Masjid Ramlie Mustofa:Taj Mahalnya Indonesia

Taj Mahal, begitu orang-orang menyebut masjid dengan warna dominan putih ini. Masjid Ramlie Mustofa namanya, dibangun oleh seorang mualaf Tionghoa yang bernama H. Ramli Rasidin. Nama Masjid Ramlie Mustofa sendiri berasal  dari singkatan nama dari keluarga H. Ramli Rasidin yaitu Ra (Ramli Rasidin), Lie (Lie Njok Kim), Mu (Muhammad nama anak pertama), So (Sofian  nama anak kedua) dan Fa (Fabian anak ketiga).

Masjid Ramlie Mustofa
Nama masjid Ramlie Mustofa baru saya dengar ketika ramadhan kemarin seorang penjaga masjid Babah Alun, masjid yang terletak di bawah kolong tol, bercerita tentang masjid ini. Penasaran dengan keindahannya, alhamdulillah akhirnya Allah takdirkan untuk datang ke masjid ini.

Masjid Ramlie Mustofa terletak di sebelah jalan raya, sangat mudah ditemukan. Selain itu, tepat di seberang masjid terdapat danau Sunter yang sudah cukup terkenal dengan pantulan warna-warni cat yang digunakan pada tembok pembatas danau. Danau Sunter ini juga banyak digunakan warga untuk duduk-duduk santai menikmati semilir angin.

Pada lantai dasar, terdapat toilet dan tempat wudhu yang terpisah. Untuk tempat wudhu perempuan langsung tersambung dengan tempat shalat. Pada bagian luar tempat wudhu, baik laki-laki ataupun perempuan, terdapat sebuah pohon kurma. Pada bagian tempat wudhu ini, terdapat gambar tata cara berwudhu, doa sebelum dan sesudah berwudhu yang diukir pada tembok dengan menggunakan tinta berwarna emas. Selain digunakan sebagai tempat shalat, lantai dasar khusus perempuan ini digunakan juga untuk kajian-kajian, atau aktifitas keagamaan lainnya. Di masjid ini juga dilengkapi dengan lift, sehingga memudahkan jamaah yang sudah 'sepuh' atau jamaah lain yang ingin dengan mudah menuju lantai dua dan tiga.
Danau Sunter dari lantai 3 masjid

Lantai dua, tempat shalat utama terdapat sebuah kaca transparant pada bagian imam (depan) yang bertuliskan surat alfatihah beserta terjemahannya. Pada bagian kubah, juga terdapat tulisan dari beberapa ayat Al qur'an.  Pada bagian luar, terdapat sebuah beduk yang didominasi oleh warna hitam dan emas yang bertuliskan 'hayya ala shola' (mari kita sholat). Selain beduk terdapat juga sebuah tugu peresmian masjid oleh H. Ramli Rasidin beserta dengan imam besar masjid Istiqlal  Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA. 

Pada bagian luar masjid, tepat di depan tangga keluar lantai dua, terdapat pahatan surat waqiah trilingual, Bahasa Arab, China dan terjemahan dalam bahasa Indonesia. Selain itu di samping kanan-kiri tangga menuju lantai dua, juga terdapat pahatan surat Al Fatihah trilingual.  

Lantai tiga difungsikan sebagai tempat sholat jamaah perempuan jika waktu shalat tiba. Meskipun, bisa juga shalat di lantai dasar (lantai satu). Di lantai ini, kita bisa melihat view indah danau Sunter. Untuk mencapai lantai ini pun, jamaah bisa menggunakan lift atau menggunakan tangga. 
Hayya Ala Sholah
Masjid Ramlie Mustofa terletak di Jl. Danau Sunter Raya Selatan Blok I/10 No.12C-14A Jakarta Utara. Untuk mencapai masjid ini mudah. Dari St.Tanjung Priok, kamu bisa naik angkot jurusan mall sunter, selanjutnya bisa naik transportasi online, atau jika ingin lebih mudah bisa langsung menggunakan transportasi online sejak dari St. Tanjung Priok. Atau jika ingin menggunakan kendaraan pribadi, yang harus diperhatikan tempat parkir terbatas hanya pada bagian luar masjid saja. 

Untuk kuliner, ada pedagang mie ayam yang terletak tak jauh dari masjid, atau jika ingin sekedar minum kopi/minuman dingin saja sambil menikmati semilir angin danau, ada penjual kaki lima yang terdapat di samping danau Sunter.

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon