Genre Buku Apa yang Kamu Sukai ?

Buku jendela dunia;buku gudang ilmu, merupakan jargon lama yang sampai saat ini menjadi jargon utama yang sejak masa kanak-kanak selalu diajarkan oleh guru-guru saat sekolah. Keberadaan buku sebagai sumber informasi pun bermacam-macam, mulai dari buku pelajaran, buku cerita, majalah, koran dan berbagai jenis lainnya. 


Kesukaan saya membaca buku, dimulai sejak di bangku sekolah dasar (SD). Salah satu novel yang saya baca (lupa nama judul bukunya) menceritakan tentang kisah romansa yang berlatar belakang kota Padang. Penjelasan yang runut dan mudah dimengerti oleh anak SD pada saat itu, membuat pikiran saya berkelana ke kota Padang. Berimaginasi tentang keindahan Ngarai dan kota Bungkit Tinggi yang penulis tuliskan. Sehingga hal tersebut membuat saya sangat ingin bertualang ke Kota Padang  (semoga suatu saat). Karena pada saat itu belum ada smartphone, gambaran kota Padang yang sebenarnya tidak dapat saya ketahui.


Dongeng nusantara yang bercerita tentang kisah Timun Emas, Lutung Kasarung, Tangkuban Perahu juga menemani masa kecil saya. Beberapa jenis buku bercerita tentang petualangan sekelompok anak kecil yang menemukan harta karun juga menambah daya imaginasi. Ada juga buku yang bercerita tentang detektif cilik, tentang bagaimana sang tokoh memecahkan suatu kasus.

Kamu pilih mana, hardbook atau e-book ?

Sebegitu sukanya saya dengan buku, saat pulang sekolah, saya sering berjalan sambil membaca buku, karena memang di desa keberadaan kendaraan bermotor tidak seramai di kota besar, jadi masih aman. Kebiasaan berjalan sambil membaca saya lakukan sampai sekolah menengah pertama. Akibat kebiasaan itu, saat ini ketika saya berpergian menggunakan bus atau kereta api, dapat saya selingi dengan membaca buku. Dalam beberapa kasus, beberapa teman merasa pusing atau mual ketika membaca buku saat perjalanan.


Berbagai genre tersedia, menemani para pecinta buku. Mulai dari romansa, triller, sci-fi, horor, motivasi-self improvement, biografi, agama dan berbagai jenis lainnya. Genre buku yang saya sukai pun mulai berganti, mulai dari cerita dongeng nusantara, dongeng 1001 malam, kisah detektif atau petualangan yang diceritakan di dalam buku atau majalah, biografi tokoh-tokoh terkenal, cerita motivasi, novel petualang atau romansa menjadi salah satu genre yang saya sukai akhir-akhir ini.


Namun, di era modern ini, keberadaan toko buku sangat sedikit sekali. Di kota Gresik, toko buku yang menyediakan buku berbagai genre dan pilihan menurut saya hanya ada di dua tempat, Toko Mida Pustaka dan Gramedia yang ada di Icon Mall Gresik. Itu pun tidak terlalu lengkap jika dibandingkan toko buku di kota besar lainnya. Keberadaan toko buku ini berkurang tergantikan dengan transaksi kemudahan dalam jual beli buku yang dilakukan menggunakan aplikasi online shopping yang sudah marak digunakan oleh masyarakat.


Saat ini, tidak hanya buku yang berfungsi sebagai jendela dunia, keberadaan media sosial seperti youtube, instagram, twitter, google dan jenis aplikasi media sosial lainnya menjadikan kemudahan dalam mengetahui berbagai macam informasi yang kita butuhkan.

Sejak kapan kamu mulai suka baca buku ?

Buku dalam bentuk cetak; hardcopy, terkadang menyulitkan ketika ingin dibawa, selain karena bobot buku, juga karena buku memakan ruang yang cukup di dalam tas. Sehingga saat ini, ada inovasi buku versi soft book; e-book (buku elektronik), sehingga mudah dibaca dan tersedia di dalam smartphone kita masing-masing. Buku dalam bentuk e-book memiliki harga jual yang lebih murah dibandingkan dalam bentuk hardcopy. Mudah dan murah, menjadi pilihan banyak orang yang berpindah dari buku dalam bentuk hardcopy ke bentuk e-book.


Tentu hal ini berbeda untuk setiap orang. Ada yang suka dalam bentuk buku cetak, ada juga yang lebih suka dalam bentuk elektronik. Saya termasuk salah satu penyuka buku dalam bentuk cetak, meskipun berat untuk dibawa, rasa kangen akan wangi buku memberikan kebahagiaan tersendiri. Selain itu, mengkoleksi buku dalam bentuk hardcopy dapat diturunkan untuk ke anak cucu.


Kalau kamu, suka buku dalam bentuk dan genre apa?

Mengenal Budidaya Ikan Kerapu di Bumi Wali;Tuban

 Pagi, pukul 7.05 WIB, kendaraan melaju meninggalkan Kota Pudak. Perlahan, mulai membelah jalanan yang mulai ramai dengan pengendara yang tampak berangkat menuju tempat kerja. Rush hour seperti ini, memang rawan untuk macet, karena semua orang bergegas agar tidak terlambat mencapai tempat tujuan. Namun, kemacetan yang terjadi masih dianggap wajar, tidak seperti ibu kota Jakarta atau pun Bogor yang sangat terkenal dengan trafic jam yang sangat menggugah rasa sabar :D. 


Perjalanan kali ini menuju Bumi Wali, Tuban. Salah satu kota yang ingin saya explore lebih jauh mengenai potensi wisata, kuliner dan berbagai hal menarik lainnya. Namun, pada kesempatan ini budidaya keramba jaring apung (KJA) ikan kerapu menjadi obyek yang kami kunjungi.

Pengukuran panjang tubuh ikan

Ini kali kedua saya melakukan perjalanan ke KJA setelah sebelumnya di Kota Situbondo beberapa tahun lalu. Di Situbondo pembudidaya menggunakan kerangka KJA dari pohon bambu dengan atap rumbia sebagai peneduh, sedangkan di Tuban petani menggunakan kerangka KJA dari bahan plastik tanpa atap peneduh. Dua pengalaman yang berbeda namun memberikan tambahan wawasan tentang potensi KJA di Jawa Timur.


Keramba jaring apung (KJA), merupakan sistem budidaya yang dilakukan di waduk, laut atau pun dalam skala massal dilakukan secara lepas pantai, budidaya offshore. Di Indonesia budidaya secara offfshore pertama kali dibangun pada tahun 2018 yang terdapat di Kota Pangandaran, Jawa Barat. Dan sejauh ini merupakan satu-satunya budidaya lepas pantai yang terdapat di Indonesia. Faktor utama yang mempengaruhi tentu saja dari biaya yang dibutuhkan. Dalam pembuatan KJA Offshore pemerintah menghabiskan dana sebesar 131,451 miliar rupiah.


Kembali ke budidaya KJA di Tuban, tepatnya di Desa Bancar Kecamatan Bancar. Merupakan satu-satunya lokasi budidaya KJA ikan kerapu cantang (hasil persilangan antara ikan kerapu macan dan kertang) yang terdapat di kota ini. Kecepatan arus yang sesuai dengan persyaratan budidaya dan kondisi perairan yang jauh dari polusi menjadikan alasan dipilihnya lokasi budidaya.

Berpanas ria di atas KJA, jangan lupa sunblock :D

Benih ikan kerapu didatangkan langsung dari kota Situbondo. Ikan akan diadaptasikan atau dibesarkan terlebih dahulu di bak-bak beton selama satu bulan. Setelah ukuran ikan mencapai 9 cm (umumnya mereka membeli benih ikan ukuran 6-7 cm), ikan kemudian ditebar di perairan terbuka (laut). Ikan dipanen dengan ukuran 500-1000 g (waktu budidaya 6 bulan - 1 tahun).


Di lokasi ini terdapat empat unit KJA. Setiap KJA memiliki enam sampai delapan petak budidaya. Pada unit yang paling kecil, pembudidaya yang tergabung dalam kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) 'Kerapu Lestari Bancar' menghabiskan dana kurang lebih 125 juta rupiah. Dengan biaya yang besar, pengelola sangat mengharapkan 'suntikan' dana dari pemerintah atau dari para investor.


Pada musim pandemi seperti saat ini, kondisi budidaya juga mengalami penurunan. Bak-bak beton yang biasanya penuh dengan benih-benih ikan, sampai saat ini banyak yang kosong tidak terisi. Sehingga pengelola menginisiasi dengan membudidayakan ikan lele dan udang vanamei, agar kegiatan produksi tetap bisa berjalan dan tentu saja agar pengelola tetap mendapatkan keuntungan dari budidaya ikan jenis lainnya. Selain itu, pengelola juga menjual ikan teri, ikan asin dan jenis ikan lainnya yang telah dikeringkan, sebagai sarana untuk menghidupkan kegiatan budidaya.

Terima kasih Pak Yanuar dan tim untuk ilmunya hari ini

Terdapat di jalur pantura menjadikan lokasi KJA mudah ditemukan. Tempat ini sangat cocok bagi mahasiswa atau masyarakat umum yang ingin menambah pengetahuan tentang budidaya KJA ikan kerapu.


Menikmati Pesona Kota Tua Jakarta

Para penumpang kereta Commuter Line (KRL) tampak berlari, beberapa diantaranya memilih untuk berjalan cepat agar tak tertinggal. Sore seperti ini, desak penuh penumpang tak ter-elakkan. Untungnya ada gerbong khusus perempuan di bagian depan dan belakang kereta,  sehingga sedikit lebih aman, meskipun tetap harus waspada dengan barang bawaan.


Kota Tua menjadi destinasi perjalanan saya kali ini. Sepulang dari Labkesda mengambil hasil uji penelitian, saya memustuskan untuk mencari tahu lokasi wisata Kota Tua yang menurut artikel sangat dengan dengan stasiun Jakarta Kota. Stasiun yang sebelumnya menjadi tempat transit sementara sebelum ke Masjid Babah Alun dan Vihara Kim Tek Le saat bulan puasa lalu.


Urung menggunakan Ojek Online, saya memutuskan bertanya ke penjaga keamanan stasiun akan lokasi Kota Tua. Tak disangka, lokasinya sangat dekat hanya berjalan sekitar 10 menit.


Deretan penjual souvenir dan kuliner tampak berderet di trotoar jalan. Senyum sumringah menawarkan barang dagangan. Sekumpulan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berjaga, mencoba menertibkan para pedagang dan wisatawan.


Pukul 4 sore, matahari masih terasa panas menyengat. Warna-warni sepeda sewaan tampak memperindah suasana. Kota Tua menjadi salah satu destinasi wisata yang mudah diakses di ibu kota.


Apa saja yang bisa lakukan selama berkunjung ke Kota Tua? Ini diantaranya:


1. Berkunjung ke Museum Fatahillah
Jika kamu mencari foto Kota Tua, maka Museum Fatahillah akan muncul sebagai ikon utama pada mesin pencarian. Museum tiga lantai ini menyuguhkan berbagai peninggalan VOC Belanda, peninggalan prasasti  atau gerabah yang ditemukan oleh para Arkeolog, dan peninggalan dari budaya Betawi yang sangat kental terasa. Pengunjung dapat dengan leluasa menikmati peninggalan sejarah dengan tetap menjaga tata tertib. Berwisata sekaligus belajar menjadi opsi terbaik ketika berkunjung ke museum ini. Bagi para pecinta sejarah dan museum, maka kamu wajib datang ke tempat ini. Museum ini dibuka mulai pukul 08.00-17.00 WIB dengan harga tiket 5000 rupiah.

Bersepeda dengan latar Museum Fataillah


2. Berkunjung ke Museum Wayang
Wayang menjadi salah satu kesenian yang sangat terkenal di Indonesia. Meskipun saat ini keberadaan wayang tidak cukup dikenali kalangan muda milenial, namun mereka masih bisa menikmati kesenian ini dengan berkunjung ke kota-kota yang sedang mengadakan pagelaran seni wayang. Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan mengunjungi Museum Wayang yang berada dalam kompleks wisata Kota Tua. 


Musem Wayang terletak beberapa meter dari museum Fatahillah.  Museum ini memiliki banyak koleksi wayang kulit, wayang golek, topeng, wayang kaca, wayang seng dan juga wayang atau boneka dari negara Malaysia, Thailand, China, Suriname, Vietnam, Kamboja, India dan Belanda.


Museum Wayang memiliki koleksi lebih dari 5000 wayang. Tokoh-tokoh terkenal seperti Hanonman, Gatot Kaca, Bima Sena, Baladewa dan masih banyak tokoh pewayangan terkenal lainnya ada di sini. Museum ini dibuka mulai pukul 09.00-15.00 WIB dengan tiket masuk sebesar 5000 rupiah.


3. Bersepeda Santai

Hal menarik lainnya adalah bersepeda santai di area wisata Kota Tua. Sepeda warna-warni tersedia di sebelah kanan kiri lokasi wisata. Tak tertinggal topi cantik ikut serta disewakan. Sepeda ini hanya dapat digunakan pada area wisata. Saat berkendara, para pengunjung banyak kurang waspada, tak sedikit mereka akan saling bertabrakan dengan pengendara lainnya. Sepeda onthel ini disewakan dengan harga 20.000 rupiah/30 menit. 


4. Kuliner
Kuliner menjadi keharusan ketika berkunjung ke suatu tempat. Salah satu jenis kuliner yang cukup terkenal adalah soto Betawi. Kuah santan gurih masam dari makanan ini sudah sangat familiar dirasakan. Selain soto juga ada makanan lain seperti kerak telur, bakso, pecel, dan. jenis makanan lainnya


Untuk menikmati kuliner Kota Tua, kamu bisa membelinya di trotoar jalan menuju lokasi wisata ataupun di Cafe Batavia yang terletak tak jauh dari Museum Wayang.


5. Foto-foto

Selain berfoto di museum Fatahillah dan museum Wayang, kamu juga bisa menikmati foto dengan para cosplayer. Karena berada di lokasi wisata, para cosplayer biasanya menggunakan pakaian kemerdekaan, tokoh pewayangan, tuan putri ataupun jenis pakaian pada masa penjajahan.

Salah satu cosplayer yang ada di Kota Tua

6. Berbelanja
Oleh-oleh yang menjadi ciri khas kota tua seperti kaos dan gantungan kunci mudah didapatkan di area wisata. Di trotoar, para pelapak menjual kaos dengan harga 50.000 rupiah/3 buah dengan kualiatas yang rendah. Jika ingin mendapatkan kualitas yang bagus, tentu saja harus dengan harga yang lebih mahal. Tidak hanya pakaian dan gantungan kunci, kamu juga bisa membeli souvenir lainnya dengan harga yang terjangkau dan mungkin bisa lebih murah jika kamu bisa menawar harga.


7. Live Music Concert
Sebuah Band Akustik lokal tampak memainkan musik. Petikan bass, tabuhan drum dan suara penyanyi terdengar bergema, mengiringi para wisatawan yang sedang berlibur. Beberapa pengunjung duduk di depan, mendengarkan alunan lagu yang sedang dimainkan. Jika beruntung, kamu bisa menyaksikan pertunjukan gratis ini. 

Mau request lagu apa?
 
Ingin berwisata? Kota Tua bisa menjadi opsi tempat wisata saat di ibu kota. Namun, saat pandemi seperti saat ini, protokol kesehatan tetap menjadi hal utama yang harus diterapkan.


Gunung Ratu; Lokasi Makam Ibu Gajah Mada

Siapa yang tidak kenal dengan seorang panglima perang Kerajaan Majapahit; Gajah Mada. Tokoh sejarah yang terkenal dengan Sumpah Pemuda yang Ia lakukan pada saat diangkat menjadi Patih Amangkubumi Majapahit pada tahun 1258 Saka/1336M.


Sumpah Palapa yang sangat terkenal itu berbunyi:
"Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada: "Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tañjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa" (Wikipedia)


"Dia Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa. Ia Gajah Mada, "Jika telah menundukkan seluruh Nusantara dibawah kekuasaan Majapahit, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa". (Wikipedia)


Terlepas bagaimana sepak terjang Patih Gajah Mada dalam sejarah, kamu bisa mendapatkan penjelasan lebih lanjut dalam buku-buku sejarah yang banyak dijadikan acuan pembelajaran pada saat sekolah dasar.

Situs Makam Gunung Ratu

Untuk mempelajari tentang sejarah tentang Kerajaan Majapahit, Kamu juga bisa langsung datang ke Mojokerto, tempat dimana ditemukannya banyak situs kerajaan tersebut. Salah satu situs yang baru saja ditemukan pada tahun 2020 ini adalah temuan batu pipih yang dianggap sebagai pipi tangga dari sebuah bangunan istana atau bangunan peninggalan Kerajaan Majapahit.


Selain Kota Mojokerto, di Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan, juga terdapat sebuah situs makam dari Ibu Gajah Mada. Gunung Ratu, begitu nama lokasi tempat sang ibu dimakamkan.


Untuk mencapai lokasi makam, kamu akan melewati baris pepohonan yang berumur puluhan dan bahkan ratusan tahun pada sebelah kanan-kiri jalan. Pepohonan rindang ini akan menambah rasa sejuk meskipun kamu berkunjung pada siang hari.

Lokasi makam (Pict by amarsuteja.blogspot.com)

Untuk mencapai puncak gunung, lokasi dimana ibu Gajah Mada disemayamkan, kamu harus melewati anak tangga yang jumlahnya ratusan.


Dua buah makam berukuran kecil dengan tulisan nisan "Kucing Condromowo" dan "Garangan Putih" akan menjadi hal pertama yang akan kamu temui. Sebuah bangunan seperti rumah menjadi penanda lokasi makam ibu Gajah Mada.


Menurut Solikin Suryaatmadja, seorang Budayawan Lamongan, Gunung Ratu diyakini sebagai tempat kelahiran Gajah Mada. Ia lahir dari seorang ibu bernama Indreswari yang merupakan salah satu istri dari pendiri Kerajaan Majapahit, Raden Wijaya.


Ketika terjadi persekongkolan jahat di Keraton Wilatika. Sang ibu tengah mengandung Gajah Mada. Karena salah satu istri sang Raja tidak menyukai kabar kehamilan Indreswari, maka Ia memerintahkan pengusiran terhadap Indreswari dari Keraton.


Kucing Condromowo dan Garangan Putih diyakini sebagai hewan yang menemani Indreswari kala itu. Untuk menutupi identitas kebangsawanannya, kemudian Ia mengganti namanya menjadi Dewi Andong Sari.


Lokasi makam terletak di kawasan hutan lindung Gunung Ratu, Desa Cancing, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Pada saat saya berkunjung, harga tiket masuk lokasi pemakaman 5000 rupiah.

Merdeka Belajar Kampus Merdeka; Pertukaran Pelajar Permata Sakti

Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara-Sistem Alih Kredit denganTeknologi Informasi merupakan makna dari program PERMATA-SAKTI. Program ini merupakan suatu program alih kredit di mana mahasiswa dapat mengambil perkuliahan di luar program studi dan di luar perguruan tinggi.


Tahun 2014 menjadi awal diterapkannya program ini yang kemudian terus disempurnakan sistem yang digunakan sampai saat ini. Pada tahun ajaran 2020/2021 ini, program PERMATA-SAKTI menjadi satu dari empat kebijakan baru yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang terangkum dalam Kampus Merdeka- Merdeka Belajar.


Pada tahun 2014 program ini hanya melibatkan tiga perguruan tinggi yang saling melakukan pengalihan angka kredit dari 33 mahasiswa peserta. Pada tahun 2015 jumlah perguruan tinggi yang terlibat meningkat menjadi 77 perguruan tinggi dengan 97 mahasiswa. Tahun 2016 meningkat menjadi 505 mahasiswa dari 97 Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), Politeknik, ISI dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Pada tahun 2017 sebanyak 205 mahasiwa dari 29 PTN dan 6 Wilayah Kopertis.

Selain belajar, mahasiwa juga akan mendapatkan pengalaman berkuliah di perguruan tinggi lain (petersons.com)

Pada tahun 2019 program PERMATA-SAKTI sudah menerapkan program blended learning yang diikuti oleh 39 PTN dengan 350 mahasiswa. Pelaksanaan program ini juga terkena imbas dari adanya pandemi Covid-19. Sehingga pada tahun 2020, pembelajaran dilakukan sepenuhnya secara daring/online.


Satu dari enam tujuan dari diterapkannya program PERMATA-SAKTI Merdeka Belajar-Kampus Merdeka adalah untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar di perguruan tinggi lain melalui transfer atau alih kredit dan perolehan kredit, dengan mengikuti kuliah, baik mata kuliah di dalam, maupun di luar program studinya sebagai program Merdeka Belajar.
 

Beberapa dosen yang memberikan perkuliahan dengan peserta dari kampus lain


Setiap perguruan tinggi yang mengikuti program ini akan menawarkan mata kuliah apa saja yang bisa mereka sediakan. Jika mata kuliah tersebut sesuai dengan mata kuliah yang dipilih mahasiswa, maka mahasiswa akan berkuliah di perguruan tinggi tersebut. Jumlah mata kuliah yang ditawarkan oleh setiap perguruan tinggi, minimal dua mata kuliah dan maksimal tujuh mata kuliah untuk setiap semester.
 

Program perkuliahan di luar program studi ini merupakan hak mahasiswa yang sudah terdaftar mengikuti program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka atau PERMATA-SAKTI.


Beberapa persyaratan agar mahasiswa bisa mengikuti program ini, diantaranya:
1. Mahasiswa aktif, semester lima sampai tujuh
2. Memiliki IPK sekurang-kurangnya 2.75 dan/atau berprestasi sekurang-kurangnya di tingkat provinsi
3. Tidak pernah dikenakan sanksi akademik dan non akademik
4. Setiap mahasiswa yang mendaftar hanya memiliki satu kali kesempatan untuk mengikuti dan memperoleh bantuan biaya program PERMATA-SAKTI
5. Memiliki kemampuan dan peluang untuk mengembangkan wawasan, penalaran, kreatif dan inovatif
6. Bersedia mentaati ketentuan yang berlaku dan pedoman operasional baku program PERMATA-SAKTI
7. Dinyatakan lolos menjadi peserta PERMATA-SAKTI

Tertarik dengan program ini? Untuk informasi lebih lanjut, kamu bisa mengunjungi laman web dikti.kemdikbud.id

Kampus Sembilan Lantai ini, Ada di Gresik Lho

Kota pudak dan kota industri begitu sebutan untuk kota Gresik. Tiga tahun belakangan, pembangunan kota Gresik mengalami peningkatan tajam. Dua gedung pusat perbelanjaan, cabang kampus negeri yang berasal dari Surabaya ada di sini, hal menarik lainnya, saat ini sedang dibangun proyek underpass yang dapat mempermudah perjalanan pengendara. 


Dalam hal pendidikan, Universitas Muhammadiyah Gresik, tidak mau kalah mengambil peran. Gedung perkuliahan sembilan lantai yang Ia miliki menjadi salah satu ikon yang menarik para mahasiswa baru. Selain itu, letaknya yang tepat di samping jalan raya menjadikan kampus ini sangat mudah diakses.


Berbagai jenis fakultas dan program studi ada di kampus ini, berikut diantarnya:
1. Fakultas Pertanian
Pogram Studi Ilmu Akuakultur (Budidaya Perikanan)
Pogram Studi Ilmu Agroteknologi
Pogram Studi Ilmu Teknologi Pertanian
Pogram Studi Ilmu Agribisnis


2. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Pogram Studi Ilmu Manajemen
Pogram Studi Ilmu Akutansi
Pogram Studi Ilmu Kewirausahaan

Universitas Muhammadiyah Gresik

3. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Pogram Studi Ilmu Bahasa Inggris
Pogram Studi Ilmu Matematika
Pogram Studi Ilmu PGSD


4. Fakultas Teknik
Pogram Studi Ilmu Teknik Kimia
Pogram Studi Ilmu Teknik Industri
Pogram Studi Ilmu Teknik Elektro
Pogram Studi Ilmu Teknik Perkapalan
Pogram Studi Ilmu Informatika
Pogram Studi Ilmu Teknik Sipil


5. Fakultas Agama Islam
Pogram Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam
Pogram Studi Ilmu PIAUD


6. Fakultas Psikologi
 Program Studi Psikologi


7. Fakultas Hukum
Program Studi Hukum


8. Fakultas Kesehatan
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Program Studi Profesi NERS
Program Studi Ilmu Gizi
Program Studi Keperawatan
Program Studi D3 Fisioterapi
Program Studi D3 Kebidanan
Program Studi D3 Farmasi


Kampus Universitas Muhammadiyah Gresik terletak di Jl. Sumatera, No. 101, Gn. Malang, Randuagung, Kec. Kebomas, Kab. Gresik. Jika menggunakan transportasi umum, dari terminal Bunder kamu bisa menggunakan angkutan umum berwarna hijau atau merah.

Wisuda Online IPB

 Wisuda menjadi momen besar setelah melalui perjalanan panjang nan melelahkan. Menjadi momen persembahan untuk kedua orang tua dan keluarga yang tak kenal lelah mendukung perjuangan. Namun, saat pandemi seperti ini, semua yang telah direncanakan, berganti dengan rencana lain demi keselamatan, wisuda online.


Pengumpulan berkas secara online menjadi tahapan untuk menempa kesabaran. Saat mengunggah berkas surat keterangan lulus (SKL), foto atau pun berkas pembayaran wisuda, mahasiswa harus menunggu dengan sabar untuk memperoleh perbaikan sistem saat semua berkas yang disyaratkan belum tercentang secara otomatis, sehingga harus menunggu untuk proses pendaftaran wisuda. Saat semua tahapan pendaftaran wisuda sudah selesai, maka mahasiswa akan mendapatkan nomor pendaftaran wisuda, yang pada kondisi normal digunakan untuk mengambil toga dan kartu undangan. 


Ini pertama kalinya bagi kampus IPB University mengadakan wisuda daring/online. Di bulan Agustus ini, wisuda diadakan selama dua kali , yaitu pada tanggal 12 Agustus 2020 (Untuk wisuda tahap VI bulan Juni) dan tanggal 26 Agustus 2020 (untuk wisuda tahap VII bulan Agustus) untuk tahun ajaran 2019/2020. Pada kedua tahap wisuda ini, mahasiswa masih bisa memilih untuk wisuda secara daring/online atau wisuda offline yang diadakan saat kondisi sudah kondusif nanti. Selanjutnya mulai bulan September sampai keadaan aman, wisuda diadakan secara online secara keseluruhan, tidak ada pilihan wisuda offline


Tentu banyak yang menanyakan kenapa tidak ada pilihan wisuda offline, padahal setiap wisudawan membayar dengan nominal yang sama. Bahkan beberapa teman sudah bersedia menunggu sampai keadaan kembali normal untuk dapat mengikuti wisuda offline. Sangat disayangkan.


Bagaimana wisuda online di IPB University berlangsung? 


Setiap mahasiswa yang telah mendaftar wisuda online akan memperoleh link zoom. Link ini nantinya yang digunakan untuk bergabung dan hadir dalam wisuda online. Tiga diantara delapan ketentuan wisuda online diantaranya wisudawan mengenakan jas berwarna gelap (laki-laki), blazer berwarna gelap (perempuan), orang tua pendamping mengenakan pakaian batik, rapi dan sopan, dan tentu saja wisudawan tidak mengenakan toga. Sementara pelaksanaan wisuda di dilakukan secara streaming di akun You Tube IPb TV, yang  berlangsung di Gedung Graha Widya Wisuda (GWW).


Satu mahasiswa yang terpilih dari setiap jenjang (S1/S2/S3) hadir mengikuti rangkaian acara wisuda. Mulai dari pembukaan sampai penutup. Sedangkan nama-nama peserta wisuda online akan dibacakan dengan menampilkan foto wisuda/ijazah beserta dengan judul tugas akhir yang dikerjakan yang sudah disetor sebelumnya  yang ditampilkan  pada layar proyektor. Ketika nama wisudawan ditampilkan di layar proyektor, petugas akan menampilkan juga pada zoom screen dan menekan tombol next pada nama peserta wisuda di apk zoom, yang telah diurutkan sesuai dengan nama yang tampil.


Pelaksanaan wisuda secara online menurut saya, feelnya kurang, kurang berkesan. Namun, setiap wisudawan yang memilih wisuda online pada bulan Juni dan Agustus ini,  tentu saja memiliki alasan yang menguatkan pilihan. Pada wisuda bulan September nanti, semua peserta akan melakukan wisuda secara online, tidak ada pilihan lain. Mau tidak mau. Karena jika tidak memilih untuk mengikuti wisuda, maka tidak akan ada ijazah yang diterima. 

Hal ini tentu saja akan menghambat sebagian mahasiswa yang ingin menggunakan ijazah tersebut untuk melamar pekerjaan. Untuk mahasiswa yang telah mendaftar wisuda, peserta biasanya akan memperoleh ijazah dua minggu setelah tanggal wisuda yang telah ditetapkan sebelumnya. Sayangnya, pada tahap wisuda VII Agustus ini, pengambilan ijazah untuk Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) mengalami penundaan karena pembatasan aktivitas di area FPIK (menurut info dari Ig@dappmb.ipb).

Selamat kepada teman-teman yang wisuda hari ini, yang  tetap melangkah dan tidak berhenti untuk berjuang, selamat sudah sampai tahap ini, semoga ilmu yang didapatkan berkah.

Beberapa Laboratorium Uji untuk Penelitian di Bogor dan Jakarta

Tahapan terakhir setelah kegiatan belajar mengajar (KBM) selesai, salah satunya adalah penelitian. Penelitian ini menjadi hal yang sangat penting yang dilakukan oleh semua mahasiswa tingkat akhir. Pada tahap ini, mahasiswa akan berjuang sendiri, tidak seperti pada saat KBM, mahasiswa datang kuliah, menyelesaikan tugas, mengerjakan ujian bersama dengan mahasiswa lainnya, maka akan mendapatkan nilai mata kuliah. Namun, ketika penelitian mahasiswa akan menghadapi tantangan yang cukup besar, seperti judul penelitian yang harus berulangkali diganti (beruntung jika satu kali mengajukan ke dosen pembimbing langsung disetujui), objek penelitian yang sulit didapatkan, dan hal lainnya yang menghambat kelancaran proses penelitian.

Penelitian biasa dilakukan dua-tiga bulan atau lebih cepat, tergantung topik yang diambil. Setelah tahap penelitian ini selesai, mahasiswa akan melakukan pengujian tentang penelitian yang dilakukan. Misalnya saja penelitian tentang pengaruh penambahan daun sirsak terhadap penyakit ikan, maka peneliti akan menguji tentang kandungan bahan aktif pada daun sirsak, membuat ekstrak/tepung daun sirsak dan kegiatan lainnya tergantung berapa parameter uji yang disetujui bersama dengan dosen pendamping.

Pengujian biasanya dilakukan selama satu bulan atau lebih. Beruntung jika pengujian bisa dilakukan di kampus, namun jika tidak bisa, maka peneliti akan melakukan pengujian di luar kampus tentunya dengan tarif yang lebih mahal.
brandeid university

Sebelum melakukan penelitian, sebaiknya mahasiswa mencari info tentang laboratorium yang bisa menguji parameter uji yang dilakukan. Sehingga hal ini akan mempermudah ketika proses penelitian di lapangan selesai. Selama penelitian yang saya lakukan, beberapa saya lakukan di dalam dan luar kampus, berikut diantaranya yang mungkin bisa sedikit membantu:
1. IPB University
Ya, IPB University. Kampus ini memiliki lebih dari 30 program studi (prodi). Setiap prodi biasanya memiliki laboratorium uji yang berbeda. Misalnya saja program studi Ilmu Akuakultur dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Prodi ini memiliki lima laboratorium, diantarnya Lab. Kesehatan Ikan (LKI), Lab. Nutrisi Ikan, Lab. Reproduksi dan Genetika Ikan, Lab.Lingkungan, dan Lab. Sistek. Di Lab. Nutrisi Ikan mahasiswa bisa menguji proksimat pakan dan ikan (protein, lemak, kadar air, kadar abu dan serat kasar), glikogen, glukosa dan pengujian lainnya. Pada Fakultas Pertanian, Prodi Pemuliaan dan Bioteknologi Tanaman terdapat Lab.Kultur Jaringan, Lab. Molekuler dan Lab. Pemuliaan Tanaman. Pada Prodi Ilmu Tanah terdapat Lab. Kimia Tanah dan Kesuburan, Lab. Bioteknologi Tanah dan Lingkungan, Lab. Fisika Tanah, Lab. Mineralogi Liat, dan Pengembangan Wilayah.

Di IPB University, mahasiswa akan melakukan pengujian sendiri. Jika tidak tahu prosesnya, Laboran biasanya akan memberikan arahan, namun tetap mahasiswa akan melakukan pengujian parameter uji yang Ia kerjakan. Lab. ini juga menerima pengujian dari luar kampus.

2. Balittro
Balai penelitian tanaman rempah dan obat (Balittro) beralamat di Jl. Tentara Pelajar No.3, Kec. Bogor Barat, Bogor Jawa Barat. Beberapa kali saya mengunjungi balai ini untuk mengujikan kandungan bahan aktif daun kayu manis yang menjadi bahan penelitian saya. Dan akhirnya di Lab ini tidak bisa menyajikan kandungan senyawa aktif secara keseluruhan, hanya satu senyawa, sehingga nantinya tidak dapat diketahui senyawa aktif apa saja yang memiliki kadar yang paling tinggi, sedang dan rendah. Sehingga di Lab ini saya hanya melakukan penyulingan daun kayu manis hingga menjadi minyak atsiri. Lab ini menyajikan berbagai macam pengujian lainnya.  Jika kamu ingin tahu, kamu bisa mencari kontak yang bisa dihubungi melalui laman website milik Balittro.

3. Labkesda Jakarta
Laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) Jakarta tidak hanya diperuntukkan untuk menguji kesehatan manusia, melainkan tanaman dan hewan juga. Saya melakukan pengujian kandungan senyawa aktif minyak atsiri daun kayu manis di lab ini. Harga uji setiap sampelnya sekitar 400.000 rupiah dengan metode gas chromatography-mass spectrometry (GCMS).  Alhamdulillah saya menemukan informasi keberadaan Labkesda ketika hendak mengujikan bahan aktif di Balittro. Sebelumnya, saya sudah mencari tempat untuk mengujikan bahan aktif, namun banyak yang tidak bisa, sehingga hal ini menyita waktu penelitian. Tidak hanya pengujian tersebut, seorang teman melakukan pengujian kandungan asam amino essential dan non essential di lab ini, tentunya dengan tarif yang sangat mahal untuk kantong mahasiswa. Waktu itu saya tanya, berapa uang yang dikeluarkan untuk pengujian asam amino, Ia menjawab belasan juta, seharga satu unit motor menurut saya. Beuh.

4. Labkesda Bogor
Kadar trigliserida, kolesterol dan high density lipoprotein (HDL) menjadi parameter uji yang saya ambil. Serum darah ikan penelitan, saya uji di Labkesda Bogor. Dikarenakan kit yang digunakan untuk manusia, bukan hewan, sehingga hasil yang saya dapatkan tidak begitu baik. Untuk adik tingkat, saat ini pengujian parameter di atas dapat dilakukan di Lab. Nutrisi Ikan, dengan iuran untuk pembelian kit-nya, sehingga harga pengujian ini akan jauh lebih murah jika dibandingkan pengujian di luar kampus.

5. Saraswanti Indo Genetech (SIG) Bogor
Merupakan labratorim uji analisis milik swasta yang merupakan kolaborasi antrara PT. Saraswanti Anugerah Makmur Surabaya dengan Indonesian center for bidiversity dan biotechnlogy (ICBB) Bogor. Saya mencoba untuk mengujikan bahan aktif daun kayu manis di lab ini, namun pada saat itu pengujian tidak bisa dilakukan. SIG memiliki lingkup pengujian yang luas seperti uji asam lemak, uji logam berat, uji vitamin, uji kosmetik, uji pangan, uji pestisida dan pengujian lainnya. SIG Bogor terletak di Jl. Rasamala Jl. Ring Road Taman Yasmin, Curug Mekar, Bogor Barat, Bogor.

Setelah proses pengujian selesai, mahasiswa akan melakukan analisis statistik yang merupakan inti apakah penelitian yang dilakukan berpengaruh nyata dan tidak nya atau sesuai dengan yang dihipotesiskan. Setelah semuanya selesai mahasiswa akan memulai untuk menyusun laporan akhir.

Tahapan penelitian, pengujian, penyusunan laporan akhir membutuhkan waktu yang berbeda setiap orangnya. Ada yang membutuhkan waktu empat-enam bulan, ada juga yang membutuhkan waktu yang lebih lama. Bahan uji yang sulit ditemukan, hewan atau tumbuhan uji yang mati hingga harus ganti judul, dosen pembimbing yang susah ditemui karena jadwal yang padat, dana penelitian yang minim, dan berbagai kendala lainnya.

Semoga saja kamu yang saat ini sedang berjuang untuk menyelesaikan tugas akhir, diberikan kekuatan, kesabaran dan kemudahan. Teruslah berjalan, teruslah berupaya, semua akan indah pada waktunya. It always seems impossible until it's done (Nelson Mandela). Keep fighting!!!

Aneka Olahan Daging Hewan Qurban. Kamu Suka yang Mana?

Idul Adha merupakan salah satu momen yang sangat penting bagi umat muslim. Di dalamnya ada pelajaran kehidupan tentang bagaimana seorang hamba patuh dan taat kepada Allah. Selain itu Idul adha juga menjadi momen berbagi untuk sesama. Berbagi dalam bentuk daging hewan qurban.

Memasuki hari keempat, masih dalam suasana Idul Adha, berikut beberapa olahan daging qurban yang paling banyak dipilih ketika hari raya qurban:
1. Sate
Sate menjadi salah satu menu favorite banyak orang. Cara memasak yang simpel kerap menjadi pilihan. Di Indonesia sendiri ada berbagai bentuk olahan sate, mulai dari sate maranggi, sate Padang, sate taichan, sate lilit dan sate Madura menjadi pilihan macam olahan sate. Dan menurut saya, sate madura menjadi olahan yang paling banyak dipilih, karena cara mengolah serta bumbu pelengkap yang sudah dikenal banyak orang.

Untuk mendapatkan tekstur daging yang empuk, masyarakat biasanya menambahkan nanas yang sudah dihaluskan atau membungkus daging dengan daun pepaya. Proses ini diyakini dapat membantu agar daging menjadi lebih empuk saat dikonsumsi.

2. Bakso
Jika jumlah daging yang didapatkan mencukupi, bakso menjadi pilihan menu kedua setelah sate. Proses pembuatannya pun mudah, biasanya orang-orang akan menghaluskan bahan bakso di pasar jika tidak memiliki food procesor untuk menghaluskan daging. Selain itu, makanan ini juga bisa dikonsumsi berulang kali dengan menyimpan bakso ke dalam freezer sehingga dapat bertahan dalam waktu yang lama.

3. Gulai kambing
Menu yang tak kalah terkenal lainnya tentu saja gulai kambing. Gulai kambing menjadi menu yang banyak dijual di warung atau restoran. Perpaduan dari santan dan beberapa macam rempah menjadikan gulai kambing enak dinikmati. Rasa yang sudah dikenal menjadi pilihan untuk memilih menu ini.

4. Soto daging
Selain soto ayam, soto daging menjadi masakan tanah air yang mudah dijumpai di penjuru tanah air. Jenisnya pun beragam, mulai dari Soto Lamongan, Soto Padang, Soto Betawi dan masih banyak lagi jenisnya. Setiap jenis memiliki peminat sendiri. Daging bisa saja diolah menjadi Soto Lamongan yang terkenal dengan kuah bening tak bersantan. Dengan campuran sayur kol, mie, daun bawang, dan seledri membuat makanan satu ini menjadi pilihan ketika datang ke rumah makan. Apalagi dengan taburan koya, bawang goreng dan perasan jeruk nipis menambah selera untuk memilih soto ayam.

5. Rawon
Bosen dengan sate atau bakso, menu asli Jawa Timur-an ini patut dicoba. Rasanya yang nikmat dengan perpaduan dari berbagai bumbu dan kluwak (black peanut) memang beda. Rawon memang menu yang menjadi ciri khas Jawa Timur, jarang sekali di tempat lain menjual menu ini. Rawon disajikan dengan menu pelengkap lainnya seperti kerupuk udang, sambal dan taoge mentah.

Jika kamu belum pernah merasakan rawon, coba saja datang ke rumah makan Surabaya, Malang atau daerah Jawa Timur lainnya. Dijamin, kamu tidak akan kecewa dengan menu unik satu ini.
Sudah pernah coba rawon? (Pict by masakapahariini.com)

Street Food Ala Thailand; Ekstrim Vs Biasa

Street food menjadi kuliner 'jalanan' yang banyak diburu oleh para wisatawan. Harganya yang lebih murah dan mudah didapatkan menjadi pilihan. Di Indonesia sendiri jenisnya sangat beragam, mulai dari cimol, seblak, kue serabih, kue putu, klepon dan banyak lainnya. 

Nah, kali ini saya ingin me-share beberapa street food ala negeri gajah putih dari yang terekstrim sampai yang biasa kita temui di Indonesia. Ini diantaranya:
1. Serangga Goreng
Street food ekstrim ini sudah sangat terkenal di kalangan para wisatawan. Gorengan serangga ini beragam jenisnya, ada kalajengking, ulat daun pisang, ulat kelapa, jangkrik, belalang, dan lainnya. Di Thailand makanan ini banyak dijajakan di samping-samping jalan atau pusat keramaian. Mudah sekali mendapatkannya. Bagi yang pertama kali melihat makanan ini, pasti akan terasa mual melihat bentuk ulat-ulat yang digoreng, apalagi ulat kelapa yang ukurannya lebih besar. Hiii :(.  
Gimana guys?
2. Yum MamaYum mama atau mie rebus campur begitu saya menyebutnya. Jika di indonesia, mie rebus biasa dinikmati dengan campuran telor, sawi atau kol. Di Thailand, yum mama dicampur dengan jamur kuping, jamur enoki, jamur putih, ceker ayam, kerang dan cumi. Mie di rebus bersamaan dengan bahan-bahan pelengkap. Untuk bumbu yang digunakan, bumbu bawaan dari mie instan tersebut. Harga satu porsinya 30 Bath. Satu porsi yum mama ini sudah sangat mengenyangkan. Meskipun mie, tolong dipastikan bahwa mie yang digunakan halal ya.
Campuran untuk Yum Mama. Hmm..manta surantap
3. Cha Yen
Cha Yen atau disebut juga dengan Thai Tea menjadi minuman pertama yang saya coba ketika tiba di Thailand. Seorang teman merekomendasikan minuman ini. Perpaduan dari teh Thailand yang sangat kuat dan susu memang unik. Saat ini di Indonesia sudah banyak booth minuman yang menjual aneka jenis minuman Thai Tea. Rasanya sangat berbeda dengan yang asli, beberapa ada yang sama namun dengan harga yang lebih mahal.

4. Nasi Krabu
Ketukan  pintu terdengar. Seorang nenek pemilik sekolah menghampiri kamar tempat saya tinggal saat itu. Ternyata Ia mengajakku sarapan dengan menggunakan bahasa isyarat karena saat itu saya buta aksara dan bahasa (masih sampai sekarang:D). Sarapan belum siap. Tampak sang nenek mempersiapkan berbagai bahan yang cukup saya kenal, sereh dan kacang panjang. Ia memotong kecil-kecil, kemudian ditumbuk  menjadi satu dan dicampurkan ke nasi yang sudah matang. Tetapi, karena aroma serehnya terlalu kuat, saya tidak begitu menyukai makanan ini.
Menarikkan warna nasinya? (pict by tastesatlas,com)
Nasi Kerabu aka nasi urap ala Thailand berwarna biru yang dihasilkan oleh warna bunga telang. Dalam penyajiannya, makanan ini disajikan dengan lauk pelengkap seperti telur asin, ikan goreng/ayam goreng, sambal dabu (berbentuk seperti kuah), irisan kacang panjang, tauge dan kerupuk. Nasi kerabu ini banyak di jual di rumah-rumah makan/warung.

5. Nasi Lemak

Menurut saya rasa nasi lemak mirip dengan nasi uduk, namun memiliki rasa yang lebih manis. Dalam proses memasak nasi ini dicampur sekalian dengan ayam. Satu porsi nasi lemak yang paling simpel hanya berisi nasi, ayam yang di 'kubur' di dalam nasi dan baby mentimun. Nasi lemak ini sangat terkenal di Thailand dan Malaysia.

6. Ayam Goreng
Mengapa harus ayam goreng? Menurut saya ayam goreng di Thailand berbeda. Warnanya merah dan cara menyajikannya juga berbeda. Satu porsi ayam goreng disajikan dengan nasi ketan (nasi puluk) yang sangat keras menurut saya serta taburan bawang goreng dan sambal manis, mirip saus tomat. Sangat simpel bukan?. Pertama kali saya merasakan ayam goreng ini yaitu sebagai menu berbuka puasa, bisa dibayangkan betapa kerasnya tekstur nasi. Namun tetap enak untuk dinikmati. Bagi kalian yang tidak bisa makan jika tidak ada sayur, mungkin dapat disiasati dengan menyiapkan air minum yang cukup sebelum menikmati ayam goreng. Sama halnya dengan di Indonesia, ayam goreng ini juga banyak dijual di samping-samping jalan.
Yummy (Pict by listikel.com)
7. Tom Yum
Tom Yum menjadi makanan Thailand yang saya sukai. Rasanya yang mirip rasa soto mudah diterima lidah. Mungkin yang belum terbiasa adalah taburan daun ketumbar yang rasanya sangat masam. Campuran dari udang, cumi, ayam, ikan dan jenis seafood lainnya serta kuah pedas masam sangat menggugah selera. Ketika di kampus, saya mencoba memesan tom yum. Ternyata rasanya sangat jauh dengan tempat asalnya.
Rasanya suegeer (pict by valerieskeeper.com)
Itulah beberapa jenis makanan Thailand yang pernah saya coba, tentu saja kecuali serangga goreng. Makanan lainnya (nomor 2-6) bisa saja tidak halal ketika bahan-bahan yang digunakan tidak halal serta tempat makan yang menjual makanan tersebut menjual serta makanan lain yang tidak halal. Meskipun kamu membeli ayam goreng, tetap harus hati-hati ya.

Untuk mengetahui makanan yang dijual halal tidaknya, salah satunya dapat dilihat dari penjual makanan. Jika penjual mengenakan jilbab, kemungkinan besar makanan yang di jual halal. Hal ini berdasarkan cerita seorang supir yang mengantarkan kami untuk memperpanjang visa di Malaysia. Pada suatu waktu beliau dan istri pergi ke Indonesia. Namun karena sang penjual tidak mengenakan jilbab, sang istri memilih untuk makan ditempat lain. Padahal bisa saja sang empunya memang seorang muslim yang belum berhijab. Karena di Thailand cara untuk membedakan muslim tidaknya orang tersebut ialah dari berhijab tidaknya.

Cara lain yaitu jika pada rumah makan tersebut sudah ada label halal maka dapat diasumsikan penjual tersebut hanya menjual makanan halal. Apalagi dinegara lain yang kita buta aksara dan bahasanya, maka memilih tempat makan yang ada label halal atau penjual yang menggunakan jilbab lebih aman. Oh ya, kalau di Thailand, penjual non muslim biasanya mengenakan kalung dengan liontin patung (kebanyakan). 

Dalam suatu kesempatan, rombongan kami berkunjung ke Bangkok (selama di Thailand kami tinggal di Thailand bagian selatan). Ketika itu, karena kelaparan dan sulitnya mencari makanan halal, kami hanya menikmati rujak mangga/jambu, yang hanya berisi dua jenis mangga/jambu dan cabai bubuk dan garam dan itu pun kami nikmati selama seharian. Duh.

Label halal pada makanan mudah ditemukan dan font yang digunakan lebih besan serta mudah ditemukan, tidak seperti di Indonesia yang terkadang label halal terletak di belakang, font kecil dengan warna yang sama dengan bungkus makanan tersebut, sehingga pembeli harus jeli mencari tanda halal tersebut. Padahal jika diletakkan di kemasan bagian depan, konsumen akan cepat membeli makanan/barang tersebut.

Hmm..jadi pengen ke Thailand lagi :D.