Wahai Wanita, Berhati-hatilah dalam Berkendara

Tags

Siang kemarin di kampus terjadi sebuah kecelakaan antara motor dan sebuah mobil. Seorang ibu yang sedang latihan mobil tiba-tiba menginjak gas ketika seharusnya menginjak rem disebuah belokan tepatnya di depan gedung Grawida. Alhasil mobil menghantam motor yang melaju dari arah berlawanan, hingga mobil naik ke trotoar yang menurut saya sangat tinggi. Cerita ini bukan untuk membahas bagaimana tentang kronologi sebenarnya kecelakaan tersebut, yang mana korban dari kecelakaan tersebut mahasiswa yang sedang berangkat untuk pengamatan praktikum, tetapi lebih kepada opini saya menyikapi para wanita yang berkendara. 
Tetap aman dalam berkendara (Pict by geloragp.blogspot.com
Terkadang saya merasa gemes ketika melihat ibu-ibu, mba-mba, adik-adik perempuan yang berkendara tidak memperhatikan rambu-rambu ataupun belum mematuhi peraturan lalu lintas. Belok ke kanan, kiri tanpa memperhatikan kendaraan lain yang sedang melaju. Yaah tidak semuanya seperti itu. Pasti ada yang sudah berkendara dengan benar dengan memperhatikan rambu-rambu dan terkadang tak kalah lihainya dengan kaum laki-laki yang terkenal dengan manuver lincah kendaraanya.

Banyak kasus kecelakaan lalu lintas yang dialami oleh para wanita, seperti lampu sign yang menyala sebelah kiri ternyata berbelok ke arah kanan, jilbab yang menutupi lampu sign sehingga pengendara yang berada dibelakang tidak tahu jika motor akan berbelok, gamis yang masuk di roda motor, anak-anak yang masih belajar berkendara berbocengan tiga orang atau lebih dan masih banyak lagi kasus kecelakaan yang dialami oleh para wanita.

Jika kamu seorang muslimah yang aktif bergerak, yang lebih banyak waktunya untuk aktivitas di luar rumah, beberapa hal ini perlu diperhatikan jika sedang berkendara:

1. Paham aturan lalu lintas. Termasuk diantaranya arti dari lampu lalu lintas (seorang teman yang saya kenal, bahkan tidak tahu jika lampu hijau itu artinya kendaraan bisa melaju/jalan), menggunakan helm jika berkendara, melengkapi surat-surat penting, seperti STNK dan SIM (Kalau ini saya juga belum punya :D).

2. Sudah benar-benar bisa berkendara. Alih-alih ingin terlihat keren karena bisa mengendarai mobil ataupun motor, sehingga mengesampingkan keselamatan diri sendiri atau pengendara lainnya. Faktor ini, harus sangat diperhatikan ketika akan mengendarai kendaraan.

3. Saat ini pakaian muslimah sudah beragam bentuknya, serta memiliki lebar bawah gamis yang sampai tiga meter (bisa lebih atau kurang). Sehingga perlu diperhatikan jika berkendara (motor khususnya), untuk lebih berhati-hati agar gamis atau rok yang dikenakan tidak masuk ke dalam roda. Jika menggunakan jilbab syar'i, ada baiknya dilengkapi dengan jaket yang mana akan lebih aman, tidak berkibar ke mana-mana.Selain itu, sebaiknya menggunakan celana panjang, untuk menjaga aurat yang tersingkap.
Wuuuusss..auratnya harus tetap dijaga ya shaliha  (Pict by kantormeme.blogspot.com)
4. Sebagai orang tua harus lebih ketat terhadap putra-putrinya yang ingin menggunakan motor ke sekolah (bisanya banyak terjadi di daerah pedesaan, sang anak berkendara sendiri, sementara orang tua pergi ke sawah). Keselamatan menjadi faktor yang harus dipertimbangkan.

5. Jika berkendara sambil mendengarkan musik, sebaiknya berhati-hati. Musik atau murotal yang didengarkan saat berkendara jika terlalu kencang volume suaranya, pengendara akan kesulitan mendengar suara klakson dari belakang-depan. Terlalu larut dengan suara musik yang didengarkan akan mengurangi konsentrasi dalam berkendara. Menurut saya, sebaiknya tidak memakai musik dengan headseat atau tidak mendengarkan musik saat berkendara.

6. Sms atau telpon saat berkendara, ini sangat berbahaya. Jika memang sangat urgent, bisa merapat ke tepi jalan, berhenti sejenak, untuk membalas telpon, sms ataupun untuk mengabarkan jika sedang di jalan.

7. Kesehatan kendaraan. Semua bagian dari kendaraan seharusnya dalam keadaan sehat. Termasuk speedometer, lampu, dan yang tidak kalah penting fuelmeter. Lucu jika sedang asyiknya berkendara, motor tiba-tiba mogok berhenti tak mau jalan, alhasil harus menuntun motor tersebut, beruntung jika lokasi pom bensin dekat, jika jauh, maka olahragalah. :)

8. Jas hujan. Ini optional sih, tapi penting adanya ketika musim hujan seperti saat ini.

Tulisan ini tidak bermaksud untuk mendiskreditkan kaum wanita, tetapi lebih kepada opini pribadi saya tentang perempuan berkendara yang mungkin tidak segesit laki-laki. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan dengan tulisan ini.

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon