Mendadak Inggris

Tags

Berapa lama waktu yang telah kita habiskan untuk belajar bahasa Inggris, 10 tahun? 12 tahun? atau mungkin lebih jika dihitung dari SD hingga kuliah saat ini. Dengan waktu yang cukup lama, ternyata tidak menjadikan kita lancar untuk level percakapan, mungkin ada beberapa alasan klasik yang ditakutkan banyak orang  (termasuk saya) yang ingin memulai pembicaraan dengan native, alasanya takut salah gramarnya, takut salah kosakatanya, takut ditertawakan dan ketakutan lainnya sehingga kemampuan kita stuck pada level itu-itu saja. Padahal banyak diantara kita yang ingin sekali lancar berbahasa inggris, cas..cis..cus... seperti air mengalir:D.
Bapak dosen keceh, Bapak Sukenda (kiri) dan Bapak Dedi Jusadi (kanan)
Siang itu saat di kampus, tak seperti biasanya ada dua orang bule yang datang ke departemen, yang tentu saja ingin bertemu dengan bapak dosen. Namun karena janji bertemu jam 1 siang, sementara si bule datangnya jam 11, jadilah kami, mahasiswa yang terbata-bata dan tak lancar bicaranya ini harus menemani mereka. Hmm itung-itung praktikum :D.

Saya bersama dengan seorang teman yang sama-sama tidak tahu mau bicara apa saja dengan si bule, mulai gusar. Wajah kami mungkin terlihat tegang, muka pucat, tapi mau bagaimana lagi. Ibaratkan kita di lempar ke sungai, mau ngga mau kita harus berenang jika ingin selamat.

Hal pertama yang kami lakukan, kami mengajak mereka ke kantin. Menjelaskan berbagai menu makanan yang tersedia (jangan dibayangkan ya, kami menjelaskan dengan lancar :D) yang pada akhirnya si bule memilih makanan yang menurut kami enak.
Sembari menikmati makan siang, kami ajak mereka mengobrol, menanyakan asalnya, sudah berapa lama di Indonesia, tentang kuliner Indonesia yang mereka sukai dll. 

Ternyata oh ternyata. Mereka adalah mahasiswa master dari sebuah perguruan tinggi yang ada di Denmark. Berasal dari departemen berbeda Human Resource dan Economy (nama kampus ada di kartu nama yang entah dimana saya lupa menaruhnya). Datang ke Indonesia karena tugas dari kampus untuk melihat potensi SDM dan ekonomi jika diambil dari bidang perikanan (Weleh..tugas ternyata bukan mencari data untuk tesis mereka :D). Mereka akan tinggal di Indonesia kurang lebih 2-3 bulan, berkeliling ke beberapa kampus dan lokasi potensial lainnya.

Lepas makan kami ajaklah mereka berkeliling kolam percobaan, kolam yang biasanya digunakan oleh para mahasiswa untuk melakukan penelitian. Di tengah matahari siang yang terik, kami berjalan melewati pematang kolam. Ngobrol ngalor..ngidul dengan topic random yang terkadang terhenti karena saya lupa kosa katanya. Masing-masing kami berbicara dengan satu orang, yang saya mungkin agak canggung ketika melihat postur tubuh mereka yang tinggi menjulang :D.

Ala bisa karena terpaksa mungkin ini kalimat yang tepat untuk menggambarkan keadaan tersebut. Satu setengah jam berbicara langsung dengan bule ternyata menyadarkan diri saya, ternyata untuk bisa lancar berbicara, kita hanya perlu praktik, yang nantinya mungkin akan berakhir dengan bahasa tubuh karena minimnya kosakata yang dimiliki.

This Is The Newest Post

1 comment:

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon