Rindu Kampung Halaman

Melaksanakan Idul Fitri di kampung halaman menjadi tradisi tahunan yang dilakukan sebagian besar umat muslim. Selain karena ingin berkumpul dengan anggota keluarga, mudik ke kampung halaman menjadi salah satu cara untuk merefresh pikiran dari penatnya aktivitas sebelumnya. Untuk saya sendiri, beberapa hal ini yang saya sukai dari mudik ke kampung halaman:

1. Ramah
Orang desa terkenal dengan sifat ramahnya, suka tersenyum dan menyapa, termasuk orang baru (pendatang) yang bukan berasal dari kampung tersebut. Dalam satu desa bisa saja  kurang dari 100 kepala keluarga, sehingga hal tersebut menjadikan orang desa bisa kenal setiap orang  dari ujung ke ujung desa.

Panen padi
2. Udara Segar
Jika mendengar kata desa, maka visualisasi kata tersebut yang muncul adalah lahan pesawahan dan pepohonan. Udara di desa terasa lebih sejuk dan segar jika dibandingkan dengan perkotaan yang umumnya penuh dengan kemacetan dan polusi. Tidak hanya itu, kicau burung mudah kita dengarkan tanpa harus memeliharanya.

3. Dapur tradisional
Di desa tempat saya tinggal, warga desa masih menggunakan kayu sebagai bahan bakar untuk memasak. Penggunaan kompor gas masih sedikit. Pembangkit tenaga listrikpun baru masuk desa pada awal tahun 2000. Sehinga suasana pedesaan masih sangat terasa.

4. Minim penggunaan gadget
Interaksi antar warga yang hangat, saling mengenal satu sama lain, tidak hanya untuk orang tua, anak muda, pun dengan anak-anak kecil. Anak-anak kecil lebih suka bermain  dengan anak-anak sebayanya tanpa penggunaan gadget, misalnya main petak umpet, renang di sungai, main kelereng dan permainan tradisional lainnya. Selain itu hanya provider tertentu yang menyediakan sinyal kuat hingga masuk ke desa, sehingga jika mudik ke desa akan sangat minim sinyal yang masuk  :)

5. Suka Berbagi
Salah satu contohnya dalam suatu kesempatan, seorang warga yang baru saja menikahkan anaknya membagikan makanan hantaran yang beliau peroleh untuk seluruh masyarakat desa. Ada juga yang membagikan berasnya ke tetangga lain saat panen. Contoh lainnya jika membutuhkan bumbu dapur atau sayuran bisa diperoleh di tetangga  yang menanam tanpa harus membeli. Hal tersebut sudah wajar bagi masyarakat desa.

6. Halal bi halal
Karena jumlah warga desa yang sedikit, kegiatan silaturahmi bisa dilakukan dengan seluruh warga desa. Kegiatan silaturahmi lebaran biasa di lakukan pada malam hari baik oleh anak-anak kecil ataupun anak-anak muda. Untuk orang tua biasa melakukan silaturahmi di pagi hari setelah shalat ied.

7. Makanan murah
Tidak dapat dipungkiri lagi, harga makanan di daerah pedesaan umumnya lebih murah daripada perkotaan. Misalnya saja satu porsi es campur dengan isian sagu mutiara, melon, cincau, susu, agar-agar hanya dengan harga 5000 rupiah saja. Jika kita pergi ke pasar, masih kita temukan jajanan pasar dengan harga 500-1000 rupiah mulai dari gethuk lindri (olahan dari singkong), es dawet (es cendol), srawut (singkong yang di serut) dan masih banyak lagi jenisnya.
Ada yang senang mudik ke desa? Boleh juga share ceritanya :)

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon