Pesona Bukit Bintang Pabangbon


Wisata alam menjadi pilihan banyak orang, apalagi bagi warga kota yang cenderung sibuk dengan aktivitas padat setiap harinya, dan Bogor menjadi kota dengan destinasi wisata alam yang banyak dikunjungi masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal di wilayah Jabotabek (Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi). Hal ini bisa dilihat dari ramainya stasiun Bogor jika weekend, selasar stasiun yang penuh dengan pengunjung, antrian panjang penumpang KRL (Commuter line) yang mengular di depan loket pembelian dan pengembalian kartu THB (Tiket Harian Berjamin-kartu untuk naik KRL), dan kemacetan lalu lintas yang tak pernah selesai dan semakin menjadi ketika musim liburan tiba. Jika ingin berwisata ke kota Bogor tanpa harus merasakan kemacetan yang mengusik, kamu bisa mencoba pergi ke Taman Topi yang terletak di samping stasiun Bogor, Kebun Raya Bogor dan beberapa tempat wisata yang dekat dengan Stasiun Bogor.
Sekalinya terbang, pakai ayunan :)
Lepas dari stasiun Bogor, wisata alam lainnya yang dekat dengan kampus IPB Dramaga adalah Wisata Panorama Pabangbon (PaPa). Tempat ini cukup terkenal, dan menjadi destinasi perjalanan saya kali ini. Namun, sebelum sampai di PaPa, saya memutuskan untuk berhenti menikmati panorama alam yang disuguhkan oleh Bukit Bintang yang letaknya tidak jauh dari PaPa (dan PaPa akhirnya terlupakan, semoga ada waktu dan kesempatan untuk bisa berkunjung ke PaPa). 

Sebelum memasuki wisata alam Bukit Bintang, pengunjung akan disuguhkan dengan area perkebunan di samping kanan-kiri jalan dan udara yang segar (jika sampai di sana pada waktu pagi hari). Sebuah tugu berbentuk menara terbuat dari bambu yang bertuliskan Wisata Alam Bukit Bintang tampak terpampang menyambut para pengunjung. Harga tiket untuk masuk Bukit Bintang Rp 15.000 perorang, tarif parkir Rp 3000 untuk roda dua dan Rp 5000 untuk roda empat. Pada saat saya sampai di Bukit Bintang, masih sepi, tidak banyak pengunjung yang datang, karena memang bukan weekend

Wisata yang disuguhkan tidak begitu tampak dari luar. Pengunjung harus jalan lebih dalam ke area wisata agar bisa menikmati keindahan alam yang ada. Spot dan wahana foto yang menarik banyak dibuat oleh pengelola. Namun pengunjung harus membayar @Rp 15.000 perdua orang (selain tiket masuk) untuk setiap spot menarik. Saya yang saat itu tidak tahu jika setiap spot berbayar, langsung masuk pada satu spot yang menurut saya biasa (ada yang lain yang lebih menarik), kaget ketika sang pemilik spot memberitahukan jika spot yang kami gunakan berbayar. Selanjutnya, kami memutuskan untuk berfoto pada spot lain yang benar-benar kami inginkan. 
Ini bukan lokasi untuk pernikahan ya..hihi
Wahana yang sangat ingin saya coba adalah sepeda gantung. Sayangnya, wahana tersebut tidak sedang dibuka (sang pemilik tidak ada) pada hari itu, mungkin akan dibuka jika pengunjung ramai pada saat weekend. Akhirnya untuk mengobati rasa penasaran, saya mencoba ayunan. Tarif yang dipatok untuk ayunan Rp 10.000 perorang. Sang pemilik menawarkan foto, dan saya mengiyakan (cuma Rp 2000 ini pikir saya). Pada bayar, saya kaget ternyata harus bayar Rp 40.000 (dua orang, 10 foto), hadeeh..saya kira foto-foto yang diambil boleh dipilih sendiri, ternyata tidak, semuanya dikirim melalui USB. (Hahha)

Berlibur ke Bukit Bintang, menurut saya pribadi banyak mengeluarkan biaya. Untuk mencapai tempat ini saja saya harus 3 kali pesan Gr**b, karena salah alamat, alamat yang diinginkan tidak muncul di aplikasi (muncul sih, tapi salah alamat, hanya berjarak 5 menit dari kos). Alhasil biaya transportasi lumayan menguras kantong. Selain itu, setiap wahana atau spot menarik berbayar, sehingga hanya sedikit spot yang bisa dicoba (kantong tipis :D). Untungnya saya membawa bekal makan dan minuman, sehingga lebih hemat (nasib anak kos :D)
Spot menarik lainnya
Setelah perjalanan balik ke Dramaga, saya baru tahu, ternyata ada cara lebih murah dan mudah untuk mencapai tempat wisata ini. Dari Dramaga naik angkot (angkutan kota) jurusan Leuwiliang (Rp 7500), turun di pertigaan yang ada tulisan wisata Panorama Pabangbon. Selanjutnya naik angkot lagi (Rp 3000-Rp 4000) satu kali dan turun di pertigaan yang mengarah ke tempat wisata tersebut, selanjutnya naik ojek satu kali (Rp 25.000-Rp 30.000). Lebih murah lagi jika menggunakan motor sendiri, tapi perlu diperhatikan, jalan menuju lokasi ini sangat menanjak, pastikan kondisi motor atau mobil 'sehat'. Selamat berlibur :D.

1 comment:

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon