Barcode, Sistem Presensi Online 4.0 IPB

Tags

Era 4.0 menjadi salah satu era di mana penggunaan teknologi diterapkan di berbagai sektor kehidupan manusia. Misalnya saja dalam bidang perikanan saat ini beberapa budidaya skala besar telah menggunakan alat yang digunakan untuk memberikan pakan ikan secara otomatis, penggunaan hormon reproduksi buatan, monosex ikan dan lainnya. Dalam bidang pertanian, banyak sekali teknologi hasil panen yang digunakan untuk mengefisienkan tenaga serta biaya.  Hal lainnya dari bidang pertanian digunakannya alat untuk mengukur kebutuhan pupuk setiap komoditas tanaman, sehingga lebih tepat untuk pertumbuhan dan pembentukan buah.
Barcode, sistem presensi terkini IPB University (Pict. metropolitan.id)

Salah satu upaya penerapan revolusi 4.0 di IPB University yaitu penggunaan presensi online yang merupakan bagian dari program Green Campus 2020. Penggunaan kayu sebagai bahan kertas akan sedikit terkurangi dengan diterapkannya sistem absensi ini. Paperless menjadi salah satu keuntungannya, mengurangi biaya pembelian kertas, mengurangi tempat penyimpanan berkas, dan lebih mudah untuk mengetahui jumlah kehadiran mahasiswa tanpa harus merekap/menghitung ulang absensi. Bagi mahasiswa, tentu saja akan lebih tepat waktu untuk hadir karena scan QR code (quick response) dilakukan di awal perkuliahan.

QR code akan dipindai dengan menggunakan aplikasi IPB Mobile for Student. Setelah terpindai sintem akan mencatat waktu kehadiran, koordinat dari perangkat hp mahasiswa dan tentu saja memindai kehadiran mahasiswa. Pemindaian kode QR harus dilakukan dengan login terlebih sistem WiFi kampus yaitu IPB ACCESS atau eduroam. (Cara login IPB ACCESS dan eduroam).

Penggunaan presensi online telah diterapkan IPB University pada mahasiswa angkatan 56  yang berkuliah di gedung CCR (Common class room) sejak tanggal 12 Agustus 2019. Pada saat itu QR code di masih di cetak di kertas yang kemudian disebarkan di setiap kelas. Awal penerapan sistem  Namun, saat ini mulai semester genap 2019/2020, QR code ditampilkan pada layar proyektor yang terdapat dimasing-masing kelas. Beberapa kendala dari diterapkannya sistem ini adalah beberapa laptop dosen belum terkoneksi dengan IPB ACCESS atau eduroam, jika layar LCD terlalu terang QR code tidak bisa terbaca, serta untuk absensi online masih membutuhkan waktu 10-15 menit.

Penerapan presensi online ini tidak hanya untuk mahasiswa, namun juga diterapkan kepada pegawai IPB dengan login terlebih dahulu ke sistem kehadiran yang sudah disiapkan oleh IPB University. Setlah melakuan login, akan tertera nama, fakultas, golongan, kode finger print, dan data presensi. Penggunaan sistem ini akan memudahkan pegawai, sehingga tidak perlu repot untuk mencari mesin finger print. 

Semoga perbaikan sistem terus dilakukan, sehingga kendala dalam penerapan sistem ini dapat dilakukan dengan lancar.

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon