Pesona Pantai Tanjung Kelayang di Negeri Laskar Pelangi

Pantai Tanjung Kelayang menjadi destinasi perjalanan terakhir kami hari ini, setelah sebelumnya kami berkunjung ke kepala daerah setempat, melakukan kegiatan sosial bersih pantai, dan menanam pohon. Selama perjalanan kami disuguhkan dengan pemandangan batu-batu granit besar dan pepohonan di kanan kiri jalan. 
Ala--Ala Arai dan kawan-kawan :D
Pantai Tanjung Kelayang menjadi salah satu tempat yang kami kunjungi ketika berada di Belitung. Begitu mendengar destinasi tempat yang dikunjungi setelah dari agenda hari ini adalah pantai, banyak wajah terlihat antusias, apalagi pantai Tanjung Kelayang menjadi salah satu tempat syuting film Laskar Pelangi. 

Pantai ini menjadi lokasi syuting film Laskar Pelangi pada tahun 2008, yang diadaptasi dari buku "Laskar Pelangi" yang di tulis oleh Andrea Hirata. Film Laskar Pelangi sukses membuat sang penulis menerima berbagai penghargaan baik nasional maupun internasional. Bahkan buku karyanya telah banyak di terjemahkan ke berbagai bahasa di belahan dunia. Maka tak ayal membuat nama Belitung khususnya pantai Tanjung Kelayang menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi para pelancong. 
Mendayung perahu karet yang semakin menjauh dari tepi pantai
Berhamburan begitu kami sampai ke pantai Tanjung Kelayang, dan selanjutnya memisahkan diri masing-masing sesuai dengan kesukaan, berenang, menaiki perahu karet atau hanya berfoto-foto di atas batu granit yang ukurannya super duper besar. Saya dan beberapa teman memilih menaiki perahu karet. Kami pun mencoba mendayung perlahan. Karena tidak ada yang pernah mendayung perahu, alhasil perahu karet yang kami tumpangi semakin ke tengah menjauh dari tepi pantai. Sehingga penjaga pantai yang berada di tepi pantai, berenang mencoba menarik perahu karet ke tepian. 

Di pantai ini pun terdapat monumen yang menandakan dibuatnya film Laskar Pelangi. Selain itu barisan toko souvenir berada tak jauh dari pantai. Berbagai macam kerajinan yang berasal dari kulit kerang dan hewan laut lainnya tersedia. Tinggal memilih sesuai dengan budget yang dimiliki.
Batu Garuda yang memikat para wisatawan
Selain terkenal karena menjadi lokasi syuting Laskar Pelangi, pantai ini juga terkenal dengan batu granit yang berbentuk kepala garuda. Batu berbentuk Garuda di pantai ini menjadi salah satu maskot dalam kegiatan Sail Wakatobi-Belitung. Sail Wakatobi Belitung merupakan salah satu kegiatan kepemudaan yang diadakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga. Agenda ini diselenggarakan selama kurang lebih 25 hari dengan kegiatan mengelilingi berbagai daerah di Pulau Sumatera dengan menggunakan kapal perang, KRI Makassar dan pulau yang pertama kali kami singgahi adalah pulau Natuna

Kehidupan Masyarakat Desa Di Tengah Pandemi Covid-19

Empat bulan sudah sejak pengumuman awal kasus pandemi Covid-19 di Indonesia, sampai saat ini jumlahnya masih terus meningkat. Semua aspek dalam kehidupan terkena dampak dari pandemi ini, terutama dalam hal ekonomi, baik masyarakat yang tinggal di perkotaan dan pedesaan.
Saat panen menjadi waktu yang menyenangkan bagi petani, kapan pun waktunya
Masyarakat perkotaan identik dengan warga yang berasal dari tanah rantau. Berbondong-bondong setiap tahunnya, warga memadati kota-kota besar di Indonesia, mengadu nasib dan peruntungan, jika mujur, dapat memberikan perbaikan ekonomi keluarga di kampung halaman. Namun, saat pandemi Covid-19 ini, ribuan atau bahkan ratusan ribu pekerja berhenti bekerja, sebagai dampak dari pencegahan semakin meluasnya virus yang dilakukan dengan sosial/physical distancing, banyak pula perusahaan mengalami gulung tikar tidak beroperasi. Sehingga para perantau memutuskan untuk kembali ke kampung halaman. Namun, belum sempat mereka pulang, pelarangan mudik sudah diberlakukan, sehingga mau tidak mau mereka harus tetap bertahan dengan segala keterbatasan di tanah rantau.

Berbeda dengan kehidupan masyarakat desa di mana saya tinggal. Aktivitas sehari-hari masih tetap berjalan seperti biasanya, karena memang mayoritas bekerja sebagai petani. Yang membedakan dengan adanya pandemi ini, selain aktivitas sekolah diliburkan sebagai salah satu upaya pencegahan merebaknya virus diantaranya penyemprotan disinfektan kendaraan saat memasuki desa, jika keluar rumah mereka menggunakan masker, di depan toko-toko juga disediakan air untuk cuci tangan. Saat-saat panen hasil ladang dan sawah masih tetap berjalan, menjemur padi/jagung, pergi ke pasar, berjualan masih bisa dilakukan. Meskipun masih ada beberapa warga yang tidak mengindahkan larangan berkumpul di warung-warung kopi.

Saat ini new normal telah diberlakukan pertama kali di ibu kota, kehidupan masyarakat sedikit longgar. Perusahaan berbagai instansi kerja sudah dibuka, bahkan beberapa tempat wisata turut serta memecah kebosanan masyarakat selama berada di rumah. Namun dari itu semua, kewaspadaan masih harus terus dilakukan, protokol kesehatan terus diperhatikan, mengingat semakin tingginya masyarakat yang terkena pandemi ini. Tak tangung-tanggung jumlahnya kini menjadi yang paling tinggi di Asia Tenggara.

Semoga pandemi Covid 19 segera berlalu dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan seperti biasanya.

Tahapan Pendaftaran Wisuda di IPB Saat Pandemi COVID-19

Saat pandemi Covid-19 banyak aktivitas diberbagai sektor berhenti sementara. Satu diantaranya dalam bidang pendidikan. Dunia perkuliahan misalnya. Meskipun tidak berhenti secara keseluruhan, aktivitas perkuliahan mulai dilakukan secara online, mulai dari kegiatan belajar mengajar (KBM), bimbingan tugas akhir, seminar hasil penelitian, sidang akhir dan berbagai kegiatan lainnya termasuk salah satunya wisuda.
Wisuda, salah satu seremonial atas perjuangan yang telah dilakukan (Pict by Getty Images)
Wisuda di kampus IPB periode ke VI yang jadwalnya akan diselenggarakan pada tanggal 24 Juni 2020, urung dilakukan, namun proses pendaftaran wisuda masih bisa dilakukan sampai tanggal terakhir pendaftaran yaitu pada tanggal 15 Juni 2020. Wisuda sendiri dilakukan dengan dua tahap, yaitu secara online(daring) dan secara langsung jika kondisi sudah kembali normal. Pendaftaran yang semula mudah dilakukan dengan mendatangi pusat layanan mahasiswa, saat ini harus dilakukan secara online, dengan menghubungi berbagai nomor jika dalam proses pendaftaran mengalami kendala. Namun, jika kurang beruntung mahasiswa akan mengalami kesulitan mengenai proses pendaftaran tersebut. untuk mempermudah, berikut saya susun langkah-langkah pendaftaran wisuda:

1. Pastikan Surat Kelulusan (SKL) sudah jadi
SKL menjadi syarat utama diproses-tidaknya pengajuan pendaftaran wisuda. Dalam kasus yang saya alami, SKL yang saya dapatkan lebih lambat dari teman-teman yang lainnya (45 hari setelah tanggal pengajuan), karena memang berkas pengurusan SKL yang saya ajukan secara online tidak diproses (mungkin karena banyaknya berkas yang masuk, sehingga email tertimbun dengan email lainnya).
Jika mengalami hal seperti ini, segera email kembali ke alamat email pengajuan SKL untuk mengkonfirmasi status SKL yang diajukan (Saya mengkonfimasi status SKL sampai tiga kali).

2. Lakukan pembayaran wisuda
Pembayaran wisuda dapat dilakukan langsung ke teller bank atau via atm/banking. Berikut tahapannya:
Melalui Teller Bank BNI:
* Mahasiswa datang ke Bank BNI
*Isi form/slip pembayaran di Bank BNI. Masukkan nomor Virtual Account (VA) kamu pada bagian rekening tujuan.
*Lakukan pembayaran sesuai tagihan (Rp 525.000).
*Foto copy dan simpan bukti pembayaran.

Melalui ATM BNI:
*Masukkan kartu ATM
*Pilih menu transfer ke Bank BNI, lalu masukkan 16 digit nomor VA kamu.
*Masukkan nominal pembayaran sesuai tagihan.
*Periksa kembali jumlah pembayaran lalu tekan Ok/Ya.

Melalui ATM selain BNI:
*Masukkan kartu ATM.
*Pilih menu antar Bank, lalu cari kode transfer Bank BNI (009).
*Masukkan kode tansfer Bank BNI dan nomer VA masing-masing mahasiswa.
*Masukkan nominal pembayaran sesuai tagihan.
*Periksa kembali jumlah tagihan tersebut, lalu tekan Ok/Ya.

Langkah pembuatan VA:
Tambahkan angka 8628+03151171234 (contoh invoice saat pembayaran spp/ukt)+ 0
Nomor VA yang digunakan untuk pembayaran wisuda menjadi:
8628031511712340=> jika jumlah VA kurang dari 16 digit, maka bisa ditambahkan angka 0 lagi pada bagian belakangnya.

Perhatian:
*Jika transaksi tidak bisa dilakukan, berarti ada kesalahan dalam penulisan nomor VA.
*Nama penerima adalah nama mahasiswa, nomor VA akan diterbitkan sesuai dengan NRP dan nama mahasiswa.
*Pastikan dengan benar nominal pembayaran wisuda sesuai dengan tagihan, karena nominal tagihan tidak muncul dalam layar tagihan.
*Nomor VA dikhususkan untuk pembayaran wisuda saja.

3. Foto Calon Wisuda
Ketentuan foto:
*Foto setengah badan dengan background berwarna putih.
*Menggunakan almamater IPB/jas berwarna hitam/gelap. Menggunakan dasi untuk pria dan jilbab berwarna hitam/gelap untuk wanita.
*File foto dalam bentuk jpg dengan ukuran di atas 1.5 Mb dan foto tidak perlu di crop.
*Pencantuman logo IPB di foto akan dilakukan oleh Dit.APPMB.
*Kirimkan foto ke alamat email madendoel@gmail.com, mastardjotea@ymail.com dan CC ke triyudiwidayanti@gmail.com

4. Masuk ke alamat Simak IPB
Jika semua langkah di atas sudah selesai, kemudian login ke SIMAK IPB menggukan ID mahasiswa. Kemudian klik menu pendaftaran wisuda. Kemudian isi survey kepuasan wisudawan SKW), kemudian refresh ulang. Jika pada bagian atas masih ada tulisan merah "ANDA BELUM DAPAT MELAKUKAN PENDAFTARAN WISUDA" yang dikarenakan beberapa poin dalam syarat pendaftaran wisuda yang belum tercentang sehingga proses pendaftaran wisuda belum bisa dilakukan. Maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan:
*Menghubungi bagian pelayanan mahasiswa (misalnya pusat pelayanan pascasarjana). Jelaskan secara rinci mengenai SKL yang belum secara otomatis dikenali sistem. Jika sudah mendapat balasan, anda akan diminta untuk menyerahkan(email/wa) tiga persyaratan, agar SKL terverifikasi oleh sistem:
a. SKL yang dimiliki
b.Form distribusi Tesis/Disertasi atau Surat Pernyataan kesanggupan penyerahan Tesis/Disertasi saat kondisi sudah normal, yang diketahui oleh ketua komisi pembimbing.
c. Judul Tesis/Disertasi, bahasa Indonesia dan Inggris.
Jika sudah mengirimkan persyaratan di atas, maka tinggal menunggu sampai verifikasi SKL di proses.
* Pembayaran wisuda akan di proses selama 1x24 jam kerja, jika lebih dari waktu tersebut dapat menghubungi Student Center sehingga poin pembayaran wisuda akan diverifikasi sintem. Jika tidak ditanggapi dapat mengirimkan pesan ke @dappmb.
*Pada saat pengiriman foto calon wisuda menggunakan email, maka akan menerima balasan email:
a. Foto sudah kami terima tetapi belum bisa di upload ke SIMAK, pastikan SKL sudah di entri di fakultas dan sudah melakukan pembayaran=> jika menerima balasan seperti ini maka lakukan konfirmasi ke bagian pusat layanan.
b. Foto sudah kami terima dan sudah di upload. Silahkan memproses pendaftaran wisuda dengan mengisi form pendaftaran dan upload berkas yang dipersyaratkan melalui SIMAK serta melakukan pembayaran (abaikan email ini jika sudah upload berkas dan melakukan pembayaran).

Jika poin SKL, pembayaran wisuda, foto dan SKW sudah diverifikasi sistem, maka kamu akan masuk ke halaman pendaftaran wisudan beserta dengan upload beberapa syarat yang dibutuhkan:
a. Ijazah S1
b. Transkrip nilai sementara (S2)
c. Surat kelulusan (SKL)
d. Abstact Tesis (bahasa inggris)
e. Lembar persetujuan Tesis

*Semua file dalam bentuk jpg, kecuali transkrip nilai (pdf). Setelah selesai submit berkas, akan muncul pratinjau draft ijazah. Baca dengan benar setiap bagiannya, pastikan tidak ada yang salah, baik dalam penulisan nama, tempat-tanggal lahir dan hal lainnya, karena tidak ada perbaikan untuk cetak ulang ijazah. Setelah semua benar, centang bagian persetujuan. Maka akan muncul nomor urut pendaftaran wisuda, untuk memastikan bahwa klik bagian CETAK NOMOR PENDAFTARAN.  Selanjutnya akan muncul nomor pendaftaran wisuda, yang berisi nama, nim, program studi, jadwal pengambilan undangan dan toga, nomor urut pendaftaran wisuda, serta foto . Jika semua bagian terisi, maka proses pendaftaran telah selesai, dan download bukti pendaftaran tersebut.
Pastikan semua informasi diri sudah tercantum saat pencetakan nomor pendaftaran, termasuk foto.
*Namun, jika pada kartu wisuda tidak terdapat semua keterangan, alias masih kosong, maka hubungi  @dappmb.
*Jika masih mengalami kendala/kesulitan dalam menyelesaikan pendaftaran wisuda, saya sarankan  untuk menanyakan ke @dappmb.
*Saat ini pendaftaran wisuda yang dibuka untuk tanggal 12 Agustus, segera mendaftar jika semua persyaratan sudah terpenuhi.
*Harap bersabar saat pengurusan SKL, verifikasi pembayaran, verifikasi foto dan pendaftaran wisuda, karena memang komunikasi hanya melalui email dan instagram, sehingga membutuhkan waktu yang lama.

Tes SKD di Wahana Ekpresi Pusponegoro

Ujian negara, begitu saya menyebut untuk tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Pendaftaran CPNS dibuka secara online sejak tanggal 11 November 2019. Beberapa tahapan yang harus dilewati oleh peserta diantaranya submit berkas-berkas persyaratan yang diminta oleh masing-masing instansi yang di tuju, mengikuti tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) untuk peserta yang lolos pemberkasan, tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), dan pengumuman hasil tes CPNS yang dilakukan sekitar tanggal 1 Mei 2020.

Waktu pelaksanaan tes SKD diadakan berbeda di beberapa wilayah di Indonesia. Misalnya saja untuk formasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tes ini dilaksanakan pada akhir Januari, sementara di beberapa wilayah di Jawa Timur,  dilaksanakan pada akhir Februari. 

Pelaksanaan SKD untuk wilayah Pantura-Pantai Utara (Kabupaten Bojonegoro, Tuban, Lamongan dan Gresik) terpusat di Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP) Gresik dengan hari pelaksaaan yang berbeda setiap kabupatennya. Dalam satu hari terbagi menjadi lima sesi yang dimulai pukul 08.00 WIB (untuk sesi pertama) , dan sesi terakhir dimulai pada pukul 16.30 WIB. 
WEP, Lokasi tes SKD di wilayah Pantura
Sebelum melaksanakan tes SKD, peserta akan melalui tahap registrasi dengan memberikan kartu ujian CPNS (untuk peserta dan panitia) yang sebelumnya sudah di download di akun pendaftaran. Sebelum memasuki ruang registrasi peserta harus menuliskan nomor urut dan nomor meja registrasi pada bagian pojok kanan kartu ujian khusus panitia. Penulisan ini bertujuan untuk memudahkan peserta mencari meja registrasi serta saat tandatangan absensi kehadiran. Setelah melalui tahap registrasi, peserta akan dicek untuk hanya membawa KTP dan kartu peserta ujian (dilarang memakai perhiasan, jam tangan, bros kerudung, japit rambut dan ikat pinggang). Pemeriksaan ini akan dilakukan oleh petugas perempuan dan petugas laki-laki, yang kemudian diperiksa kembali dengan alat metal detector

Keseluruhan peserta akan menunggu di ruang tunggu, sampai waktu ujian yang dijadwalkan dimulai. Selanjutnya peserta akan memasuki ruang ujian. Di ruang ujian sudah disediakan alat tulis (pensil/ballpoint dan kertas buram yang sebelumnya diberikan pada saat di ruang tunggu) dan tentu saja seperangkat laptop/komputer sebagai perangkat tes online. Peserta akan duduk di kursi yang telah disediakan. 

Petugas akan memberikan arahan bagaimana cara mengoperasikan komputer, cara mengisi jawaban yang dipilih, mengubah jawaban, dan terakhir selesai proses ujian. Panduan tersebut disajikan dalam bentuk video singkat, sehingga peserta lebih memahami. Selain cara pengoprasian, petugas juga menjelaskan batas passing grade  (batas nilai minimal sehingga peserta dinyatakan lulus tahap SKD).

Sebanyak 100 pertanyaan disajikan dalam tes ini, yang terdiri dari tiga jenis tes, yaitu Tes wawasan kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum(TIU) ,Tes Karakteristik Pribadi (TKP), dengan nilai passing grade yang berbeda, yaitu masing-masing 65, 80, dan 126.

Sebelum ujian dimulai peserta diharuskan memasukkan nomer NIK KTP, nomer peserta ujian, pin peserta (yang didapatkan pada saat registrasi), dan memasukkan pin sesi (tertera pada layar monitor, dengan pin sesi yang berbeda dengan sesi yang lainnya).

Setelah penjelasan dari petugas selesai, maka peserta bisa memulai proses tes. Pada bagian atas akan tertulis nama, jumlah soal, jumlah pertanyaan yang sudah dijawab, jumlah pertanyaan yang belum dijawab, dan sisa waktu yang dimiliki (jumlah waktu keseluruhan 90 menit).

Jika peserta sudah selesai mengisi semua soal, peserta dapat meng-klik tombol selesai atau membiarkan sampai waktu habis, dan sistem akan menutup secara otomatis, selanjutnya akan muncul perolehan nilai  yang didapatkan. Jika nila melewati passing grade yang ditentukan, maka peserta dinyatakan lolos pada tahap ini. 

Selesai tahap SKD, peserta akan melanjutkan kembali tahap SKB dengan waktu pelaksanaan yang berbeda untuk setiap instansinya (25 Maret 2020 hingga 10 April 2020). Pada tahap ini peserta akan melakukan tes lanjutan. Peserta yang akan mengikuti tes SKB, berdasarkan tingkat ranking yang didapatkan. Nilai peserta yang lolos SKD akan diolah terlebih dahulu, sehingga didapatkan ranking tertinggi dari berbagai titik lokasi tes. Jadi ada kemungkinan, peserta lolos SKD, namun terdapat peserta lain yang memiliki nilai yang lebih tinggi, maka mereka yang memiliki potensi besar untuk mengikuti SKB. Tes SKB akan memilih satu peserta atau lebih, sesuai kebutuhan dari masing-masing formasi yang dipilih.

6 Jenis Minuman Populer Saat Musim Hujan

Hujan turun hampir setiap hari di kota yang terkenal dengan sebutan Kota Hujan ini. Tidak heran memang, Bogor memang memiliki curah hujan yang lebih tinggi dibanding dengan kota lain di Indonesia. Namun, untuk tetap bisa menikmati rinai hujan yang turun ini, dapat dilakukan dengan menikmati secangkir minuman penghangat tubuh. Di Indonesia sendiri jenis minuman penghangat tubuh banyak sekali, enam diantaranya di bawah ini.

1. Bir Kotjok
Bir? Tenang Halal kok. Minuman penghangat tubuh ini memang aneh terdengar, dari namanya saja terlihat seperti minuman keras yang dilarang itu. Namun, minuman ini 100% berasal dari tanaman rempah, jadi aman dikonsumsi.

Bir kotjok merupakan minuman khas kota Bogor, yang hanya bisa ditemukan di kota Bogor, tepatnya di sepanjang Jl.Surya Kencana Bogor. Mengapa disebut bir, padahal bahan pembuatnya berasal dari herbal? karena ketika minuman ini disajikan, terdapat buih di bagian atas. Buih ini dihasilkan karena sebelum disajikan, minuman ini di kocok terlebih dahulu, beberapa kali sehingga munculah buih di bagian atas, mirip bir.


100% Halal
Bir kotjok terbuat dari campuran beberapa tanaman herbal, diantarnya jahe merah, kayu manis, gula aren, dan cengkeh. Campuran bahan-bahan ini cukup membuat badan hangat meskipun disajikan dalam keadaan dingin sekalipun. Jika kamu pernah minum jamu keliling, rasa minuman ini seperti minuman jahe yang diberikan penjual saat terakhir minum jamu.

2. Susu Jahe Merah
Sesuai dengan namanya, minuman ini merupakan campuran dari susu, jahe merah, gula merah dan air. Minuman ini sangat mudah ditemukan, tidak saja saat musim hujan, musim panas pun juga ada. Bahkan saat ini, susu jahe sudah dijual dalam bentuk minuman instan yang langsung seduh. Namun, menurut saya rasa jahe pada minuman instan kurang terasa, lebih dominan pada rasa manis. Minuman susu jahe merah dapat dijadikan obat ketika tenggorokan sakit atau saat badan sedang tidak sehat.
Susu jahe merah instan juga ada (Pict by Kaskus.co.id)
3. Tahwa
Banyak orang menyebut minuman ini dengan makanan, karena memang terbuat dari bahan dasar kedelai, yang bentuknya mirip dengan tahu, namun teksturnya lebih lembut seperti puding. Tahwa merupakan jenis makanan kecil yang berasal dari China. Di Indonesia, makanan ini sangat terkenal di Jawa Timur, terutama di kota Surabaya. 
Enak dinikmati saat musim hujan (Pict by pergikuliner.com)
Tahwa disajikan disebuah mangkuk, dengan siraman kuah jahe panas dan toping kacang tanah sangrai dan cakwe. Tahwa ini sangat mudah dijumpai, karena banyak penjual yang menjajakanya dengan berkeliling di kampung-kampung. Tahwa memiliki banyak nama diantaranya Tahwa/Tawa/Tauhua/Kembang Tahu.

4. Wedang Ronde
Pernah coba wedang ronde? Selain karena rasa minuman yang enak, bentuknya yang unik menjadi daya tarik tersendiri  bagi pembeli untuk mencoba minuman ini. Ditinjau dari namanya wedang memiliki arti minuman, sedangkan ronde adalah bola-bola warna-warni yang terbuat  dari tepung ketan. Wedang ronde ternyata bukan minuman asli dari Indonesia, melainkan dari negara tirai bambu, China. Ronde dibuat dari bahan utama tepung ketan yang dibentuk bulat yang di dalamnya berisi kacang, gula merah, atau tanpa isian. Wedang dibuat dari campuran jahe, air dan gula merah.
Ini wedang ronde ya, bukan bakso :D (Pict by idntimes)
Wedang ronde biasanya disajikan di sebuah mangkuk, dengan isian ronde, potongan roti tawar, kolang-kaling, kacang tanah sangrai yang kemudian disiram dengan kuah jahe panas.

5. Wedang Angsle
Minuman khas kota Malang ini menjadi minuman penghangat badan yang wajib kamu coba ketika berada di kota yang terkenal dengan sebuatan Bumi Arema ini. Angsle dan Ronde ibarat sahabat sejati yang tidak dapat dipisahkan. Di mana ada angsle, di situ juga ada ronde. Penjual biasanya menjual dua jenis minuman ini dalam satu gerobak/warung.
Sudah pernah coba? Pict by albarokah.co.id)
Kuah/wedang untuk angsle dibuat dari campuran santan, daun pandan, jahe, gula pasir, dan garam. Minuman ini memiliki isian yang lebih beragam seperti roti tawar, kacang hijau, ketan putih, sagu mutiara, kolang-kaling dan petulo (menyerupai kue putu mayang yang berbentuk seperti mie, terbuat dari tepung beras, tepung tapioka, atau sagu). 

6. Wedang Jahe
Minuman keenam ini yang paling mudah dicoba, apalagi buat anak kos. Cukup dengan mencampurkan gula, jahe dan air, minuman penghangat tubuh ini siap disajikan. Mudah dan enak diminum saat hujan atau saat badan sedang kurang sehat.
Minuman yang paling mudah dibuat (Pict by doktersehat.com)

Empat Kali Sidang Untuk Sebuah Gelar Baru

Setiap pilihan akan  memiliki konsekuensinya masing-masing. Termasuk ketika memutuskan untuk melanjutkan kuliah. Ada masa adaptasi berat yang harus dilewati, begadang malam yang menjadi 'makanan' sehari-hari, tidur yang menjadi hal sederhana yang sangat dirindukan waktunya, penyelarasan ritme perkuliahan yang berbeda dengan sebelumnya dan lain sebagainya. Sehingga bagaimanapun perjuangan itu, menjadi episode yang harus diselesaikan. Dan berikut perjalanan yang harus dilewati mahasiswa pascasarjana program master untuk dinyatakan selesai, lulus dan mendapatkan gelar baru.

1. Sidang komisi kesatu
Sidang komisi kesatu biasanya diadakan di akhir semester 2 atau bisa lebih cepat. Sidang pertama ini merupakan pertemuan perdana mahasiswa dengan para dosen pembimbing (2-3 dosen pembimbing). Pada kondisi ini, mahasiswa akan menentukan rencana penelitian termasuk di dalamnya judul yang akan diambil, penentuan parameter yang akan di uji dan berbagai hal yang berkaitan dengan penelitian.

Setelah sidang komisi kesatu selesai. Mahasiswa akan mulai mengurus kolokium. Kolokium merupakan seminar rencana penelitian (proposal penelitian). Mahasiswa akan mempresentasikan rencana penelitian kepada dosen pembimbing dan mahasiswa (peserta) yang hadir. Peserta kolokium akan membawa kartu bukti keikutsertaan kolokium, sehingga pada saat ini jumlah peserta akan selalu banyak (minimal 10-15 orang). Mayoritas peserta kolokium berasal dari program studi yang sama.
Selebrasi atas perjuangan yang telah dilalui (in frame Hylda Khairah Putri)

2. Sidang komisi kedua
Hasil penelitian akan dipresentasikan pada saat sidang komisi kedua ini. Pada saat ini mahasiswa akan menjabarkan hasil penelitian kepada dosen pembimbing. Jika hasil yang diperoleh sesuai dengan yang dihipotesiskan atau sesuai dengan tujuan dalam penelitian, maka akan ditentukan kesepakatan waktu untuk seminar hasil. Namun, jika hasil penelitian tidak sesuai, maka harus melakukan uji ulang, atau bahkan yang lebih parah, penelitian ulang.
Seminar hasil dilakukan di gedung pascasarjana, berbeda dengan saat kolokium yang dilakukan di departement/prodi fakultas masing-masing. Ruangan yang digunakan untuk seminar hasil dibedakan berdasarkan dengan bidang/topik penelitian yang diambil, diantaranya ilmu kehewanan, ilmu keteknikan, ilmu sosial, ilmu ekonomi, dan ilmu tumbuhan.  Pada tahap ini peserta seminar hasil berasal dari berbagai program studi yang ada di IPB University. Misalnya anda mengambil ilmu hewan, maka peserta yang hadir bisa saja berasal dari program studi statistika terapan, etomologi, ilmu pangan, teknologi pertanian, ilmu kelautan, dan lain sebagainya. Sehingga pertanyaan yang  ditanyakan oleh peserta akan beragam, mulai dari hal yang dasar sampai yang memerlukan jawaban lebih detail.
Seminar hasil ini dihadiri oleh semua dosen pembimbing (jika semua bisa hadir, minimal satu dosen pembimbing yang hadir), moderator yang akan memimpin jalannya seminar hasil ditentukan oleh pasca (beberapa moderator terkenal dengan tegas dan sulitnya memberikan nilai kepada mahasiswa), dan para peserta (baik yang mengambil program master atau doktor).

3. Sidang komisi ketiga
Setelah seminar hasil selesai. Mahasiswa harus segera menyerahkan hasil revisi draft seminar ke bagian pusat pelayanan pasca, agar nilai seminar dapat segera masuk/diinput (maksimal 7 hari setelah tanggal seminar hasil). Selanjutnya mahasiswa akan bertemu dosen pembimbing dalam sidang komisi ketiga. Pada sidang ini, akan ditentukan waktu sidang terakhir dan siapa dosen luar komisi yang akan menjadi penguji dalam sidang terakhir. Tidak berhenti dalam tahap ini, mahasiswa harus mengurus GKM (Gugus kendali mutu), yaitu penyerahan draft ujian akhir thesis kepada ketua GKM. Draft ini akan diperiksa dan selanjutnya akan dinyatakan layak tidaknya draft tersebut digunakan saat sidang akhir. Jika ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, maka harus diperbaiki pada tahap ini.

Sidang komisi ketiga dan GKM menjadi optional dibeberapa fakultas/prodi (program studi). Setelah seminar hasil, biasanya langsung penentuan waktu untuk sidang terakhir. Namun, berbeda dengan beberapa fakultas yang memang melaksanakan tahapan sesuai prosedur/tahapan yang semestinya.

4. Sidang Terakhir
Setelah semua tahapan terlewati, maka sidang ini menjadi sidang terakhir yang harus dilewati oleh mahasiswa pasca program master (S2). Sidang terakhir dilakukan selama kurang lebih 2-3 jam. Pada tahap ini jumlah dosen penguji sebanyak 5 orang (berbeda setiap mahasiswa), yaitu 3 orang dari dosen pembimbing, 1 orang dari program studi, dan 1 orang dosen penguji luar komisi.

Pada tahap ini, mahasiswa akan ditanyai seputar topik penelitian secara lebih detail. Selain itu pertanyaan lain atar laboratorium juga menjadi bagian dari pertanyaan. Misalnya saja topik penelitian yang diambil tentang nutrisi ikan, maka pertanyaan lain seputar lingkungan, penyakit, reproduksi dan pertanyaan lain yang berhubungan dengan penelitian akan ditanyakan. Maka setelah semua pertanyaan selesai, mahasiswa akan diminta ke luar ruangan untuk sementara (10-15 menit), di mana penguji akan mendiskusikan hasil sidang terakhir tersebut. Dan setelah masuk ruangan mahasiswa akan dinyatakan untuk LULUS BERSYARAT dan TIDAK LULUS (mengulang sidang akhir).

Lulus bersyarat menjadi pengumuman yang didapatkan saat sidang terakhir yang menandakan mahasiswa belum sepenuhnya lulus, yaitu sampai mereka menyerahkan hasil revisian draft tesis kepada dosen penguji sidang, kaprodi (GKM), dan dosen pembimbing. Jika sudah disetujui maka tesis bisa dicetak, kemudian meminta tandatangan pembimbing dan kaprodi. Tesis yang sudah jadi selanjutnya didistribusikan ke masing-masing pembimbing, prodi dan perpustakaan. Jika mahasiswa sudah sampai pada tahap ini, maka selanjutnya harus mengurus SKL (surat kelulusan) yang akan digunakan nantinya untuk mendaftar wisuda. Di dalam tesis akan tertera dua tanggal yang berbeda, tanggal sidang dan tanggal lulus yaitu tanggal yang sama dengan saat penyetoran tesis ke pusat pelayanan pascasarjana. Jadi, tanggal resmi kelulusan adalah tanggal penyetoran tesis ke pusat pelayanan pasca, bukan saat sidang akhir.
 
Seperti itulah tahapan yang dilewati oleh mahasiswa pascasarjana program master di IPB University. Mungkin akan sama atau berbeda dengan kampus-kampus lainnya.

Cara Mudah Menjelajah Jabodetabek dengan Commuter Line

Bepergian antar wilayah, khususnya di pulau Jawa, dapat dengan mudah dilakukan dengan menggunakan moda transportasi kereta api. Tentu saja alasan yang mendukung karena harga tiket kereta api yang jauh lebih murah dibandingkan dengan menggunakan pesawat, apalagi jika menggunakan kereta api ekonomi. Hal ini lah yang menjadi alasan kenapa moda transportasi kereta api masih menjadi pilihan bagi banyak orang.
Commuter Line Jabodetabek
Selain kereta api, di kota super sibuk seperti wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang,  Bekasi) terdapat moda transportasi Commuter Line atau lebih terkenal dengan sebutan KRL Commuter Line. KRL merupakan layanan kereta rel listrik yang beroperasi di bawah komando PT. KAI Commuter Indonesia (KCI) yang merupakan anak perusahaan dari PT. Kereta Api Indonesia (KAI). 

Sejarah Singkat Commuter Line
Rencana elektrifikasi jalur kereta api sudah digaungkan sejak tahun 1917 oleh perusahaan kereta api milik Hindia Belanda Staatsspoorwegen (SS) dan pembangunan jalur elektrifikasi mulai dibangun pada tahun1923, kemudian kereta listrik mulai beroperasi di Indonesia sejak tahun 1925 yang melayani jalur Tandjong Priok-Meester Cornelis (Jatinegara). Dikarenakan kondisi Indonesia yang tidak kondusif, jumlah penumpang yang menurun tajam, dan ternyata penggunaan kereta rel listrik menyebabkan kemacetan, maka Presiden Soekarno memerintahkan Gubernur Sudiro untuk menghapuskan trem listik pada tahun 1960. Dan pada tahun 1972 kereta listrik kembali beroperasi.
Rute Commuter Line Jabodetabek (Pic by krl.co.id)
Bepergian dari suatu tempat ke tempat lain di wilayah Jabodetabek tidak pernah saya bayangkan akan sangat mudah. Salah satu hal yang membuat mudah adalah moda transportasi KRL Commuter Line yang hanya ada di wilayah ini.  KRL memiliki 6 jalur utama dan 13 relasi yang melayani wilayah Jabodetabek dan Lebak. Sehingga, akan sangat mudah untuk bepergian dari satu tempat ke tempat lain di wilayah ini.
Untuk bisa menikmati moda transportasi ini, tentu saja penumpang harus membeli tiket. Yang berbeda dengan tiket kereta api biasa yang berbentuk kertas, KRL menerapkan tiket elektronik. Ada 4 jenis tiket yang berlaku, diantaranya Multi trip dan Single trip, Tiket Harian Berjamin (THB), Kartu Multi Trip (KMT), dan Kartu Pra bayar Bank.

Kartu Multi Trip dan Single Trip
Kartu Multi Trip dan Single Trip mulai digunakan pada tahun 2013, yang sebelumnya menggantikan Kartu Trayek Bulanan (KTB)/Kartu Langganan Sekolah (KLS). Kartu ini digunakan sebagai pengganti uang tunai yang digunakan untuk transaksi perjalanan menggunakan KRL dalam bentuk kartu sekali pakai (Single Trip) dan pra bayar (Multi Trip).

Tiket Harian Berjaminan (THB)
Salah satu kekurangan dari katu Single Trip adalah sering hilangnya tiket perjalanan yang dialami penumpang. Untuk mengatasi hal tersebut, maka diterapkanlah Tiket Harian Berjaminan (THB). Sebelum naik KRL, penumpang harus membeli tiket pada loket atau mesin yang disediakan di setiap stasiun KRL. Harga yang harus dibayarkan oleh penumpang, meliputi tarif perjalanan dan tarif jaminan kartu (yang jika sewaktu-waktu tiket hilang, PT. KCI tidak mengalami kerugian). Misalnya harga tiket yang diharuskan sejumlah Rp 16.000 (6000 tarif perjalanan Bogor-Buaran=>bisa berbeda tergantung stasiun tujuan, dan Rp 10.000 uang jaminan kartu). Setelah sampai di stasiun tujuan, tiket ini dapat disetorkan kembali di loket tujuan, dan penumpang akan menerima uang Rp 10.000 sebagai uang jaminan kartu.

Kartu Multi Trip (KMT)
Penggunaan THB juga tidak terlepas dari kendala yang dihadapi yaitu saat penukaran tiket dan uang jaminan maka akan menimbulkan antrian panjang, terutama pada stasiun besar dan saat liburan, yang jumlahnya cenderung banyak pada saat itu. Maka hadirlah Kartu Multi Trip (KMT) yang memudahkan untuk penumpang. Penumpang dapat membeli kartu ini pada stasiun KRL yang tersedia dengan harga Rp 45.000-Rp 50.000 dengan isi saldo di dalam kartu Rp 20.000-Rp 25.000. Jika saldo habis, penumpang dapat mengisi ulang pada mesin khusus untuk kartu jenis ini yang juga terdapat di stasiun.

Kartu Pra bayar Bank
Penggunaan KMT juga tidak lepas dari kendala, yaitu mengantrinya penumpang untuk mengisi saldo kartu, dikarenakan jumlah mesin khusus KMT yang sedikit, sementara jumlah penumpang yang mulai banyak memiliki kartu jenis ini. Dan kemudian muculah jenis kartu pra bayar bank. Kartu jenis ini sudah banyak dikeluarkan oleh bank-bank yang ada di Indonesia. Beberapa bank mengeluarkan jenis kartu elektronik yang dapat digunakan untuk berbagai transaksi, misalnya untuk naik TransJakarta, membeli minuman di Vending Machine, membayar tol, naik kereta KRL (Misalnya kartu Tap Cash yang dikeluarkan oleh Bank BNI) dan untuk keperluan lainnya.

Pembelian kartu ini dapat dilakukan di bank-bank yang mengeluarkan berbagai jenis kartu elektronik. Harga kartu ini tidak jauh berbeda dengan KMT, namun beberapa hanya membeli kartunya saja tanpa ada isi saldo di dalamnya (untuk kartu Tap Cash BNI, saya membeli dengan harga Rp 20.000 tanpa ada isi saldo). Untuk mengisi saldo kartu dapat dilakukan di ATM di bank masing-masing.
Pembelian kartu THB
Saat ini, di beberapa Stasiun KRL, sudah tidak menerapkan kartu Multri Trip dan Single Trip yang sudah sepenuhnya menerapkan KMT dan kartu prabayar bank. Mungkin, hal ini lebih efektif untuk menghindari antrian penumpang di loket pengembalian kartu serta menjaga kondusifitas perjalanan.

Semoga moda transportasi seperti ini juga ada di daerah lain di Indonesia, selain karena mengurangi kemacetan, murah untuk tarif perjalanan serta memudahkan untuk berpergian.

Oh ya, satu lagi. KRL Commuter Line dilengkapi dengan gerbong khusus wanita yang berada di gerbong paling depan dan belakang. Jadi lebih aman untuk kaum hawa. Meskipun berdesak-desakan masih di antara para wanita, meskipun kewaspadaan akan pencopet barang-barang berharga terus dilakukan.

Jadi, ingin menjelajah wilayah Jabodetabek dengan mudah? moda transportasi KRL pilihan tepatnya. Penumpang tinggal memilih daerah yang ingin dikunjungi, kemudian membeli tiket THB (kalau belum memiliki KMT/ kartu prabayar dari bank), melakukan tap in kartu pada mesin masuk area KRL, melakukan perjalanan, dan terakhir jika lokasi yang di tuju masih jauh penumpang dapat menyambung dengan moda transportasi lainnya. Mudah bukan.
Tap kan kartu pada mesin yang ada di pintu masuk dan keluar KRL Commuter Line

Fast Track, Kuliah 5 Tahun S1-S2 di IPB University

Jika di SMA kita mengenal istilah akselerasi, sekolah 3 tahun menjadi 2 tahun, maka di dunia perkuliahan terdapat istilah Fast track. Fast track merupakan program sinergi percepatan perkuliahan S1 dan S2 hanya selama 5 tahun, yang seharusnya 6 tahun (4 tahun untuk S1 dan 2 tahun untuk S2) untuk waktu normal.  

Ketua program studi akan mensosialisikan program Fast track kepada mahasiswa tahun ke-3, yang di mana pada tahun ini kegiatan perkuliahani di kelas akan selesai, digantikan dengan penelitian, KKN (Kuliah kerja nyata) atau magang. Nah pada saat  inilah pengajuan untuk mengambil kelas Fast track dilakukan sejak semester 6 akhir. Form pendaftaran dapat di peroleh di Tata Usaha departemen. Selanjutnya setelah memenuhi beberapa prasyarat, salah satunya nilai IPK minimum 3.50, maka mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan S2 pada saat semester 7.

Memasuki semester 7, mahasiswa akan memiliki banyak sekali tugas yang harus diselesaikan. Selain tugas penelitian S1 yang harus sudah di mulai, serta tugas kuliah S2 yang berjibun jumlahnya. Pada saat inilah, keputusan untuk mengambil Fast track akan terasa berat.

Memasuki semester 7 (S1), mahasiswa harus sudah deal untuk judul dan rencana penelitian yang akan dilakukan. Pada tahap ini, mahasiswa akan menyusun proposal penelitian. Apa saja parameter penelitian yang akan diambil, yang akan membedakan dari S1 dan S2 (biasanya garis besar topik yang diambil sama ataupun bisa juga berbeda saat S1 dan S2). Setelah mendapat persetujuan dari dosen pembimbing, mahasiswa dapat memulai penelitian pada semester ini.
Mau pilih program yang reguler atau fast track ? (Pict. by Fisip.unand)

Selain running penelitian, mahasiswa juga akan mengikuti perkuliahan S2 (semester 1). Memasuki perkuliahan semester 1 akan banyak sekali tugas perkuliahan yang harus diselesaikan, baik tugas pribadi ataupun kelompok. Pada saat tugas kelompok ini, mahasiswa fast track harus bisa memanagemen waktu dengan baik antara penelitian dan tugas yang terkadang membutuhkan waktu untuk berkumpul dan berdiskusi, sementara penelitian sedang running (misal sedang kultur bakteri, sampling dan lainnya).

Lepas penelitan S1, mahasiswa akan memulai untuk menyusun skripsi sebagai tugas akhir yang harus diselesaikan. Jika lancar, maka seminar hasil dan sidang dapat dilakukan di semester 8. Pada saat ini mahasiswa bisa mendaftar wisuda S1. 

Memasuki semester 2 (S2), mahasiswa akan dihadapkan dengan kegiatan perkuliahan dan sidang komisi 1 yang mana akan membahas tentang rencana penelitian (jika ada perubahan dengan pembahasan saat S1). Pada semester 3 mahasiswa bisa melakukan kolokium (seminar proposal) dan penelitian dan semester 4 untuk penulisan thesis, sidang, dan wisuda. 

Mahasiswa yang mengambil fast track dituntut untuk kuliah tepat waktu 5 tahun, jika lebih maka status perkuliahannya dianggap reguler, seperti mahasiswa biasa lainnya. Selain lulus S1 dan S2 dalam waktu 5 tahun, keuntungan lainnya dari fast track yaitu dari segi pembiayaan. Pada saat mahasiswa semester 7 dan 8, mereka tidak membayar perkuliahan S2 pada semester 1 dan 2.

Jika pada saat semester 8 (S1) mahasiswa mundur dari program Fast trackk, maka nilai saat semester 1 (S2) akan tetap tersimpan. Jika nantinya mahasiswa tersebut ingin melanjutkan S2 jalur reguler di tahun yang berbeda, maka nilai-nilai tersebut masih bisa digunakan, tanpa harus mengambil perkuliahan ulang untuk mata kuliah yang sama. 

Untuk teman-teman yang saat ini mengambil program Fast track, semoga dikuatkan dan dimampukan untuk menyelesaikan amanah baru yang dipilih ini.

Barcode, Sistem Presensi Online 4.0 IPB

Era 4.0 menjadi salah satu era di mana penggunaan teknologi diterapkan di berbagai sektor kehidupan manusia. Misalnya saja dalam bidang perikanan saat ini beberapa budidaya skala besar telah menggunakan alat yang digunakan untuk memberikan pakan ikan secara otomatis, penggunaan hormon reproduksi buatan, monosex ikan dan lainnya. Dalam bidang pertanian, banyak sekali teknologi hasil panen yang digunakan untuk mengefisienkan tenaga serta biaya.  Hal lainnya dari bidang pertanian digunakannya alat untuk mengukur kebutuhan pupuk setiap komoditas tanaman, sehingga lebih tepat untuk pertumbuhan dan pembentukan buah.
Barcode, sistem presensi terkini IPB University (Pict. metropolitan.id)

Salah satu upaya penerapan revolusi 4.0 di IPB University yaitu penggunaan presensi online yang merupakan bagian dari program Green Campus 2020. Penggunaan kayu sebagai bahan kertas akan sedikit terkurangi dengan diterapkannya sistem absensi ini. Paperless menjadi salah satu keuntungannya, mengurangi biaya pembelian kertas, mengurangi tempat penyimpanan berkas, dan lebih mudah untuk mengetahui jumlah kehadiran mahasiswa tanpa harus merekap/menghitung ulang absensi. Bagi mahasiswa, tentu saja akan lebih tepat waktu untuk hadir karena scan QR code (quick response) dilakukan di awal perkuliahan.

QR code akan dipindai dengan menggunakan aplikasi IPB Mobile for Student. Setelah terpindai sintem akan mencatat waktu kehadiran, koordinat dari perangkat hp mahasiswa dan tentu saja memindai kehadiran mahasiswa. Pemindaian kode QR harus dilakukan dengan login terlebih sistem WiFi kampus yaitu IPB ACCESS atau eduroam. (Cara login IPB ACCESS dan eduroam).

Penggunaan presensi online telah diterapkan IPB University pada mahasiswa angkatan 56  yang berkuliah di gedung CCR (Common class room) sejak tanggal 12 Agustus 2019. Pada saat itu QR code di masih di cetak di kertas yang kemudian disebarkan di setiap kelas. Awal penerapan sistem  Namun, saat ini mulai semester genap 2019/2020, QR code ditampilkan pada layar proyektor yang terdapat dimasing-masing kelas. Beberapa kendala dari diterapkannya sistem ini adalah beberapa laptop dosen belum terkoneksi dengan IPB ACCESS atau eduroam, jika layar LCD terlalu terang QR code tidak bisa terbaca, serta untuk absensi online masih membutuhkan waktu 10-15 menit.

Penerapan presensi online ini tidak hanya untuk mahasiswa, namun juga diterapkan kepada pegawai IPB dengan login terlebih dahulu ke sistem kehadiran yang sudah disiapkan oleh IPB University. Setlah melakuan login, akan tertera nama, fakultas, golongan, kode finger print, dan data presensi. Penggunaan sistem ini akan memudahkan pegawai, sehingga tidak perlu repot untuk mencari mesin finger print. 

Semoga perbaikan sistem terus dilakukan, sehingga kendala dalam penerapan sistem ini dapat dilakukan dengan lancar.

Mendadak Inggris

Berapa lama waktu yang telah kita habiskan untuk belajar bahasa Inggris, 10 tahun? 12 tahun? atau mungkin lebih jika dihitung dari SD hingga kuliah saat ini. Dengan waktu yang cukup lama, ternyata tidak menjadikan kita lancar untuk level percakapan, mungkin ada beberapa alasan klasik yang ditakutkan banyak orang  (termasuk saya) yang ingin memulai pembicaraan dengan native, alasanya takut salah gramarnya, takut salah kosakatanya, takut ditertawakan dan ketakutan lainnya sehingga kemampuan kita stuck pada level itu-itu saja. Padahal banyak diantara kita yang ingin sekali lancar berbahasa inggris, cas..cis..cus... seperti air mengalir:D.
Bapak dosen keceh, Bapak Sukenda (kiri) dan Bapak Dedi Jusadi (kanan)
Siang itu saat di kampus, tak seperti biasanya ada dua orang bule yang datang ke departemen, yang tentu saja ingin bertemu dengan bapak dosen. Namun karena janji bertemu jam 1 siang, sementara si bule datangnya jam 11, jadilah kami, mahasiswa yang terbata-bata dan tak lancar bicaranya ini harus menemani mereka. Hmm itung-itung praktikum :D.

Saya bersama dengan seorang teman yang sama-sama tidak tahu mau bicara apa saja dengan si bule, mulai gusar. Wajah kami mungkin terlihat tegang, muka pucat, tapi mau bagaimana lagi. Ibaratkan kita di lempar ke sungai, mau ngga mau kita harus berenang jika ingin selamat.

Hal pertama yang kami lakukan, kami mengajak mereka ke kantin. Menjelaskan berbagai menu makanan yang tersedia (jangan dibayangkan ya, kami menjelaskan dengan lancar :D) yang pada akhirnya si bule memilih makanan yang menurut kami enak.
Sembari menikmati makan siang, kami ajak mereka mengobrol, menanyakan asalnya, sudah berapa lama di Indonesia, tentang kuliner Indonesia yang mereka sukai dll. 

Ternyata oh ternyata. Mereka adalah mahasiswa master dari sebuah perguruan tinggi yang ada di Denmark. Berasal dari departemen berbeda Human Resource dan Economy (nama kampus ada di kartu nama yang entah dimana saya lupa menaruhnya). Datang ke Indonesia karena tugas dari kampus untuk melihat potensi SDM dan ekonomi jika diambil dari bidang perikanan (Weleh..tugas ternyata bukan mencari data untuk tesis mereka :D). Mereka akan tinggal di Indonesia kurang lebih 2-3 bulan, berkeliling ke beberapa kampus dan lokasi potensial lainnya.

Lepas makan kami ajaklah mereka berkeliling kolam percobaan, kolam yang biasanya digunakan oleh para mahasiswa untuk melakukan penelitian. Di tengah matahari siang yang terik, kami berjalan melewati pematang kolam. Ngobrol ngalor..ngidul dengan topic random yang terkadang terhenti karena saya lupa kosa katanya. Masing-masing kami berbicara dengan satu orang, yang saya mungkin agak canggung ketika melihat postur tubuh mereka yang tinggi menjulang :D.

Ala bisa karena terpaksa mungkin ini kalimat yang tepat untuk menggambarkan keadaan tersebut. Satu setengah jam berbicara langsung dengan bule ternyata menyadarkan diri saya, ternyata untuk bisa lancar berbicara, kita hanya perlu praktik, yang nantinya mungkin akan berakhir dengan bahasa tubuh karena minimnya kosakata yang dimiliki.