Mereka yang Memilih untuk Bertahan

Tags

Hari raya Idul Fitri merupakan momen yang sangat bahagia dan dinanti  bagi umat muslim. Pada momen inilah biasanya sanak saudara, kerabat jauh saling bertemu untuk berkumpul  dan bersilaturahmi. Pun dengan mereka yang saat ini tengah merantau, akan pulang ke kampung halaman untuk bertemu dengan keluarga tercinta.

Sebuah penelitian di Lab.Nutrisi BDP

Namun sebagian orang memilih untuk tidak pulang (mudik) dengan berbagai alasan yang melatarbelakangi ketidakpulangan mereka. Beberapa teman yang saya kenal juga menunda kepulangan karena tengah melakukan penelitian yang jika mudik maka hasil penelitian mereka akan terganggu.

Selain itu ada juga teman yang memilih pulang setelah ujian akhir semester  yang  akan dilakukan setelah hari raya. Mereka memilih pulang pada saat tersebut karena liburan semester genap lebih panjang dari waktu semester ganjil, sehingga waktu berkumpul dengan keluarga lebih lama. Beberapa lainnya memilih menyelesaikan study hingga selesai, setelah itu baru akan pulang.

Suatu sore di St. Manggarai
Rata-rata teman-teman  mulai mudik ke kampung halaman sejak hari senin, meskipun ada juga beberapa teman yang baru selesai praktikum rabu kemarin. Bahkan kamis ini banyak dari kakak tingkat yang melakukan seminar hasil penelitian, dan bahkan ketika saya hadir pada seminar tersebut, hampir 30 orang masih memenuhi ruangan seminar. Jumlah yang masih banyak, yang belum pulang ke kampung halaman.

Mudik ke kampung halaman menjadi tradisi tahunan yang ditunggu kehadirannya. Melepas rindu bersama anggota keluarga. Bertemu untuk bersilaturahmi dengan sanak saudara. Menikmati kembali udara segar desa bebas polusi, menyaksikan hijau luas pesawahan, mendengarkan suara kokok ayam yang bersahutan dipagi hari, merasakan suasana ramah saling tegur sapa yang hampir seluruh warga desa mengenal satu sama lainnya.

Mereka yang memilih untuk bertahan dalam perjuangan, bersabarlah. Setiap apa yang dipilih merupakan bentuk pengorbanan dengan pengharapan kebaikan atas pilihan tersebut. Meski ada hati yang sesak menahan rindu, meski ada derai yang mengalir karena pilu, meski ada rasa yang tidak mampu diungkapkan dalam bahasa.Namun semua dilakukan demi kebaikan, In Syaa Allah.

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon