Siapakah Pemimpin Indonesia 2019?

Tags

Artikel kali ini tidak sedang membahas tentang siapakah pemimpin Indonesia berdasarkan hasil pemilu pada hari Rabu tanggal 17 April 2019, karena memang saya kurang tahu sudah ada atau belumnya pengumuman resmi dari Sang Pemimpin terpilih yang beredar, jadi kali ini lebih kepada proses pemilihan yang bisa saya lakukan di kampus IPB.

Sebagai anak rantau, momen pemilu seperti ini menjadi momen penting yang saya syukuri bisa saya ikuti yang bahkan tidak semua anak IPB bisa ikut berpartisipasi. Untuk memperoleh A5, pindah lokasi memilih dilakukan dengan mendaftar online dengan mengisi beberapa data yang disediakan oleh FW (Forum Wacana) dan BEMKM (Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa) yang bekerja sama dengan KPU kota Bogor.

Antri mencari form A5
Form A5 mulai dibagikan dua hari sebelum hari pencoblosan di gedung Student Centre. Hari pertama dimulai pukul 18.30 WIB, bersama dengan dua orang teman saya mengambil form A5 pada hari kedua. Banyaknya mahasiswa yang mengambil form A5 menjadikan suasana kian ramai pada sore hari, apalagi ditambah complaint dari beberapa orang yang form A5-nya tidak ditemukan di dalam kumpulan berkas. Beberapa malah masih on the way pada jam 8 malam. Setelah memperoleh form A5, mahasiswa akan diberitahukan lokasi TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang didapatkan.

Penasaran dengan lokasi TPS yang saya dapatkan, saya berangkat pagi hari (nggak pagi banget juga sih :D) , sekaligus untuk mengantisipasi jika kesasar di jalan. Eh... ternyata lokasinya tidak terlalu jauh dan mudah ditemukan, yang ditandai dengan rombongan mahasiswa yang menuju satu titik, di situlah lokasinya. Lokasinya berada di Bateng (Bara tengah), sangat mudah ditemukan. Di lokasi ini terdapat lebih dari 5 TPS. Mahasiswa yang mendapatkan form bisa langsung menuju lokasi TPS yang tercantum di from A5. 
Alhamdulillah, akhirnya bisa memilih di tanah rantau
Di beberapa TPS terlihat dengan antrian mahasiswa, alhamdulillah di TPS yang saya tuju tidak perlu antri. Ternyata tidak semua mahasiswa yang mendaftar melalui FW dan BEMKM mendapatkan form A5. Beberapa diantaranya memang tidak terdaftar di daftar pemilih sehingga tidak mendapatkan form, beberapa lainnya memang ada keterlambatan dari KPU, sehingga bagi mahasiswa yang sudah terdaftar dan tidak memperoleh form A5 hanya membawa KTP saja ketika akan mencoblos. Pada pemilihan umum ini, kami anak rantau hanya bisa memilih presiden saja sedangkan untuk anggota legislatif lainnya tidak bisa. Hal lainnya yang disayangkan, tidak semua mahasiswa mengetahui pemberitahuan pendaftaran pemilihan yang difasilitasi oleh FW dan BEMKM, sehingga banyak yang tidak mendaftar. 

Semoga pemilu selanjutnya lebih baik dan siapapun presidennya nanti, semoga Indonesia lebih baik 5 tahun ke depan.

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon