Perubahan Itu Dilakukan, Bukan Sekedar Diwacanakan. Ayo Hijrah Bersama Bank Muamalat Indonesia

Hijrah? Darimanakah harus dimulai? Apakah cukup dengan berganti pakaian saja? Apakah saya kuat dengan prosesnya? nanti nggak boleh ini, nggak boleh itu dong? ataukah bagaimana?. Arrrghh..serbuan pertanyaan yang tiba-tiba datang membuat kepala pusing. Jangankan memakai jilbab, shalat lima waktu saja masih bolong-bolong, yang benar saja mau hijrah?. Akhirnya semangat hijrah itu perlahan surut, terabaikan bersama berlalunya hari dan tersadar memahami realitas diri yang masih jauh dari kata 'baik' menurut agama Islam.  Jilbabin hatinya dulu, baru luarnya. Kata-kata pembelaan yang pada saat itu menjadi pembenaran sesaat.

Bukan berasal dari keluarga yang agamis menjadikan kesadaran akan hidup beragama dengan 'benar' masih kurang. Pengetahuan seputar Islam hanya sekedar rukun Islam, sementara perintah lain mengenai berpakaian, bagaimana berinteraksi dengan lawan jenis, bagaimana ilmu tentang ikhlas dan ilmu-ilmu penting lainnya masih sangat-sangat kurang. 
Kau hanya perlu memulai untuk mengambil langkah untuk perubahan yang kau inginkan
Allah Maha Baik. Sore itu dengan hati yang yakin keputusan untuk mengenakan jilbab tiba-tiba datang, meskipun jilbab yang dikenakan masih sebatas leher dengan pakaian yang masih tutup tambal dengan manset yang panjang, tersebab memang tak adanya baju panjang.

Selama satu setengah tahun jilbab yang saya kenakan belum berubah panjangnya, pendek dan sekalipun panjang akan saya lilitkan ke belakang. Ada waktu di mana timbul rasa tidak nyaman akan pakaian yang terasa ketat menempel di badan. Sebersit pikiran muncul 'pakaian apa ya yang nyaman jika dipakai untuk beraktifitas?' Hanya bertanya pada diri sendiri. Hingga suatu waktu bertepatan dengan awal semester, di sebuah serambi masjid kampus, saya berkenalan dengan seorang kakak tinggat dari fakultas lain, Pendidikan Agama Islam (PAI), Ia tersenyum menyapa. Dan awal perubahan itu pun dimulai.

Pertanyaan-pertanyaan yang selama ini mengganggu perlahan mulai terjawab. Mengapa harus menggunakan jilbab tebal tidak nerawang, kalaupun nerawang harus didouble, harus menggunakan pakaian yang longgar, harus pakai celana panjang meskipun sudah menggunakan gamis atau rok, harus pakai kaus kaki, dan pertanyaan tentang pakaian yang 'nyaman' itu terjawab sudah. Namun,  realita untuk mempraktikkan pengetahuan baru itu ternyata memerlukan waktu. Kurang percaya diri karena pakaian panjang yang terkesan gombrang, tangan yang terasa gatal ketika mengenakan manset, telinga yang sedikit berkurang pendengarannya karena jilbab yang double dan hal lainnya yang saya alami saat awal hijrah.

Hijrah dari pemikiran berlanjut kemudian cara berpakaian dan sikap perlahan mulai saya lakukan, yang meskipun proses hijrah perbaikan diri itu tidak berhenti pada saat itu saja. Semua proses itu berlanjut hingga saat ini. Efek lain dari proses hijrah lainnya adalah mulai perhatiannya saya dengan logo halal disetiap barang yang saya beli. 
Bingung dengan pilihan Bank Syariah? Ke Bank Muamalat Indonesia saja
Meningkatnya  kesadaran masyarakat tentang produk-produk halal, termasuk diantaranya makanan, minuman, kosmetik, pakaian, perkakas, deterjen, pengharum pakaian dan hal lainnya ternyata memberikan dampak terhadap lembaga keuangan. Maka mulailah beramai-ramai bank konvensional mendirikan cabang bank lain untuk kategori bank syariah.  Jika bank lainnya menambahkan embel-embel syariah setelah nama bank konvensional yang mereka dirikan sebelumnya, namun ternyata ada satu bank syariah yang tanpa menggunakan tambahan kata 'syariah' setelah nama bank mereka, karena memang sudah menerapkan konsep syariah sejak awal didirikan yaitu Bank Muamalat Indonesia.

Bank Muamalat Indonesia merupakan bank syariah murni pertama di Indonesia yang tidak menginduk dari bank lain, berdiri pada tanggal 1 November 1991. Pendirian Bank Muamalat Indonesia digagas oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia), ICMI (Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia) dan pengusaha muslim Indonesia yang kemudian mendapat dukungan dari pemerintah Republik Indonesia. Bank Muamalat Indonesia mulai beroperasi secara resmi sejak tanggal 1 Mei 1992. 

Sejak grand launching pada tanggal 8 Oktober 2018 Bank Muamalat Indonesia mengkampanyekan gerakan #AyoHijrah. Ayo hijrah menitik tekankan kepada ajakan untuk berbuat ke arah yang lebih baik sesuai dengan ajaran agama Islam, terutama dalam pilihan lembaga perbankan dengan memilih lembaga keuangan syariah agar hidup lebih berkah. Untuk memasifkan gerakan #AyoHijrah yang sedang digalakkan oleh Bank Muamalat Indonesia, beberapa kegiatan yang mereka lakukan antara lain: seminar/edukasi tentang perbankan syariah, open booth di pusat kegiatan masyarakat, kajian Islami dengan narasumber dari kalangan ulama, pemberdayaan masjid sebagai salah satu agen perbankan syariah dan beberapa agenda kegiatan lainnya.

Telah banyak produk keuangan yang dikeluarkan oleh Bank Muamalat Indonesia, seperti asuransi syariah, dana pensiun lembaga keuangan muamalat dan multifinance syariah. Selain itu Bank Muamalat Indonesia juga memiliki produk lain seperti mobile banking, internet banking muamalat , jaringan ATM yang tersebar luas serta kantor cabang yang terdapat di luar negeri. 

Ayo Hijrah menjadi lebih baik.  Bukan menunggu kapan dan di mana, tapi dimulai dari apa yang bisa kita lakukan saat ini. Mumpung sebentar lagi Ramadhan datang, AyoHijrah.

#Artikel ini merupakan bagian dari artikel yang saya submit dalam kompetisi blog Bank Muamalat#

This Is The Newest Post

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon