Azmura dan Wisata Hati

Tags

Hujan turun perlahan, sesekali gemuruh terdengar, kilat tampak menerangi langit yang telah gelap. Pukul 21.22 WIB, angkot (angkutan perkotaan) yang kami tumpangi mulai melaju meninggalkan Dramaga menuju vila di wilayah Tapos Bogor, melewati derasnya hujan yang mulai turun. Jalanan masih ramai, meski malam kian larut,  kendaraan roda dua masih terlihat dengan lihainya serobot kanan kiri, menikung kendaraan lainnya. Hujan masih turun dengan lebat, menutupi kaca depan mobil yang meskipun sudah dilap dari dalam, masih saja berembun. 
Salah satu tempat asyik yang berada di bawah kamar tempat kami menginap
Jalan yang kami lewati mulai berbeda, tidak landai seperti sebelumnya. Sesekali mobil menanjak tajam, menukik kemudian, sopir dengan hati-hati menyibak genangan air. Minim sekali penerangan jalan yang kami lewati. Apakah ada jurang di kanan kiri jalan, kami juga tidak tahu. Angkot kami tiba-tiba berhenti di tanjakan jalan, kami para penumpang hanya menatap heran dari dalam angkot, saling bertanya mengapa kendaraan berhenti. Rupanya, angkot di depan kami tidak kuat menanjak. Khawatir, tentu saja, takut-takut, angkot tiba-tiba mundur menimpa deretan kendaraan roda empat lainnya yang sama-sama berhenti. #Lebay. 
Alhamdulillah, perjalanan bisa berjalan kembali, lancar hingga sampai vila yang menjadi tujuan kami.

Ini, kali kedua saya menginap di vila, setelah sebelumnya di Bandung bersama dengan panitia kongres FW (Forum wacana), namun saat ini berbeda. Kami yang tergabung dalam Himmpas (Himpunan mahasiswa muslim pascasarjana), selama 3 hari 2 malam mengadakan agenda Musyker (Musyawarah kerja) untuk program Himmpas satu tahun ke depan. 
Di tengah temaram lampu dan suara jangkrik malam yang mulai berderik
Sebuah vila dengan luas 2400 m2 menjadi tempat bermalam kami. Vila Azmura namanya,  berada di daerah Tapos-Ciawi-Bogor, milik Bapak Brata Wardhana. Penginapan dan konsumsi di vila ini GRATIS diberikan oleh Bapak Brata dan keluarga.
Mau?
Berbeda dengan vila sebelumnya yang berada di tengah-tengah kebun sayur, vila ini berada di atas perbukitan tinggi, dengan deras suara air sungai mengalir di sebelah kanan bangunan. Sebuah aula yang juga difungsikan sebagai tempat shalat, tempat diskusi dan tempat olahraga menjadi tempat agenda kami selama 3 hari ke depan. Vila bergaya Bali ini sangat indah dengan berbagai ukiran di setiap bangunan, termasuk juga di dalam kamar mandi. Terdapat berbagai jenis bunga indah ada di sini, dua diantaranya bunga anggrek dan dahlia, jenis lainnya saya kurang tahu namanya. Selain itu, terdapat juga lahan pesawahan-tanaman padi, sebuah kolam renang, kaktus tinggi menjulang, pohon salak langka, buah-buahan (raspberry, blueberry, jambu, jeruk dan buah lainnya).

 "Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan?"
Beneran mau renang?
Selain sholat lima waktu berjamaah, shalat tahajud, salah satu agenda selama Musyker yang menurut saya sangat berkesan adalah khataman Al qur'an. Seusai shalat isya', kami memiliki jatah untuk membaca 1.5 juz secara bersamaan. Masya Allah. Lama sudah saya tidak merasakan suasa semacam ini, terakhir mungkin ketika khataman Al qur'an di desa saat saya masih SMP (Sekolah menengah pertama).

Vila Azmura memiliki beberapa bangunan  yang saling terpisah satu sama lain  dan tentu saja rumah utama Bapak Brata. Sebagai tempat menginap, kami menempati empat bangunan (kamar) yang berbeda, tiga untuk perempuan dan satu bangunan untuk laki-laki yang letaknya berjauhan. Sebuah dapur dengan sebuah gazebo, meja dan kusi serta gemericik sungai mengalir, menemani sore kami saat istirahat untuk peralihan acara. Indah bukan?

Menurut cerita yang saya dapat dari Bapak Brata. Ada beberapa mahasiswa yang "menyepi" untuk mengerjakan tugas akhir a.k.a skripsi di vila ini selama tiga-empat bulan. Mereka datang sendirian, untuk menjauh dari hiruk pikuk kota dan mencari suasana yang kondusif sehingga dapat lebih konsentrasi untuk menyelesaikan tugas akhir. Dengan segala keindahan yang terdapat di vila ini, tidak heran memang jika banyak orang yang ingin bermalam di sini. Selain karena keindahannya, vila ini juga digunakan untuk wisata hati, wisata untuk semakin meningkatkan keimanan kepada Allah.
Ngobras-Ngobrol santai dengan Bapak Brata
"Jazakallahu khairan katsiran, kami ucapkan untuk Bapak Brata dan keluarga yang dengan besar hati memberikan tempat tinggal serta konsumsi gratis untuk kami. Semoga Allah memberikan keberkahan untuk Bapak dan keluarga."

(Baca juga: Guru kehidupan itu bernama Pak Brata).

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon