Kota Tanpa Sinyal! Memang Masih Ada?

Tags

Pernah tinggal di suatu tempat yang tak ada sinyal? Merasa jauh dari peradaban dan ingar bingar berita terkini yang biasanya dapat diakses melalui perangkat seluler. Kehidupan seketika berubah, menjadi sepi, tanpa gadget, damai dari pesan yang biasanya ramai masuk ke handphone, untuk sementara.

Biasanya kejadian tersebut banyak dialami di daerah pedesaan ya? Eitss.. jangan salah, ternyata di Bogor pun saya mengalami kehilangan sinyal selama tiga hari, tepatnya saat saya mengikuti Raker (rapat kerja) Himmpas pada bulan februari kemarin yang berlokasi di Villa Azmura Tapos Bogor. Tapos yang merupakan bagian dari Puncak yang begitu terkenal, ternyata masih ada wiayahnya yang 'miskin' sinyal. 
Ada yang jual sinyal ?  :) (Pict by liputan6.com)
Saat itu saya menggunakan dua kartu, thr** dan Ind**at, dan keduanya tidak berfungsi, ikon yang menunjukkan keterangan sinyal langsung bersih. Namun, beberapa teman yang menggunakan provider seluler yang sama dengan saya ternyata berfungsi normal, meskipun hanya satu dua sinyal yang masuk, tapi lumayan daripada tidak ada sama sekali. Tidak hanya dua jenis kartu tersebut, beberapa provider yang terkenal dengan sinyal kuatnya juga mengalami hal yang sama, sinyalnya tidak hilang sama sekali sih, hanya berkurang beberapa saja. 

Jika kasus yang terjadi di Tapos tersebut akibat dari villa yang berada di ketinggian di atas menara BTS (Base transceiver stasiun) atau bisa disebut juga  dengan gardu sinyal/tower sinyal berada di bagian bawah wilayah tersebut, sehingga tidak dapat menjangkau daerah yang lebih tinggi. Maka, pada kasus di desa, menara BTS tidak banyak tersebar, sehingga untuk mendapatkan sinyal yang cukup, tak jarang banyak orang yang mencari tempat yang lebih tinggi, naik pohon, naik bukit misalnya hanya untuk bisa telpon atu berkirim pesan. Terkadang, sinyal yang kuat baik di desa dan di kota berasal dari provider seluler GSM (Global system or mobile communication) sedangkan CDMA (Code division multiple access) dalam banyak kasus sinyal provider seluler ini langsung menghilang bahkan silang merah atau ada keterangan tambahan 'panggilan darurat'. 

Ketimpangan jangkauan sinyal seluler memang masih dirasakan di tahun 2019 ini. Meskipun saat ini sudah banyak digaungkan Revolusi Industri 4.0, nyatanya untuk jangkauan sinyal seluler masih banyak wilayah di Indonesia yang masih blank spot tidak ada sinyal, apalagi 4G, 3G dan 2G. Menurut Lokadata yang disusun oleh beritagar.id pada tahun 2014, sinyal coverage (presentase desa/kelurahan yang memperoleh sinyal 2G, 3G, 4G) untuk Kep. Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta dan Bali sudah hampir 100%, sedangkan di wilayah Indonesia bagian timur belum sampai pada nilai 80%, sehingga ketimpangan jangkaun sinyal seluler masih sangat dirasakan. 
Sinyal Coverage di beberapa Provinsi di Indonesia (Pict by beritagar.id)
Berbicara tentang kota tanpa sinyal lainnya, ini juga saya alami ketika mudik atau tinggal di kampung halaman. Bahkan lebih parah. Masuk desa, sinyal langsung hilang, tanda silang merah. Parah memang. Padahal masih dalam wilayah Jawa Timur.  Sampai saat ini masih seperti itu. 

Tidak hanya ketimpangan jangkauan sinyal seluler, bahkan di wilayah Indonesia masih ada 1.8 juta Rumah tangga (RT) yang belum teraliri listrik. Saya sendiri baru merasakan listrik menerangi desa pada tahun 2000, jadi bisa sedikit membayangkan bagaimana kehidupan tanpa listrik. Masih merasakan masa di mana dalam satu desa hanya satu orang yang memiliki satu televisi yang menggunakan accu mobil sebagai tenaga pembangkitnya, sehingga satu desa berkumpul di rumah orang tersebut untuk bisa menyaksikan sinetron yang cukup terkenal pada saat itu. 

Yah, terlepas dari bagaimanapun. Pemerataan pembangunan di beberapa wilayah di Indonesia  belum merata seluruhnya. Mungkin karena lokasinya yang terjal, biaya yang dikeluarkan cukup besar ataupun karena alasan lainnya. Semoga kita yang saat ini merantau ke kota, berjuang untuk mencari ilmu, nantinya bisa kembali lagi ke desa untuk sedikit memberikan dampak sosial untuk masyarakat sekitar.

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon