Menikmati Keindahan Masjid Kubah Emas

Sebagai anak rantau yang tidak pulang saat mudik (T.T). Hari Raya Idul Fitri seperti ini tidak saya lakukan layaknya masyarakat lainnya, sungkem dengan orang tua atau silaturahmi ke rumah tetangga pun tidak, hanya ke rumah ibu dosen dan ibu kos, itu pun setelah lebaran hari ke-2 dan 3. Dan ini adalah kali kedua saya tidak merayakan lebaran di kampung halaman, setelah sebelumnya harus lebaran di negeri Gajah Putih.

Masjid Kubah Emas
1 Syawal 1440 H. Tidak ada rencana mau pergi kemana setelah Shalat Ied di lapangan rektorat IPB. Mungkin stay di kos saja seharian. Sebuah pesan dari seorang teman yang sama-sama tidak mudik tiba-tiba muncul, mengajak ke rumah saudaranya yang dekat dengan Universitas Pancasila. Teringat Masjid Kubah Emas yang ada di Depok, ku-usulkan bagaimana jika ke Masjid Kubah Emas terlebih dahulu sebelum pergi  silaturahmi. Deal tempat yang kami tuju di tanggal 1 Syawal adalah Masjid Kubah Emas.

Sejak masuk pintu utama, masjid megah dengan kubah besar sudah terlihat mencolok. Taman rindang di sisi kanan kiri jalan dengan beberapa pepohonan besar kami lewati. Beberapa diantaranya dijadikan tempat berteduh warga sambil menikmati jajanan yang mereka bawa dari rumah atau beli di penjual kaki lima yang ada di depan masjid. Kami yang saat itu baru sampai di lokasi saat panas terik siang hari, setelah melewati kemacetan yang melelahkan sepanjang jalan Sawangan (rute jalan yang harus dilewati), memutuskan untuk membeli semangkuk bakso seraya rehat sejenak menikmati semilir angin di sebuah pohon rindang dekat pintu utama.
Area luar masjid juga asyik untuk bersantai
Masjid Dian Al Mahri atau dikenal dengan sebutan Masjid Kubah Emas, karena memang kubahnya yang terbuat dari emas, menjadi destinasi wisata religi yang harus kamu coba. Terletak di Jl. Raya Meruyung, Meruyung, Kecamatan Limo, Depok, Jawa Barat, tepat di sebelah kanan jalan, sangat mudah sekali untuk ditemukan.

Masjid Dian Al Mahri menempati tanah seluas 8000 m2 pada luasan total tanah 50 hektar yang dibangun oleh almarhumah Hj. Dian Djuriah Maimun Al Rasyid, seorang pengusaha yang berasal dari Banten.  Pembangunan masjid dilakukan mulai tahun 2001 dan selesai pada tahun 2006 dan mulai dibuka untuk umum bertepatan dengan Iedul Adha pada tahun tersebut. Masjid ini bisa menampung 15.000 jamaah (kurang lebih). Selain kubah utama yang berukuran besar, terdapat lima kubah emas berukuran kecil berdiameter 16 meter dengan tinggi 26 meter mengelilingi kubah utama tersebut. Jumlah kubah ini menunjukkan pilar utama dalam Islam, yaitu rukun Islam.

Memasuki area utama masjid, ornamen lampu kristal menghiasi kubah bagian dalam masjid. Selain itu langit-langit kubah yang dilukis menyerupai bentuk awan serta kaligrafi yang berwarna emas menambah syahdu suasana di dalam masjid. Tampak beberapa pilar berukuran sangat besar menyangga bagian dalam masjid. Beberapa jamaah tampak melaksanakan shalat dhuhur, beberapa lainnya beristirahat rebahan. Sementara di bagian luar masjid, tampak pilar berwarna hitam, putih dan merah yang banyak dijadikan lokasi foto dan istirahat oleh para jamaah, beberapa orang lainnya mengabadikan bangunan indah masjid dengan memanfaatkan jasa tukang foto yang sudah stand by sejak pagi. 
Ornamen indah bagian dalam kubah paling besar
Di hari pertama lebaran seperti ini, Masjid Kubah Emas menjadi salah satu destinasi wisata religi yang tepat, tempat yang indah untuk berkumpul dengan keluarga. Namun, yang perlu menjadi perhatian adalah perjalanan menuju masjid yang dipenuhi dengan drama kemacetan, terlepas pada saat musim libur lebaran seperti saat ini, menurut informasi yang saya peroleh daerah Sawangan merupakan daerah yang tak pernah sepi dari macet, kapanpun itu.

Selain bangunan utama masjid, di area ini juga terdapat restoran, kafetaria, boutique dan toko souvenir. Masjid Kubah Emas buka setiap hari mulai pukul 04.00-07.00 WIB, dan 10.00-Isya. Namun pada hari Kamis, masjid dibuka untuk umum pukul 04.00-07.00 WIB dan buka kembali pada pukul 16.00 WIB-Isya.

Rute menuju Masjid Dian Al Mahri:
Naik Kereta KRL (Comuter Line) turun di stasiun Depok Baru. Lanjut naik angkot 03 (warna biru) turun di Parung Bingung, ambil ke kanan jalan naik angkot 102. Atau jika ingin lebih cepat bisa juga langsung pesan ojek online dengan tari Rp. 22.000 satu kali jalan, sedangkan jika menggunakan angkot Rp.12.500.

Mau liburan? Yuuuk datang ke Masjid Dian Al Mahri. Selain karena bangunan masjidnya yang indah, kamu bisa sekalian merasakan nikmatnya beribadah di masjid ini.

4 comments:

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon