Menikmati Pesona Kota Tua Jakarta

Para penumpang kereta Commuter Line (KRL) tampak berlari, beberapa diantaranya memilih untuk berjalan cepat agar tak tertinggal. Sore seperti ini, desak penuh penumpang tak ter-elakkan. Untungnya ada gerbong khusus perempuan di bagian depan dan belakang kereta,  sehingga sedikit lebih aman, meskipun tetap harus waspada dengan barang bawaan.


Kota Tua menjadi destinasi perjalanan saya kali ini. Sepulang dari Labkesda mengambil hasil uji penelitian, saya memustuskan untuk mencari tahu lokasi wisata Kota Tua yang menurut artikel sangat dengan dengan stasiun Jakarta Kota. Stasiun yang sebelumnya menjadi tempat transit sementara sebelum ke Masjid Babah Alun dan Vihara Kim Tek Le saat bulan puasa lalu.


Urung menggunakan Ojek Online, saya memutuskan bertanya ke penjaga keamanan stasiun akan lokasi Kota Tua. Tak disangka, lokasinya sangat dekat hanya berjalan sekitar 10 menit.


Deretan penjual souvenir dan kuliner tampak berderet di trotoar jalan. Senyum sumringah menawarkan barang dagangan. Sekumpulan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berjaga, mencoba menertibkan para pedagang dan wisatawan.


Pukul 4 sore, matahari masih terasa panas menyengat. Warna-warni sepeda sewaan tampak memperindah suasana. Kota Tua menjadi salah satu destinasi wisata yang mudah diakses di ibu kota.


Apa saja yang bisa lakukan selama berkunjung ke Kota Tua? Ini diantaranya:


1. Berkunjung ke Museum Fatahillah
Jika kamu mencari foto Kota Tua, maka Museum Fatahillah akan muncul sebagai ikon utama pada mesin pencarian. Museum tiga lantai ini menyuguhkan berbagai peninggalan VOC Belanda, peninggalan prasasti  atau gerabah yang ditemukan oleh para Arkeolog, dan peninggalan dari budaya Betawi yang sangat kental terasa. Pengunjung dapat dengan leluasa menikmati peninggalan sejarah dengan tetap menjaga tata tertib. Berwisata sekaligus belajar menjadi opsi terbaik ketika berkunjung ke museum ini. Bagi para pecinta sejarah dan museum, maka kamu wajib datang ke tempat ini. Museum ini dibuka mulai pukul 08.00-17.00 WIB dengan harga tiket 5000 rupiah.

Bersepeda dengan latar Museum Fataillah


2. Berkunjung ke Museum Wayang
Wayang menjadi salah satu kesenian yang sangat terkenal di Indonesia. Meskipun saat ini keberadaan wayang tidak cukup dikenali kalangan muda milenial, namun mereka masih bisa menikmati kesenian ini dengan berkunjung ke kota-kota yang sedang mengadakan pagelaran seni wayang. Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan mengunjungi Museum Wayang yang berada dalam kompleks wisata Kota Tua. 


Musem Wayang terletak beberapa meter dari museum Fatahillah.  Museum ini memiliki banyak koleksi wayang kulit, wayang golek, topeng, wayang kaca, wayang seng dan juga wayang atau boneka dari negara Malaysia, Thailand, China, Suriname, Vietnam, Kamboja, India dan Belanda.


Museum Wayang memiliki koleksi lebih dari 5000 wayang. Tokoh-tokoh terkenal seperti Hanonman, Gatot Kaca, Bima Sena, Baladewa dan masih banyak tokoh pewayangan terkenal lainnya ada di sini. Museum ini dibuka mulai pukul 09.00-15.00 WIB dengan tiket masuk sebesar 5000 rupiah.


3. Bersepeda Santai

Hal menarik lainnya adalah bersepeda santai di area wisata Kota Tua. Sepeda warna-warni tersedia di sebelah kanan kiri lokasi wisata. Tak tertinggal topi cantik ikut serta disewakan. Sepeda ini hanya dapat digunakan pada area wisata. Saat berkendara, para pengunjung banyak kurang waspada, tak sedikit mereka akan saling bertabrakan dengan pengendara lainnya. Sepeda onthel ini disewakan dengan harga 20.000 rupiah/30 menit. 


4. Kuliner
Kuliner menjadi keharusan ketika berkunjung ke suatu tempat. Salah satu jenis kuliner yang cukup terkenal adalah soto Betawi. Kuah santan gurih masam dari makanan ini sudah sangat familiar dirasakan. Selain soto juga ada makanan lain seperti kerak telur, bakso, pecel, dan. jenis makanan lainnya


Untuk menikmati kuliner Kota Tua, kamu bisa membelinya di trotoar jalan menuju lokasi wisata ataupun di Cafe Batavia yang terletak tak jauh dari Museum Wayang.


5. Foto-foto

Selain berfoto di museum Fatahillah dan museum Wayang, kamu juga bisa menikmati foto dengan para cosplayer. Karena berada di lokasi wisata, para cosplayer biasanya menggunakan pakaian kemerdekaan, tokoh pewayangan, tuan putri ataupun jenis pakaian pada masa penjajahan.

Salah satu cosplayer yang ada di Kota Tua

6. Berbelanja
Oleh-oleh yang menjadi ciri khas kota tua seperti kaos dan gantungan kunci mudah didapatkan di area wisata. Di trotoar, para pelapak menjual kaos dengan harga 50.000 rupiah/3 buah dengan kualiatas yang rendah. Jika ingin mendapatkan kualitas yang bagus, tentu saja harus dengan harga yang lebih mahal. Tidak hanya pakaian dan gantungan kunci, kamu juga bisa membeli souvenir lainnya dengan harga yang terjangkau dan mungkin bisa lebih murah jika kamu bisa menawar harga.


7. Live Music Concert
Sebuah Band Akustik lokal tampak memainkan musik. Petikan bass, tabuhan drum dan suara penyanyi terdengar bergema, mengiringi para wisatawan yang sedang berlibur. Beberapa pengunjung duduk di depan, mendengarkan alunan lagu yang sedang dimainkan. Jika beruntung, kamu bisa menyaksikan pertunjukan gratis ini. 

Mau request lagu apa?
 
Ingin berwisata? Kota Tua bisa menjadi opsi tempat wisata saat di ibu kota. Namun, saat pandemi seperti saat ini, protokol kesehatan tetap menjadi hal utama yang harus diterapkan.


Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon