pilihan jurusan yang sesuai minat kita sebelumnya. Maka perlu dibaca baik-baik daftar jurusan apa saja yang ada. Dalam beberapa kasus, tidak liniernya jurusan saat S1 dan jurusan yang dipilih, menjadi salah satu alasan tidak adanya jurusan yang sama dengan kampus sebelumnya, atau bisa juga karena ingin mencari suasana/topik baru misalnya.


3. Biaya Kuliah
IPB University menerapkan Uang Kuliah Tunggal (UKT). UKT di IPB untuk jenjang S2 sebesar 9jt rupiah, sedangkan untuk S3 sebesar 12jt rupiah. Hal ini juga menjadi pertimbangan penting. Apakah selama perkuliahan berlangsung, kita dapat membayar UKT tersebut dengan lancar atau tidak. Pertimbangan ini yang menjadi alasan utama untuk lanjut tidaknya mengambil Sekolah Pascasarjana di IPB atau memutuskan untuk memilih kampus lain.


4. Placement Test Bahasa Inggris
IPB tidak mesyarakatkan TOEFL/IELTS di awal pendaftaran. Namun, setelah mahasiswa dinyatakan lolos verifikasi berkas masuk Pascasarjana, maka mahasiswa akan melakukan Placement Test Bahasa Inggris. Nilai Tes minimal 450 untuk S2 dan 475 untuk S3. Jika nilai tes yang didapatkan di bawah batas minimal, maka mahaswa harus mengambil perkuliahan selama satu atau dua semester. Penjelasan lebih lengkap tentang Placement Test baca di sini.


5. Lokasi Perkuliahan

Setelah semua hal yang diperlukan selesai, mengetahui lokasi perkuliahan menjadi tahap selanjutnya. Hal ini berkaitan dengan rencana untuk mencari tempat tinggal atau kost. Beberapa teman bahkan sudah mendapatkan kost yang dekan dengan kampus Pasca yang ada di Barangsiang, namun ternyata kegiatan perkuliahan dilaksanakan di kampus IPB Dramaga. Jadi lokasi perkuliahan perlu ditanyakan ke teman atau petugas pendaftaran yang bersangkutan.


Proses pendaftaran mahasiswa baru Sekolah Pascasarjana IPB tahun akademik 2020/2021 Genap, dilakukan selama dua gelombang. Gelombang pertama pada tanggal 19 Oktober-19 November 2020, gelombang kedua pada tanggal 20 November-8 Januari 2020. Baik gelombang satu dan dua memiliki tahapan yang sama yaitu periode pendaftaran, seleksi administrasi calon pelamar, dan pengumuman penerimaan. Setelah pengumuman penerimaan, kemudian registrasi administrasi, verifikasi berkas, placement test bahasa inggris,  kuliah umum perdana dan perkuiahan. Untuk informasi lebih lengkap kamu bisa mengunjungi laman pendaftaran Pascasarjana IPB di sini.


Bagaimana, tertarik untuk melanjutkan studi kembali ? Mumpung masih ada waktu tujuh hari lagi sebelum batas akhir pendaftaran. Selamat berjuang..

Kilas Balik Perjuangan 2020

Di penghujung tahun 2020. Alhamdulillah Allah yang Maha Pengasih masih memberikan saya dan keluarga kesehatan. Apalagi di musim pandemi Covid-19 seperti saat ini, sehat menjadi barang mahal yang diharapkan oleh semua orang. Bersyukur Allah masih mengumpulkan saya dengan orang-orang yang saya cintai.


Ini kali pertama saya membuat kilas balik perjuangan di akhir tahun. Banyak hal yang sangat saya syukuri, banyak perjuangan yang menguras peluh dan air mata, tapi begitulah sepertinya episode perjuangan hidup yang harus saya lewati.


Pencapaian yang saya dapatkan juga tidak sebanyak pencapaian yang mungkin kamu dapatkan. Namun, bukankah setiap orang memiliki kisah perjuangan yang berbeda ?

Wajah-wajah eksotis akibat terpapar angin laut selama 25 hari (Sail Wakatobi Belitong)

Jadi, perjuangan apa yang sudah saya lalui selama tahun 2020 ini ?  Check these out


1. Lulus Studi
Ini menjadi pencapaian terbesar saya. Setelah melalui aneka ombak terjal, akhirnya berakhir juga perjuangan saya di Bogor. Yah, meskipun belum benar-benar berakhir, karena masih ada wisuda online yang menanti bulan Februari nanti. Insyaa Allah


Hal ini dimulai dari setelah kolokium (kolokium? baca di sini ya). Hal yang membuat penelitian saya tidak jalan adalah saya terlalu fokus untuk mencari Laboratorium yang bisa menguji kandungan bahan aktif dari daun kayu manis. Bahan utama yang menjadi pokok penelitian saya. 

Pencarian Laboratorium uji yang cocok pun dilakukan, mulai dari Laboratorium Saraswanti Indo Genetech (SIG), Laboratorium IPB yang ada di Taman Kencana, Laboratorium IPB  yang ada di Leuwikopo, berlanjut lagi ke Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) Cimanggu Bogor, dan perjuangan ini berakhir pada Labratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jakarta Pusat. Mungkin ini tidak seberapa dengan perjuangan yang kamu alami.


Pencarian laboratorium ini berlangsung selama tiga bulan, belum lagi dengan mood yang naik turun, yang kadang-kadang datang menyerang. Sehingga lengkap sudah satu semester rencana penelitian yang sudah saya tuliskan saat Kolokium, mundur tanpa arah.


Perjuangan saat penelitian ini juga memaksa saya untuk tidak mudik ke kampung halaman, Saya mencoba untuk fokus dengan penelitian yang saat itu masih running, bahkan menariknya lagi, saat itu setelah selesai shalat Idul Fitri, saya ke Kolam Percobaan untuk memberikan pakan ikan penelitian. Hmmm... seperti inilah kebanyakan anak kost yang masih memiliki hewan uji penelitian.


Saat penelitian selesai dan kemudian melakukan uji di Laboratorium Nutrisi Ikan yang ada di Program Studi, saya sempat vakum sebulan penuh tidak bertemu sama sekali dengan dosen.  Alasannya ? Apalagi kalau bukan karena hasil uji tidak sesuai dengan beberapa referensi yang saya baca. Selain itu, badan terasa lelah, terkuras karena harus setiap hari melakukan uji di Lab, bahkan seringnya pulang malam. 


Sampai di suatu waktu Dosen Pembimbing pertama dan kedua menghubungi lewat WhatsApp. "Triana, bagaimana kabarnya.? (Pembimbing pertama). "Triana, bagaimana hasil uji Lab nya ?" (Pembimbing kedua). Pada saat itu, butuh waktu untuk membalas pesan beliau, yang pada intinya saya membalasa dengan "Alhamdulillah baik Bu/Pak, in syaa Allah hari Senin saya akan menghadap untuk menyerahkan hasil uji saya". Padahal pada saat itu hari Kamis, dan saya belum melakukan analisis Anova dengan benar. Alhasil saya harus begadang untuk menyiapkan data-data yang akan saya serahkan kepada dosen Pembimbing. Menarik bukan ? Mungkin benar dengan kata bijak yang sering saya dengar "Tekanan membuat kita berkembang. Ala bisa karena terpaksa" dan ini berlaku pada kasus yang saya alami.


Setelah mengajukan hasil analisis data, ternyata saya harus melakukan uji ulang beberapa data dan bahkan setelah selesai sidang komisi ketiga, saya harus menguji ulang. Selain mengujikan sendiri, ada beberapa parameter uji yang saya ujikan di luar prodi, yang mana hal ini juga sangat menguras kesabaran. Mulai dari menghubungi petugas lab, melakukan proses pengujian (yang mana saya harus ikut, meskipun sudah bayar) dan menunggu hasil uji, yang terkadang lebih menegangkan karena berhasil tidaknya penelitian tergantung pada uji lab ini. 


Dan perjuangan terus berlanjut sampai Ijazah sampai di tangan. (Meskipun belum wisuda, ijazah sudah saya didapatkan:D)


2. Mengabdi
Mendapat kesempatan untuk menyalurkan sedikit pengetahuan dengan mengajar menjadi hal yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Kesempatan langka dan wajib untuk saya coba. Mengajar menjadi salah satu media untuk meningkatkan kapasitas yang saya miliki.


Terbiasa menjadi murid, dan sekarang menjadi mentor, tentu sangat berbeda. Banyak hal yang harus saya pelajari dan banyak hal yang harus saya upayakan ketersediaanya. Ternyata slogan "Longlive Learning " Belajar sepanjang hayat itu menjadi slogan yang baru saya pahami maknanya saat ini. Ternyata setelah kita lulus, banyak hal lainnya yang tidak kita ketahui, sehingga proses belajar itu akan terus berlanjut kapan pun itu. Sehingga hal ini yang menjadikan kita pribadi yang upto date dengan ilmu-ilmu terbaru atau ilmu lainnya yang ingin kita pelajari.


Dapat mengabdi, belajar bersama, menjadi hal yang sangat saya syukuri.

3. Keluarga Sehat
Saat melakukan perjalanan ke Thailand beberapa tahun lalu. Ada hal yang sangat saya sesalkan, yaitu saat di mana saya kehilangan kakek yang saya cintai dan hal itu dua hari menjelang hari raya Idul Fitri. Menangis pun  di negeri orang. Mau menjelaskan pun, saya tidak bergitu paham dengan bahasa mereka. Mau menghubungi orang rumah tidak bisa, karena provider yang saya gunakan saat itu tidak sedang trouble sehinga tidak ada sinyal sama sekali.


Pada saat itu, handphone yang saya miliki juga tidak compatible dengan Skipe dan  WhatsApp pun saya belum menggunakan aplikasi ini. Alhasil saat lebaran tahun itu, menjadi lebaran tersepi yang pernah saya rasakan. Sejak saat itu, saya berazam, jika nantinya saya mendapatkan pekerjaan, saya ingin lokasinya tidak jauh dengan keluarga, sehingga bisa dengan mudah pulang ketika ada keluarga yang sakit. Qodarullah saat ini Allah memberikan kesempatan untuk mengajar, yang jarak tempat kerja hanya dua jam dari rumah. (Jadi anak kost lagi :D)


Pada saat covid seperti saat ini, keadaan keluarga yang sehat menjadi hal yang sangat saya syukuri. Kamu mungkin tahu bagaimana rasanya ketika di tanah rantau ternyata ada orang tua atau saudara yang sakit. Pasti ada rasa ingin sekali untuk pulang pada saat itu juga, dan serta merta meninggalkan pekerjaan, kuliah atau bahkan penelitian yang saat itu masih proses tentu saja tidak mungkin. Sehat sakitnya keluarga menjadi salah satu faktor yang membuat semangat saya menjadi tinggi dan rendah. 


Tentu masih banyak hal yang saya syukuri selama tahun 2020 ini, sangat banyak sekali. Namun ketiga hal di atas menjadi hal terbesar yang bisa saya tuliskan dalam artikel ini. 


Mungkin tahun ini kita banyak kehilangan orang-orang terkasih akibat dampak dari Pandemi atau karena hal lainnya. Ada tangis, duka lara dan manis yang kita rasakan. Semua hal tersebut menjadi bagian dari episode kehidupan setiap orang, dan setiap orang memiliki kisah kehidupan yang berbeda. 


Semoga Allah kuatkan langkah-langkah kaki kita untuk menapaki kisah perjuangan yang lebih baik lagi di tahun 2021 dan semoga tahun depan menjadi tahun kebangkitan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.


Terima kasih untuk pembaca setia artikel yang saya tulis. Masih banyak kekurangan yang saya miliki. Masih banyak hal yang harus saya tingkatkan lagi. Semoga ada karya lain yang bisa saya terbitkan di tahun 2021 nanti. Byee... Sampai jumpa tahun depan. Insya Allah.

Lauk Kiriman Ibu

Malam semakin larut, kelip lampu kampus tentu saja sudah menyala menerangi. Hari ini terasa berat. Sudah sebulan lamanya saya melakukan Uji Proksimat (Protein, Lemak, Karbohidrat, Kadar Serat dan Kadar Air) untuk pakan dan daging ikan nila. Dua bahan penting yang saya gunakan saat penelitian. Namun, Uji di laboratorium sepertinya tak kunjung usai. Melakukan prosedur pengujian lagi, lagi dan lagi sampai data yang diperoleh sesuai. Bahkan hal ini masih berlanjut meskipun saya sudah selesai melakukan seminar hasil dan menuju sidkom ke-3 (baca ceritanya di sini)


Idul Fitri tahun 2019, saya memutuskan untuk tidak mudik ke kampung halaman. Alasan utama apalagi kalau bukan menyelesaikan penelitian yang tidak bisa ditinggalkan. Pun bisa ditinggalkan, tetap saja hati tidak tenang meninggalkan ikan penelitian yang sewaktu-waktu mengalami kendala yang tidak diinginkan.

Semoga Lelahmu Beroleh Surga Firdaus Ibu  (Pic Kompasiana.com)

Pelaksanaan Shalat Idul Fitri tahun 1440 H dilakukan di halaman rektorat Kampus IPB University. Ternyata jama'ah dari kelompok mahasiswa banyak sekali yang tidak pulang, beberapa diantaranya teman satu kelas yang saya kenal. Usai shalat, Video Call keluarga di rumah wajib dilakukan. Ada mata sembab karena tak bisa menahan rindu, ada suara lirih tangis tak terucap, hanya tergugu mendengarkan suara dari seberang telpon. Namun, begitulah perjuangan harus ada bagian lain yang dikorbankan.


Momen Idul Fitri jauh dari keluarga ini, memang bukan momen yang pertama kali bagi saya. Pertama kalinya saya rasakan saat berada di Negeri Gajah Putih. Namun, tetap saja, waktu istimewa bagi Umat Muslim ini, tidak afdhol rasanya jika tidak dirasakan bersama keluarga.


Salah satu hal yang sangat dirindukan ketika mudik ke kampung halaman adalah masakan ibu. Rasa masakan yang menurut saya spesial, menjadi hal yang sangat saya rindukan sebagai anak  rantau. Bahkan terkadang saat masih perjalanan menuju kampung halaman (belum sampai rumah), saya sering pesan makanan kesukaan, masakan kenangan yang menemani kehidupan selama masa sekolah.


Berhubung lebaran Idul Fitri tahun itu saya tidak pulang. Ada momen kebersamaan dengan orang tua, sanak saudara atau bahkan dengan tetangga di kampung halaman terlewatkan. Iya termasuk  dengan tetangga di desa tempat saya tinggal yang hanya berjumlah 80 kepala keluarga, tentu rasa kekeluargaan kental terasa.


Lauk kiriman ibu menjadi pengobat rindu. Memang sebenarnya saya bisa memasak sendiri untuk lauk yang dikirimkan, namun tetap saja ada yang berbeda jika dimasakkan oleh ibu. Selain rasa masakan tentu saja rasa rindu menikmati masakan tersebut. Seorang teman yang berasal dari Kendari yang sama-sama tidak pulang, bahkan meminta kiriman Ikan asin khas daerah tersebut. Sederhana bukan, namun dapat mengobati sedikit rasa rindu yang terpendam.


Hari ibu tahun ini, mungkin ada hal berbeda dari biasanya. Ada yang masih tinggal jauh dari keluarga dan bahkan mungkin berpisah selamanya di dunia ini untuk sementara. Teriring doa semoga Allah memberikan tempat kembali terbaik untuk beliau dan untukmu semoga Allah  memberikan kesabaran dan kekuatan untuk menapaki episode perjalanan selanjutnya. Untuk kamu yang saat ini masih bersama dengan orang tua. Mari, kita sayangi keduanya. Dua orang yang telah berjuang tanpa lelah mendukung, mengasihi dan menyayangi kita tanpa pamrih dan tulus apa adanya. Sosok yang selalu ada untuk kita saat bahagia atau duka lara melanda.


Selamat Hari Ibu, 22 Desember 2020. Untuk Ibuku, nenekku dan ibu-ibu hebat lainnya di luar sana, terima kasih untuk perjuangan hebat yang telah engkau lakukan untuk kami. Semoga ada waktu dan kemampuan untuk bisa membahagiakanmu. I Love You Mom.