Tempat I'tikaf Favoritnya Anak IPB

Tidak terasa ramadhan yang agung akan segera pamit pergi, seakan-akan perjumpaan itu baru kemarin. 10 hari terakhir menjadi perjumpaan terakhir dengan amalan puasa yang semakin meningkat intesitasnya. Pada malam-malam ini, kaum muslimin umumnya akan melakukan i'tikaf. I'tikaf disebut juga dengan menetap atau berdiam diri, di masjid.
Sudah pernah ke masjid Al Hurriyyah?
Masjid Al Hurriyyah IPB menjadi masjid favorit bagi banyak mahasiswa untuk melaksanakan i'tikaf, selain karena letaknya yang tidak jauh dari kos, masjid ini juga nyaman dari banyak segi (tempatnya luas, bersih, ketersediaan air tercukupi dll). 

Seputar i'tikaf yang diikuti oleh banyak mahasiswa, panitia DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) Al Hurriyyah membuka pendaftaran peserta i'tikaf sejak seminggu sebelum 10 hari terakhir. Melalui form bit.ly peserta mengisi beberapa data seperti nama, riwayat sakit, alergi makanan , dan lain sebagainya. Tidak hanya mahasiswa, masyarakat di luar kampus pun bisa juga melaksanakan i'tikaf di masjid ini, namun saya kurang tahu apakah harus mengisi form pendaftaran juga atau datang langsung.
Area tidur jamaah perempuan di lantai 3
Untuk tempat tidur jamaah laki-laki, panitia menyediakan hamparan beberapa lembar karpet di bagian belakang tempat shalat pada lantai 2. Sedangkan untuk jamaah perempuan, panitia menyiapkan tempat tidur pada bagian kiri dari tempat shalat pada lantai 3. Meskipun tempat tidur sudah disediakan, namun banyak juga jamaah yang memilih untuk tidur di area shalat. Bahkan ketika saya turun ke lantai satu untuk mengambil wudhu pagi tadi, beberapa jamaah perempuan tidur dan yang lainya mengerjakan tugas (UAS-take home, skripsi dll), di jam segitu, di lantai dasar yang dingin, yang memang tidak ada karpetnya. Masya Allah.

Setiap peserta yang mendaftar i'tikaf akan mendapatkan kupon makan sahur setelah shalat tarawih. Kupon ini nantinya digunakan untuk mengambil makanan yang disediakan oleh panitia. Semua peserta in syaa Allah mendapat bagian makan sahur, baik yang memiliki kupon atau tidak. Namun, panitia akan mendahulukan peserta yang memiliki kupon, setelah selesai baru peserta yang tidak memiliki kupon bisa bergabung.

Selain i'tikaf di 10 hari terakhir bulan ramadhan, berbagai kegiatan diadakan oleh DKM Al Hurriyyah. Diantaranya sholat berjamaah 5 waktu, kajian sore sebelum berbuka, buka bersama (ifthar), shalat tarawih yang diimami oleh mahasiswa IPB, kajian tematik tarawih, shalat tahajud berjamaah dan sahur bersama. 

2000 porsi takjil dan makanan berat disediakan selama bulan puasa. Dengan berbekal kupon yang dibagikan panitia pada saat kajian sore sebelum berbuka, jamaah (mahasiswa) bisa menikmati buka bersama gratis setiap harinya di masjid Al Hurriyyah. Untuk sahur, jumlahnya berkurang menjadi 300 porsi, berdasarkan peserta yang mendaftar juga. Para mahasiswa yang tergabung dalam panitia berbuka puasa yang membantu menyiapkan makanan untuk berbuka dan sahur. 
Menu berbuka puasa yang berbeda setiap harinya
Makanan untuk berbuka dan sahur disediakan oleh juru masak yang sama dengan agenda subuh berjamaah pada bulan-bulan sebelumnya. Namun ada tambahan beberapa personil karena jumlah yang harus disedikan lebih banyak dari pada kegiatan subuh berjamaah yang hanya menyediakan 1500 porsi makan berat. Untuk lokasi memasak, lauk-pauk dimasak di dapur asrama marbot yang terdapat di depan masjid sehingga aromanya tidak mengganggu jamaah yang sedang beribadah di masjid, sedangkan makanan yang tidak menimbulkan bau (nasi, buah-buahan dll) dilakukan di ruangan yang sama dengan ruangan memasak untuk shalat subuh berjamaah. 

Jadi, dimana tempat i'tikaf favoritmu teman? :XD

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon