Sebuah Villa di Tengah Kebun Sayur

Sebuah villa cantik terbuat dari kayu menjadi tempat bermalam kami selama di Bandung. Seorang saudara dari seorang peserta gathering memberikan penginapan gratis ini selama satu hari. Seperti halnya sebuah rumah, villa ini juga dilengkapi dengan ruang tamu, dapur, kamar mandi dan kamar tidur. Berbentuk seperti rumah panggung dengan sebuah kolam ikan hias berada tepat di bawahnya. Selain itu, terdapat sebuah masjid tepat setelah pintu gerbang dengan kapasitas sekitar 25-30 jamaah serta terdapat juga pohon buah blackberry, anggur dan mangga, di depan dan samping villa.
Hasil petik buah blackberry, mau?

Layaknya daerah pengunungan dengan pertanian sayurnya. Tepat di samping masjid terdapat ladang sayur seledri. Untuk mencapai villa ini pun, kami melewati barisan perkebuanan buah strawberry. Hmm.. jadi teringat kisah Raisa dengan perkebunan stawberrynya dalam novel "Bidadari-Bidadari Surga" untuk versi lama atau dikenal juga dengan judul "Dia Adalah Kakakku" untuk versi terbaru karangan Tere Liye.

Villa, kebun sayuran dan masjid.. masya Allah

Pukul tiga sore. Udara terasa dingin. Di daerah pegunungan seperti ini keberadaan jaket memang wajib adanya, apalagi setelah menyetuh air kamar mandi.. brrrrr... seperti air kulkas. Menggigil-dingin. Terbiasa tinggal di tempat panas dengan suhu di atas 25 derajat, menjadikan tubuh perlu adaptasi ulang dengan suhu yang ada. Seorang teman dalam rombongan ini memiliki alergi terhadap suhu dingin, sehingga menimbulkan ruam merah di hidung dan bengkak di kedua tanggannya. 

Sebuah villa kayu di tengah kebun sayuran
Selepas shalat ashar saya dengan tiga orang teman memutuskan untuk jalan-jalan sore di area perkebunan sayur yang berada tepat di belakang villa. Karena dikuncinya pintu akses langsung dari villa ke kebun, maka kami memilih melewati pemukiman penduduk. Tampak warna warni bunga menghiasi rumah penduduk, barisan bawang daun dalam polybag terlihat rapi, ada juga tanaman lain seperti sayur kol, buncis, selada air, dan kolam ikan hias di samping, depan rumah penduduk. Untuk saya sendiri, melihat tanaman sayuran ini secara langsung sangat menyenangkan, karena selama ini yang saya temui hanya tamanan jagung dan padi.

Daun seledrinya seger banget kan?
Melewati pematang sempit, menjaga keseimbangan kaki, sesekali mendengar gemericik air mengalir, menghirup udara segar pegunungan di sore hari. Masya Allah. Sejauh mata memandang terlihat hamparan perkebunan sayuran, buah strawberry dan pemukiman penduduk yang terlihat sangat sedikit jika dibandingkan dengan lahan perkebunan yang ada.


Terimakasih untuk H. Asep dan Ibu Kharisma  :)
Tips untuk yang tidak tahan dengan suhu dingin:
Jika anda memiliki alergi dengan cuaca dingin dan berniat bepergian ke daerah dengan suhu dingin yang lumayan rendah seperti Puncak-Bogor, Bandung atau wilayah dingin lainnya , sebaiknya membawa baju tebal, jaket, kaos kaki yang cukup, sehingga dapat menghangatkan tubuh. Jika perlu bawa juga syal, kaos tangan dan obat-obatan yang akan membantu mengurangi rasa dingin

2 comments:

  1. Masya Allah sejuk banget pasti mbak. Aku rinduuu suasana dingin pegunungan, maklum lama di pesisir :D

    ReplyDelete
  2. Iya mb, dingin banget, harus pakai jaket tebal kalau ke Bandung Mah.. :)

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon