19 Jam Menuju Bangkok

Whaaat...19 jam? Emang naik apa?
Berikut ceritanya ☺

Pergi ke Thailand kalau tidak sekalian ke Bangkok tentu tidak sah bagi para pelancong. Untuk itulah kami menggunakan kesempatan liburan Idul Adha untuk kesana, sekalian Shalat Ied di KBRI Bangkok.

Kami berangkat sekitar 10 orang, merencanakan sebelumnya untuk menggunakan kereta api ekonomi karena harganya yang murah , apalagi kalau dapat tiket gratis..hee (Tiket Kereta Api, Gratis Lho di Thailand). Salah satu pemilik pondok yang mengantarkan teman kami ke stasiun berusaha untuk membantu untuk  mendapatkan tiket gratis, namun dikarenakan jumlah kami yang banyak serta tempat yang dituju jauh maka tiket gratispun tidak bisa didapatkan serta takut jika terjadi apa apa nantinya di jalan jika kita mendapatkan tiket gratis (bukan orang Thailand), Akhirnya kami harus membayar 200 Baht per orang (sekitar Rp. 80.000).

Kereta yang kami gunakan tidak jauh berbeda dengan kereta api ekonomi di Indonesia. Kereta api ekonomi di Thailand tidak dilengkapi dengan AC (Air Conditioner), sehingga kami harus membuka sedikit jendela agar angin masuk (jika kipas yang ada di atas tidak sampai), selain itu stop kontak juga tidak tersedia jadi harus siap siap untuk menghemat baterei hp, kamera  atau menyediakan power bank. Air dikamar mandi tersedia dengan melimpah (tidak kekurangan sampai siang) dan kereta api bersih.

Kereta api kami berangkat pukul 19.30, karena malam hari tentu tidak banyak pemandangan yang bisa kita lihat, dan kami menghabiskan dengan banyak bercerita dengan teman lainnya karena kita terpisah ketika di Thailand. Kami baru bisa melihat pemandangan di luar setelah subuh.

Semak belukar dan pesawahan yang menghampar, tidak hanya itu area tambak-tambak ikan juga banyak. Tidak jauh berbeda dengan di Indonesia bukan?




Salah satu tanda kita sedang berada di wilayah dan stasiun apa. Dibeberapa tempat, taman seperti ini penuh dengan bermancam-macam bunga serta terdapat foto raja, ratu ataupun foto dari keluarga kerajaan Thailand.


Kita dapat dengan mudah menjumpai kebun Bunga Matahari. Bahkan negara ini mengadakan festival Bunga Matahari antara bulan November-Januari. Perkebunan Bunga Matahari di Lopburi tepatnya di wilayah Tambon Chong Sarika, distrik Phattahana Nikom merupakan perkebunan terbesar di Thailand

Larangan menjual/menkonsumsi minuman keras di tempat/fasilitas umum. Pelanggaran terhadap ketentuan ini akan dikenai tindak pidana hukum/ denda (40.000 Baht).

(Foto by:www.tripadvisor.com)
Alhamdulillah, pukul 14.30 akhirnya sampai juga di Stasiun Hualamphong. Besar dan megah itulah kesan pertama kali yang terlintas. Kamar mandi sangat bersih, namun ruang sholat di lantai dua kurang terawat dengan baik. Tempat berwudhu terbuka, jadi untuk muslimah bisa sekalian mengambil wudhu ketika berada di kamar mandi. Setelah shalat dhuhur kami melanjutkan perjalanan menuju KBRI Bangkok.

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon