Wahai Jiwa, Berhentilah Mengeluh

Tags

Terkadang ketika kita ditimpa suatu masalah, kita berfikir jika kitalah orang yang paling tidak beruntung  di dunia ini, paling merana dan paling menderita, padahal di luar sana bisa jadi banyak orang yang hidupnya sangat tidak beruntung yang benar benar kurang beruntung jika dilihat dari kaca mata manusia. Berikut sebuah kisah yang semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah ini


Selepas Maghrib yang dingin, dua orang bocah (sang kakak berumur sekitar 6 tahun, adik 3 tahun)
Foto oleh mikirbae.com
terlihat asik berjalan bercengkrama dengan menenteng sesuatu berwarna putih (tidak terlihat jelas, karena gelap), di dalam hati saya hanya bertanya mau kemana mereka di malam seperti ini.

Setelah menyelesaikan suatu urusan akhirnya saya memutuskan untuk pulang. Tampak disamping jalan, dua bocah yang tadi, sedang duduk di trotoar menikmati snack padahal sedang gerimis, dan mulai tampak jelas sesuatu berwarna putih yang mereka bawa ternyata sebuah karung. 

Oo mereka (dalam hati saya bergumam). Beberapa kali bertemu dengan mereka selepas pulang kerja. Biasanya mereka berempat, Ibu yang mendorong gerobak hasil memulung serta ketiga anak-anak kecil yang membawa karung. Ya, yang mereka lakukan , berdua saja dengan adiknya memulung.

Disaat anak-anak seumuran mereka sedang bermain playstasion, belanja di mall, sedang makan , bermain bersama keluarga, belajar ataupun sedang menangis merengek meminta mainan. Sementara yang mereka lakukan "bekerja" ditengah malam yang semakin gelap ini.

Jika saat ini kita masih mengeluhkan dengan apa yang kita miliki, mengeluhkan tugas sekolah yang menumpuk. dan keluhan keluhan lainya yang membuat kita semakin jauh dari rasa bersyukur. Ada baiknya kita berfikir kembali,  bagaimana beruntungnya kita dengan hidup yang saat ini, keluarga yang menyayangi, dengan tidur beralaskan kasur, pendidikan yang tinggi, teman yang banyak, badan yang sehat, makan yang terjamin dan banyak lagi nikmat hidup yang kita miliki. 

Maka akankah kita mengeluh, yang tersebab sedikit riak yang terjadi. Wahai jiwa, berhentilah mengeluh. Daripada sedikit nestapa yang kita rasakan saat ini, tentu masih banyak nikmat yang kita miliki.


*** 
Semoga suatu saat saya bisa mewawancarai ibu dan anak anak tersebut.

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon