Si Unik Alkesa dan Kupat Tahu Padalarang

Mobil melaju, berkelok beberapa kali melewati jalan berliku. Perjalanan ke Bandung kami masih berlanjut. Barisan pohon teh terlewati, kabut tebal yang menutupi puncak perbukitan terlihat kian memudar, rumah-rumah penduduk tampak berjejer rapi. Beberapa penjual tampak menggantungkan barang dagangnya di samping kanan-kiri jalan. Penasaran, seorang teman turun dari kendaraan, merapat ke penjual buah. Membeli satu 'gombyok' buah yang berisi  10 biji.  Buah Alkesa namanya. Bentuknya seperti tetesan air yang jatuh, lancip disalah satu ujungnya, warnanya kuning menyala.

Menurut penjual, buah ini memiliki tekstur lembut dan manis jika sudah matang. Namun, ketika saya coba mencicipi, tekstur buah alkesa masih keras karena belum matang sempurna. Untuk rasanya, seperti rasa ubi, hampir seperti cempedak, agak manis, nano-nano tak pasti. Terdapat sebuah biji di dalam buah yang mirip dengan biji buah salak. Buah ini banyak dijual di sepanjang jalan menuju Bandung, tepatnya daerah mana saya kurang tahu.
Buah Alkesa. Pict by dibelakangpanggung.blogspot.com
Berselancar sejenak ke dunia maya, ternyata buah ini sudah sangat terkenal akan manfaatnya. Menurut khasiatsehat.com manfaat buah ini antara lain menjaga kesehatan mata, mengatasi sembelit, menjaga kesehatan tulang, menurunkan panas demam, memperlancar pencernaan, mengatasi radang mulut, mencegah kanker usus, menjaga sistem imun dan beberapa manfaat baik lainnya. Buah ini juga memiliki sebutan lain yaitu buah sawo mentega, sawo ubi, sawo belanda dan kanistel. Selain itu, buah Alkesa juga digunakan sebagai bahan utama sirup Tjampolay.

Waktu menunjukan pukul delapan tiga puluh. Perut berbunyi. Lapar mulai terasa. Kendaraa kami terparkir aman disebuah toko yang masih belum selesai dibangun. Berjalan perlahan, tengok kanan-kiri, berhenti sejenak memperhatikan lalu-lalang kendaraan untuk kemudian menyebrang jalan. Dan kaki kami berhenti disebuah kedai makanan, kupat tahu Padalarang. 
Makan...makan
Menagapa dinamakan kupat tahu Padalarang?  karena merupakan makanan khas daerah tersebut, yang menandakan makanan khas daerah. Kupat tahu memiliki tampilan yang mirip dengan lontong Cap Go Meh dan ketupat sayur. Makanan ini memiliki bahan utama kupat (seperti lontong, biasanya dibungkus dengan daun kelapa, bisa berbeda tergantung masing-masing daerah), tahu, dengan bahan pelengkap bihun dan taburan bawang goreng. Cocok untuk sarapan, asal tidak berlebihan menambahkan sambal, karena memang rasanya terlalu manis. Selain kupat tau Padalarang, kupat tahu Singaparna merupakan jenis kupat tahu yang juga terkenal di daerah Bandung, yang bentuknya mirip ketoprak Jakarta.

Penasaran dengan makanan khas Bandung ini? bolehlah sekali waktu mampir membeli.

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon