Bogor Street Festival CGM

Barisan manusia tampak memadati ruas jalan Surya Kencana. Gabungan petugas keamanan dari TNI, Polisi, Satpol PP dan Dishub kota Bogor berusaha menjaga lalu lintas jalan yang padat merayap dan menjaga keamanan acara. Bogor Street Festival (BSF) merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Cap Go Meh (CGM) yang diadakan pada tanggal 19 Februari 2019, tepat 15 hari setelah tahun baru China. 
Ogoh-ogoh
Tema yang diambil dari BSF ini adalah Katumbiri Lighting Festival (KLF). Katumbiri merupakan bahasa Sunda yang memiliki arti pelangi. Warna-warni pelangi mewakili keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia sehingga acara ini menjadi ajang budaya pemersatu bangsa. Rangkaian acara dalam BSF antara lain bakti sosial ke panti asuhan dan panti jompo, bazaar rakyat, pertunjukan wayang potehi, wayang golek dan yang terakhir Katumbiri Lighting Festival. Acara puncak KLF ini menyuguhkan berbagai macam pertunjukan seperti marching band, marawis, paskibraka, liong-barongsai, parade seni dan budaya. 
Kurang tahu sih, ini patung apa
Sesore ini, acara mungkin sudah selesai. Pukul setengah enam saya baru sampai di lokasi acara, padahal saya berangkat dari Dramaga pukul empat sore. Kemacetan parah mulai terjadi ketika angkot memasuki jalan di depan kampus Pascasarjana IPB Barangsiang. Angkot (Angkutan perkotaan) berjalan dengan lambat, perlahan. Bunyi klakson? jangan tanya, saling bersahutan satu sama lain. Bersabar hanya itu satu-satunya cara dan berharap parade belum usai. 

Sebuah baliho besar di depan Botani Square Mall menampilkan acara tahunan ini. Berdasarkan baliho tersebut, acara dimulai pukul tiga sore hingga pukul dua belas malam. Meskipun rentang waktunya masih lama, saya berasumsi acara parade seni dan budaya dimulai pukul tiga sore hingga magrib. Setelah itu mungkin lanjut ke pertunjukan lainnya. Jadi setidaknya saya masih mendapatkan sisa-sisa parade. Namun, ternyata tidak. Bahkan acara parade belum dimulai. Terlihat para peserta parade duduk menunggu dengan tampilan unik masing-masing.  Mereka telah bersiap, entah mulai dari jam berapa. 
Bersama nenek-nenek kece
Pengunjung muslim bisa memilih untuk shalat magrib di area KRB (Kebun raya bogor)-disebuah tenda yang disulap menjadi tempat shalat oleh panitia dan di masjid terdekat lainnya. Tampak Gubernur Jawa Barat, Bapak Ridwan Kamil dan Bapak Bima Arya Sugiarto Wali Kota Bogor, seusai shalat magrib, berjalan bersalaman dengan para pengunjung yang berdiri di ruas-ruas jalan. Barisan pasukan pengaman, mencoba menyibak jalanan yang ramai. Hingga bakda magrib, acara belum juga dimulai. 

Panggung utama KLF terletak di depan pintu utama Vihara Dana. Jalan di depan Lawang Surya Kencana sudah penuh dengan para pengunjung. Saya sendiri tidak bisa meilihat pertunjukan apa yang ada di panggung, hanya terdengar sesekali suara pemandu acara, yang menurut infomasi sebanyak 45 orang. Hmmm. Banyak juga ternyata.
Salah satu peserta atraksi Reog Ponorogo
Bakda Isya', iringan peserta mulai merapat ke arah Jl. Surya Kencana. Tampak rombongan dari peserta yang menampilkan Reog Ponorogo mulai berjalan. Senang, tentu saja. Ini merupakan budaya dari kota Ponorogo yang sudah sejak lama ingin saya saksikan. Meskipun saat ini mereka hanya lewat saja dan menyuguhkan sedikit atraksi, karena atraksi utama saat mereka mulai parade di jalan. Selain itu ada juga arakan peserta dari Papua, Bali, Jakarta, Ponorogo, Padang dan provinsi lainnya di Indonesia. Ada juga tampilan dari mancanegara seperti India dan Tionghoa. Rute parade ini mulai dari Jl.Surya Kencana  hingga menuju Jl.Siliwangi. 

Bogor Street Festival
merupakan agenda tahunan yang menjadi salah satu agenda andalan Kota Bogor, menjadi daya tarik wisatawan dalam negeri ataupun mancanegara. Jika kamu ingin menikmati BSF ini tahun depan, cari saja informasi berikutnya.

2 comments:

  1. Waw kereen kostum2nyaa.. Jalanan rame banget ya kak, apalagi momen yang gak sering diadain ini

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon