Menikmati Onsen Ala Jepang

Kabut siang mulai turun. Perlahan menutupi pucuk-pucuk pepohonan, menyelimuti barisan perkebunan teh. Di daerah pegunungan seperti ini, tak peduli, pagi, siang atau sore. Suhu akan cepat berubah jika hujan tiba. Seperti siang setengah sore ini.

Rancawalini. Tempat yang kami tuju. Sebuah tempat pemandian umum. Pemandian Air Panas Walini. Begitu orang-orang menyebutnya. Mobil yang kami tumpangi merapat ke area parkir yang becek akibat hujan lepas dhuhur tadi, dengan payung seadanya, beberapa bolong seperti tak pernah ada lapisan semen di atasnya.
Kabut pun kian menebal
Payung mengembang tanggung, karena engselnya keras. Mencoba menangkis tetes air hujan yang masih turun sepi.

Onsen atau bisa dikenal dengan pemandian air panas jika di Jepang. Di Bandung, tempat pemandian air panas ini cukup terkenal dikalangan traveller. Ditengah suhu yang dingin seperti ini, memang cocok menghangatkan diri dengan berendam di air panas. Nikmat. 

Ada enam kolam renang  yang digunakan untuk pemandian umum, dengan ke dalaman kolam yang berbeda. Satu kolam bahkan dilengkapi dengan area seluncur khas anak-anak dengan ketinggian yang juga bisa dipakai untuk orang dewasa.

Udara begitu dingin menusuk. Gerimis masih turun. Beberapa teman memutuskan berenang, sementara saya dan beberapa teman lainnya hanya menunggu, duduk santai di salah satu area lesehan. Meskipun air hangat pemandian bisa menghangatkan tubuh saat renang, namun setelahnya saat berganti pakaian kembali, mungkin udara akan terasa semakin dingin. Alibi
Air yang lumayan panas :)
Selain pemandian air panas, pengelola juga menyediakan Walini Adventure yang terdiri dari gocar 50CC, ATV 90CC, ATV tea tour 260 CC, flying fox mini, kereta api mini, sepeda tour, bajay dan boogie. Hujan masih turun, deras terkadang. Sehingga kami tidak mengambil opsi ini untuk berkeliling kebun teh yang sebelumnya juga kami agendakan dalam itenerary ke Bandung ini.

Mushola, tentu saja ada. Berukuran cukup besar. Ada dua, satu di bagian depan sebelum pintu masuk dan satunya lagi tak jauh dari kolam pemandian. Karena kami berada di pemandian air panas, air wudhu yang kami gunakan sebelum sholat juga terasa hangat-hampir panas, lumayan  sedikit menghilangkan rasa dingin.

Aneka makanan seperti buah-buahan, bakso, mie instan, jagung bakar dan beberapa makanan lainnya juga tersedia. Dijual di area dekat kolam dan parkiran. Jangan khawatir, di sini juga ada toko oleh-oleh yang bisa anda kunjungi.

Pemandian air panas di Rancawalini  memiliki beberapa peraturan yang harus dipatuhi para pengunjungnya:
1. Pengunjung dalam keadaan sehat. Tidak mengkonsumsi obat-obat terlarang. Berbahaya jika tenggelam.
2. Menyimpan barang pribadi pada tempat yang aman, atau bisa dititipkan ditempat penitipan.
3. Menggunakan pakaian renang yang sopan (pakai training olahraga, gamis juga boleh)
4. Jika membawa anak kecil, sebaiknya menggunakan kolam yang dangkal dan tentu saja harus dengan pengawasan orang tua
5. Dilarang menggunakan sabun mandi dan sampho di kolam renang.
6. Dilarang makan dan minum di area kolam

Tiket masuk:
Kolam renang keluarga : Rp 150.000/jam
Kolam renang  : Rp 10.000/orang
Kamar rendam : Rp 20.000/orang
Terapi ikan       : Rp 10.000/orang
Tikar                 : Rp 10.000/tikar

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon