Tes SKD di Wahana Ekpresi Pusponegoro

Tags

Ujian negara, begitu saya menyebut untuk tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Pendaftaran CPNS dibuka secara online sejak tanggal 11 November 2019. Beberapa tahapan yang harus dilewati oleh peserta diantaranya submit berkas-berkas persyaratan yang diminta oleh masing-masing instansi yang di tuju, mengikuti tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) untuk peserta yang lolos pemberkasan, tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), dan pengumuman hasil tes CPNS yang dilakukan sekitar tanggal 1 Mei 2020.

Waktu pelaksanaan tes SKD diadakan berbeda di beberapa wilayah di Indonesia. Misalnya saja untuk formasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tes ini dilaksanakan pada akhir Januari, sementara di beberapa wilayah di Jawa Timur,  dilaksanakan pada akhir Februari. 

Pelaksanaan SKD untuk wilayah Pantura-Pantai Utara (Kabupaten Bojonegoro, Tuban, Lamongan dan Gresik) terpusat di Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP) Gresik dengan hari pelaksaaan yang berbeda setiap kabupatennya. Dalam satu hari terbagi menjadi lima sesi yang dimulai pukul 08.00 WIB (untuk sesi pertama) , dan sesi terakhir dimulai pada pukul 16.30 WIB. 
WEP, Lokasi tes SKD di wilayah Pantura
Sebelum melaksanakan tes SKD, peserta akan melalui tahap registrasi dengan memberikan kartu ujian CPNS (untuk peserta dan panitia) yang sebelumnya sudah di download di akun pendaftaran. Sebelum memasuki ruang registrasi peserta harus menuliskan nomor urut dan nomor meja registrasi pada bagian pojok kanan kartu ujian khusus panitia. Penulisan ini bertujuan untuk memudahkan peserta mencari meja registrasi serta saat tandatangan absensi kehadiran. Setelah melalui tahap registrasi, peserta akan dicek untuk hanya membawa KTP dan kartu peserta ujian (dilarang memakai perhiasan, jam tangan, bros kerudung, japit rambut dan ikat pinggang). Pemeriksaan ini akan dilakukan oleh petugas perempuan dan petugas laki-laki, yang kemudian diperiksa kembali dengan alat metal detector

Keseluruhan peserta akan menunggu di ruang tunggu, sampai waktu ujian yang dijadwalkan dimulai. Selanjutnya peserta akan memasuki ruang ujian. Di ruang ujian sudah disediakan alat tulis (pensil/ballpoint dan kertas buram yang sebelumnya diberikan pada saat di ruang tunggu) dan tentu saja seperangkat laptop/komputer sebagai perangkat tes online. Peserta akan duduk di kursi yang telah disediakan. 

Petugas akan memberikan arahan bagaimana cara mengoperasikan komputer, cara mengisi jawaban yang dipilih, mengubah jawaban, dan terakhir selesai proses ujian. Panduan tersebut disajikan dalam bentuk video singkat, sehingga peserta lebih memahami. Selain cara pengoprasian, petugas juga menjelaskan batas passing grade  (batas nilai minimal sehingga peserta dinyatakan lulus tahap SKD).

Sebanyak 100 pertanyaan disajikan dalam tes ini, yang terdiri dari tiga jenis tes, yaitu Tes wawasan kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum(TIU) ,Tes Karakteristik Pribadi (TKP), dengan nilai passing grade yang berbeda, yaitu masing-masing 65, 80, dan 126.

Sebelum ujian dimulai peserta diharuskan memasukkan nomer NIK KTP, nomer peserta ujian, pin peserta (yang didapatkan pada saat registrasi), dan memasukkan pin sesi (tertera pada layar monitor, dengan pin sesi yang berbeda dengan sesi yang lainnya).

Setelah penjelasan dari petugas selesai, maka peserta bisa memulai proses tes. Pada bagian atas akan tertulis nama, jumlah soal, jumlah pertanyaan yang sudah dijawab, jumlah pertanyaan yang belum dijawab, dan sisa waktu yang dimiliki (jumlah waktu keseluruhan 90 menit).

Jika peserta sudah selesai mengisi semua soal, peserta dapat meng-klik tombol selesai atau membiarkan sampai waktu habis, dan sistem akan menutup secara otomatis, selanjutnya akan muncul perolehan nilai  yang didapatkan. Jika nila melewati passing grade yang ditentukan, maka peserta dinyatakan lolos pada tahap ini. 

Selesai tahap SKD, peserta akan melanjutkan kembali tahap SKB dengan waktu pelaksanaan yang berbeda untuk setiap instansinya (25 Maret 2020 hingga 10 April 2020). Pada tahap ini peserta akan melakukan tes lanjutan. Peserta yang akan mengikuti tes SKB, berdasarkan tingkat ranking yang didapatkan. Nilai peserta yang lolos SKD akan diolah terlebih dahulu, sehingga didapatkan ranking tertinggi dari berbagai titik lokasi tes. Jadi ada kemungkinan, peserta lolos SKD, namun terdapat peserta lain yang memiliki nilai yang lebih tinggi, maka mereka yang memiliki potensi besar untuk mengikuti SKB. Tes SKB akan memilih satu peserta atau lebih, sesuai kebutuhan dari masing-masing formasi yang dipilih.

This Is The Newest Post

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon