Fast Track, Kuliah 5 Tahun S1-S2 di IPB University

Jika di SMA kita mengenal istilah akselerasi, sekolah 3 tahun menjadi 2 tahun, maka di dunia perkuliahan terdapat istilah Fast track. Fast track merupakan program sinergi percepatan perkuliahan S1 dan S2 hanya selama 5 tahun, yang seharusnya 6 tahun (4 tahun untuk S1 dan 2 tahun untuk S2) untuk waktu normal.  

Ketua program studi akan mensosialisikan program Fast track kepada mahasiswa tahun ke-3, yang di mana pada tahun ini kegiatan perkuliahani di kelas akan selesai, digantikan dengan penelitian, KKN (Kuliah kerja nyata) atau magang. Nah pada saat  inilah pengajuan untuk mengambil kelas Fast track dilakukan sejak semester 6 akhir. Form pendaftaran dapat di peroleh di Tata Usaha departemen. Selanjutnya setelah memenuhi beberapa prasyarat, salah satunya nilai IPK minimum 3.50, maka mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan S2 pada saat semester 7.

Memasuki semester 7, mahasiswa akan memiliki banyak sekali tugas yang harus diselesaikan. Selain tugas penelitian S1 yang harus sudah di mulai, serta tugas kuliah S2 yang berjibun jumlahnya. Pada saat inilah, keputusan untuk mengambil Fast track akan terasa berat.

Memasuki semester 7 (S1), mahasiswa harus sudah deal untuk judul dan rencana penelitian yang akan dilakukan. Pada tahap ini, mahasiswa akan menyusun proposal penelitian. Apa saja parameter penelitian yang akan diambil, yang akan membedakan dari S1 dan S2 (biasanya garis besar topik yang diambil sama ataupun bisa juga berbeda saat S1 dan S2). Setelah mendapat persetujuan dari dosen pembimbing, mahasiswa dapat memulai penelitian pada semester ini.
Mau pilih program yang reguler atau fast track ? (Pict. by Fisip.unand)

Selain running penelitian, mahasiswa juga akan mengikuti perkuliahan S2 (semester 1). Memasuki perkuliahan semester 1 akan banyak sekali tugas perkuliahan yang harus diselesaikan, baik tugas pribadi ataupun kelompok. Pada saat tugas kelompok ini, mahasiswa fast track harus bisa memanagemen waktu dengan baik antara penelitian dan tugas yang terkadang membutuhkan waktu untuk berkumpul dan berdiskusi, sementara penelitian sedang running (misal sedang kultur bakteri, sampling dan lainnya).

Lepas penelitan S1, mahasiswa akan memulai untuk menyusun skripsi sebagai tugas akhir yang harus diselesaikan. Jika lancar, maka seminar hasil dan sidang dapat dilakukan di semester 8. Pada saat ini mahasiswa bisa mendaftar wisuda S1. 

Memasuki semester 2 (S2), mahasiswa akan dihadapkan dengan kegiatan perkuliahan dan sidang komisi 1 yang mana akan membahas tentang rencana penelitian (jika ada perubahan dengan pembahasan saat S1). Pada semester 3 mahasiswa bisa melakukan kolokium (seminar proposal) dan penelitian dan semester 4 untuk penulisan thesis, sidang, dan wisuda. 

Mahasiswa yang mengambil fast track dituntut untuk kuliah tepat waktu 5 tahun, jika lebih maka status perkuliahannya dianggap reguler, seperti mahasiswa biasa lainnya. Selain lulus S1 dan S2 dalam waktu 5 tahun, keuntungan lainnya dari fast track yaitu dari segi pembiayaan. Pada saat mahasiswa semester 7 dan 8, mereka tidak membayar perkuliahan S2 pada semester 1 dan 2.

Jika pada saat semester 8 (S1) mahasiswa mundur dari program Fast trackk, maka nilai saat semester 1 (S2) akan tetap tersimpan. Jika nantinya mahasiswa tersebut ingin melanjutkan S2 jalur reguler di tahun yang berbeda, maka nilai-nilai tersebut masih bisa digunakan, tanpa harus mengambil perkuliahan ulang untuk mata kuliah yang sama. 

Untuk teman-teman yang saat ini mengambil program Fast track, semoga dikuatkan dan dimampukan untuk menyelesaikan amanah baru yang dipilih ini.

3 comments:

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon