Kehidupan Masyarakat Desa Di Tengah Pandemi Covid-19

Tags

Empat bulan sudah sejak pengumuman awal kasus pandemi Covid-19 di Indonesia, sampai saat ini jumlahnya masih terus meningkat. Semua aspek dalam kehidupan terkena dampak dari pandemi ini, terutama dalam hal ekonomi, baik masyarakat yang tinggal di perkotaan dan pedesaan.

Saat panen menjadi waktu yang menyenangkan bagi petani, kapan pun waktunya
Masyarakat perkotaan identik dengan warga yang berasal dari tanah rantau. Berbondong-bondong setiap tahunnya, warga memadati kota-kota besar di Indonesia, mengadu nasib dan peruntungan, jika mujur, dapat memberikan perbaikan ekonomi keluarga di kampung halaman. Namun, saat pandemi Covid-19 ini, ribuan atau bahkan ratusan ribu pekerja berhenti bekerja, sebagai dampak dari pencegahan semakin meluasnya virus yang dilakukan dengan sosial/physical distancing, banyak pula perusahaan mengalami gulung tikar tidak beroperasi. Sehingga para perantau memutuskan untuk kembali ke kampung halaman. Namun, belum sempat mereka pulang, pelarangan mudik sudah diberlakukan, sehingga mau tidak mau mereka harus tetap bertahan dengan segala keterbatasan di tanah rantau.

Berbeda dengan kehidupan masyarakat desa di mana saya tinggal. Aktivitas sehari-hari masih tetap berjalan seperti biasanya, karena memang mayoritas bekerja sebagai petani. Yang membedakan dengan adanya pandemi ini, selain aktivitas sekolah diliburkan sebagai salah satu upaya pencegahan merebaknya virus diantaranya penyemprotan disinfektan kendaraan saat memasuki desa, jika keluar rumah mereka menggunakan masker, di depan toko-toko juga disediakan air untuk cuci tangan. Saat-saat panen hasil ladang dan sawah masih tetap berjalan, menjemur padi/jagung, pergi ke pasar, berjualan masih bisa dilakukan. Meskipun masih ada beberapa warga yang tidak mengindahkan larangan berkumpul di warung-warung kopi.

Saat ini new normal telah diberlakukan pertama kali di ibu kota, kehidupan masyarakat sedikit longgar. Perusahaan berbagai instansi kerja sudah dibuka, bahkan beberapa tempat wisata turut serta memecah kebosanan masyarakat selama berada di rumah. Namun dari itu semua, kewaspadaan masih harus terus dilakukan, protokol kesehatan terus diperhatikan, mengingat semakin tingginya masyarakat yang terkena pandemi ini. Tak tangung-tanggung jumlahnya kini menjadi yang paling tinggi di Asia Tenggara.

Semoga pandemi Covid 19 segera berlalu dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan seperti biasanya.

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon