Suka-Dukanya Anak Rantau

Tags

Anak rantau menjadi julukan yang umum diberikan kepada seseorang yang mulai berhijrah dari tempat tinggal yang sebelumnya menuju tempat baru untuk alasan bekerja, melanjutkan studi atau untuk alasan lainnya.
Menjadi anak perantauan tentu tidak seenak yang dibayangkan kebanyakan orang, ada suka duka yang harus dihadapi. Menurut versi saya pribadi, beberapa di bawah ini suka-dukanya anak perantauan secara umum.

Berlelah-lelahlah manisnya hidup terasa setelah lelah perjuangan - Pict by Abode
*Suka*
1. Pengalaman baru
    Bertemu dengan orang-orang baru dari berbagai daerah di Indonesia atau negara lain, secara tidak langsung memberikan pengalaman baru dalam berbagai hal. Cara berinteraksi, cara pandang, cara menyelesaikan masalah dan pengalaman-pengalaman baru lainnya yang dapat meningkatkan kualitas pikir dan hidup kita.

2. Belajar mandiri
    Jauh dari orang tua, tidak ada sanak saudara, tidak ada teman yang dikenal memaksa kita untuk mandiri. Mandiri dalam banyak hal. Misalnya yang terbiasa dilayani orang tua atau "bibi" jika di rumah maka akan berusaha untuk berobat sendiri ketika sakit, cuci baju sendiri, memasak makanan sendiri dan hal-hal lainnya yang mungkin kita tidak atau jarang melakukannya jika sedang berada di rumah.

3. Banyak saudara
   Berteman dengan banyak orang yang berbeda menjadikan kita kaya akan saudara baru dari berbagai daerah, bidang ilmu dan latar belakang yang berbeda pula. 

4. Pandai mengelola keuangan
    Terbatasnya uang saku yang dimiliki menjadikan kita orang yang lebih aware dalam membelanjakan uang. Akan ada masa di mana kita akan me-skip kebutuhan-kebutuhan yang tidak begitu penting, dengan mengutamakan terlebih dahulu kebutuhan pokok dan urgent. Jika sebelumnya kita adalah orang yang boros, inilah saat yang tepat untuk melatih diri agar tidak boros.

*Duka*

1. Beda Negara
    Jika kita merantau ke negara lain yang notabennya, kita tidak begitu tahu dan bisa bahasa dan aksara negara setempat, bisa dipastikan kita akan buta aksara dan buta bahasa. Meskipun sebelumnya sudah belajar beberapa kosakata negara tersebut, namun tidak menutup kemungkinan kita akan sering menggunakan body language (isyarat tubuh) untuk menterjemahkan keinginan yang ingin kita sampaikan. Namun sekarang ini sudah banyak aplikasi yang dapat menterjemahkan bahasa sesuai dengan bahasa yang kita inginkan, bisa juga dicoba.

2. Culture Sock
    Ini salah satunya. Dengan lingkungan baru, bahasa baru, teman baru, pergaulan baru dan cita rasa makanan yang berbeda membuat awal hijrah ke tempat baru memerlukan perjuangan yang ekstra. Dalam hal makanan misalnya. Setiap negara bahkan daerah di Indonesia memiliki cita rasa makanan yang berbeda. Seorang teman yang berasal dari Minang mengatakan tidak begitu suka dengan makanan di Bogor yang dominan dengan rasa manis, jika dibandingkan di daerah mereka yang  cenderung pedas (Seperti nasi kerabu yang tidak saya sukai rasanya ketika berada di Thailand). Kondisi ini bisa lebih parah jika kita tidak bisa memasak makanan sendiri. Sehingga mau tidak mau harus menerima dengan makanan yang tersedia di daerah tersebut yang meskipun tidak meningkatkan selera makan. Alhasil, di awal perantauan berat badan akan turun signifikan. :) 

    Jika merantau ke luar negeri yang cenderung sulit untuk mendapatkan makanan halal, dapat dilakuan dengan membawa makanan instan dari Indonesia, misal sambal, abon, mie instan dan beberapa jenis lainnya yang awet untuk sementara waktu sehingga awal perantauan tidak begitu tersiksa karena makanan. 

3. Menahan Rindu
    Menahan rindu untuk pulang. Terpisah dengan jarak yang jauh, harga tiket yang mahal memaksa untuk sementara tidak pulang meski rindu bertemu keluarga sudah pada batas maksimal. Ada juga yang memilih untuk tidak pulang saat lebaran karena ada penelitian yang tidak bisa ditinggalkan. Sehingga rasa sepi dan perih begitu dalam dirasakan ketika takbir berkumandang, sementara diri masih ditanah perantauan.

4. Krus mata uang negara tujuan lebih mahal
    Dalam hal makanan, minuman, pakaian atau barang lainnya yang lebih mahal daripada daerah/negara asal menjadikan kita harus berhemat selama di daerah perantauan. Apalagi jika kita murni sebagai mahasiswa dan belum dapat beasiswa, maka berhemat menjadi opsi yang harus dipilih.

Setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda dalam hal suka-duka selama perantauan, bisa jadi lebih sedikit atau banyak dari yang saya sebutkan di atas. Bagaimanapun itu, semoga Allah berikan keberkahan dit anah perantauan, kuat dalam berjuang, mendapatkan ilmu yang bermanfaat, semakin taat dan semakin beriman.

*Syair Imam Syafi'i*

Orang pandai dan beradab
Tak 'kan diam di kampung halaman

Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Pergilah 'kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan teman
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelahnya perjuangan

Aku melihat air yang diam menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, dia 'kan keruh menggenang

Singga tak 'kan pernah memangsa jika tak tinggalkan sarang

Anak panah jika tak tinggalkan busur tak 'kan kena sasaran

Jika saja matahari di orbitnya tak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

6 comments:

  1. Sama kayak saya, menikmati hidup jadi anak rantau. Walau merantaunya masih di negeri sendiri, tetapi tetap aja selalu rindu dgn ortu dan keluarga yg jauh..

    Tetapi itulah pilihan hidup saya. Mau tidak mau harus dinikmati. hehe..

    btw, Salam kenal

    ReplyDelete
  2. Duh jadi inget masa masa diperantauan pas jaman kuliah. Suka dukanya tuh ngena banget. Palagi kalo pas lagi bokek, udah jauh dari ortu, saudara..

    ReplyDelete
  3. Bener banget mb @Diary Naya, butuh kemantapan hati dan kuatnya tekat untuk bisa bertahan di tanah rantau.. btw. salam kenal juga mb :)

    ReplyDelete
  4. Terasa banget survivenya ya mb Amirotul Choiriah:).. Salam kenal

    ReplyDelete
  5. Banyak benernyaa����, awalnya gak seberapa suka makanan bogor, tapi lama lama mau gak mau harus makan juga kan yaa,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahah.. begitulah, ala doyan karena terpaksa..:D

      Delete

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon