Masjid Babah Alun: Masjid Kolong Tol Ala Negeri Tirai Bambu

Sebuah masjid  dengan perpaduan warna hijau, kuning dan merah tampak berdiri anggun di bawah kolong tol Wiyoto Wiyono. Iya di bawah kolong tol. Unik memang. Selain karena bangunannya yang mirip dengan Klenteng atau Vihara, lokasi masjid ini juga menimbulkan daya tarik tersendiri bagi masyarakat. 
Masjid Babah Alun
Sebuah papan bertuliskan aksara China Masjid Babah Alun terpampang menghiasi pintu atas masjid. Pada bagian dalam masjid, terdapat tulisan asmaul husna mengelilingi atap masjid (masjid dibuat tanpa kubah). Pada bagian tempat wudhu wanita terdapat gambar tata cara berwudhu yang disertai dengan penjelasan dalam bahasa China dan Indonesia. 

Tata cara berwudhu bilingual

Masjid Babah Alun merupakan masjid yang didirikan oleh seorang mualaf sekaligus pengusaha keturunan Tionghoa bernama Muhammad Yusuf Hamka. Hamka pada nama belakang beliau diperoleh dari tokoh terkenal Buya Hamka yang merupakan orang yang berjasa yang menuntun Yusuf Hamka saat mualaf. 
Taman Baca yang terletak di belakang Masjid
Masjid ini memiliki luas 1500 m2 diresmikan pada  bulan Mei tahun 2018 . Pada kompleks masjid ini tidak hanya terdapat bangunan masjid saja, melainkan pada bagian belakang berdiri rumah baca, sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan TPA (Tempat Pembelajaran Al qur'an). Dan semua fasilitas tersebut gratis untuk warga sekitar. 

Saat saya sampai di masjid ini. Tampak beberapa anak kecil sedang bermain di halaman masjid dan beberapa orang tua sedang duduk menikmati semilir angin, berteduh dari panasnya ibu kota. Dan yang tak kalah serunya, suara seng yang tertimpa kendaraan yang melaju di atas jalan tol, menjadi backsound unik yang jarang kita rasakan pada masjid pada umumnya.

Pada bulan Ramadhan seperti saat ini. Masjid Babah Alun menyediakan nasi kotak untuk berbuka sebanyak 100 porsi dari tanggal 8-29 Mei 2019 (Sabtu, Ahad dan tanggal merah libur), hampir sama dengan berbuka gratis di Vihara Kim Tek Le Glodok ya, karena memang Bapak Yusuf Hamka merupakan pengurus Komunitas Muslim Tionghoa Indonesia yang menginisiasi buka bersama di vihara tersebut.

Untuk mengakses masjid ini pun mudah. Dari stasiun Tanjung Priok kamu cukup naik angkot (angkutan kota) nomor 04 Jurusan Tanjung Priok Warakas-Sunter Mall Papanggo, atau jika mau lebih cepat bisa juga naik ojek online namun harganya 2 kali lipat lebih mahal dari pada naik angkot. Alamat lengkap Masjid Babah Alun terletak di Jl. Warakas I Gang 21 RT 01/RW 07 Papanggo Tanjung Priok Jakarta Utara. Terletak di sebelah kanan jalan.

Sejak didirikannya Masjid Babah Alun, suasa di sekitar masjid perlahan berubah. Anak-anak kecil yang terpapar dengan bahasa yang tidak sopan mulai berganti kosa kata baru yang lebih baik, lingkungan yang dahulunya kumuh, bekas pemukiman liar, preman di mana-mana berubah menjadi masjid indah yang banyak dikunjungi oleh warga sekitar atau dari daerah lain. Sehingga hal ini menjadi salah satu sarana untuk syiar Islam dan masjid menjadi tempat yang dirindukan keberadaannya oleh masyarakat.

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon