24 Jam Itu Kurang ??

Langit Dramaga kian larut, ruang-ruang kelas tentu saja banyak yang sudah tidak digunakan. Di lantai tiga, hanya ada Laboratorium Nutrisi Ikan dan Laboratorium Kesehatan Ikan (LKI) yang masih menunjukkan adanya kehidupan. Beberapa anak tampak masih meng-ujikan hasil penelitian mereka. Termasuk saya. Namun, suasana masih cukup ramai, karena di lantai dasar masih banyak anak-anak yang sedang menabuh perlengkapan musik seadanya dan menyanyikan yel-yel yang biasanya dinyanyikan saat ada kelulusan ataupun saat menjadi supporter suatu acara.


Setelah selesai Sidkom 3, ternyata masih ada data yang harus di uji ulang. Yang artinya Saya harus lembur menguji beberapa parameter uji yang kurang tepat. Dimulai dari pagi hari sampai tengah malam. Beruntungnya saya bisa selesai malam itu. Seorang teman bahkan rela menginap di lab saat meneliti perkembangan embrio ikan atau untuk mengisolasi bakteri.

Kapan tugas ini selesai ?


Lain cerita, ada perubahan mendadak untuk mengumpulkan tugas, yang seharusnya dikumpulkan besok, ternyata dipercepat satu hari sebelumnya. Sehingga kami harus begadang semalaman, padahal paginya kami masih ada kelas. Untungnya tugas itu dikerjakan berkelompok, jadi kami merasa perjuangan itu tidak begitu berat karena dikerjakan bersama-sama. Dan tempat duduk di depan Auditorium Andi Hakim Nasution (AHN), menjadi tempat semedi kami mengerjakan tugas, karena tidak memungkinkan lagi mengerjakan di perpustakaan kampus yang sudah tutup sejam jam sembilan. Tugas pun selesai pukul 11.30 malam.

 

Tidak sampai di situ, setiap harinya ada saja tugas yang harus dikerjakan. Sehingga waktu tidur pun tidak teratur. Bagi mahasiswa dengan tugas yang berjibun banyaknya, tidur menjadi fenomena yang sangat menggiurkan. Terkadang, kami harus mengungsi ke kos teman atau ke perpustakan demi mengerjakan tugas dan menghindari bantal guling yang sangat menggoda mata.


Tidak hanya bagi mahasiswa, guru, ulama, para pekerja, penulis, pimpinan perusahaan, ibu-ibu rumah tangga dan profesi lainnya, akan melakukan hal yang sama jika dihadapkan dengan tugas-tugas penting yang harus segera diselesaikan. Sehingga, waktu tidur menjadi terabaikan. Bahkan mungkin mereka hanya tidur dua sampai tiga jam, bahkan mungkin hanya sebentar saja.


Meningkatnya tugas dan tanggung jawab terkadang membuat kita berfikir bahwa waktu 24 jam itu kurang. Seorang teman pernah berkata 'Kalau saja ada yang jual beli waktu, pasti aku beli".  Ya, memang seperti itu. Banyak orang yang seakan-akan memiliki waktu luang yang melimpah, sebagian lagi memiliki waktu yang sangat sedikit. Padahal kita memiliki waktu yang sama.

 

I want to sleep ..Zzzzz


Mata panda, rasa tubuh yang seperti melayang kurang tenaga, badan meriang, tipus, sakit perut, menjadi sekian dari indikator bahwa tubuh sudah cukup sangat lelah dan kurang istirahat. Apalagi ditambah dengan tidak tercukupinya asupan gizi yang dikonsumsi. Sehingga menjadi paket lengkap yang menyebabkan banyaknya polilinik kampus selalu ramai dengan mahasiswa disaat ujian semester atau saat-saat sedang hectic-nya.


Namun demikian, setiap orang sedang menjalankan episode kehidupan yang berbeda-beda. Ada kalanya tidur saja susah, karena harus mengejar tugas yang sangat mepet deadline nya. Ada kalanya waktu luang melimpah hingga terbuang-buang tak berguna.


Terkadang saya heran dengan orang-orang yang sangat produktif. Dengan waktu yang sama, mereka bisa melakukan banyak hal yang bermanfaat. Berpergian ke sana , ke mari, namun tetap bisa menyelesaikan tugas mereka dengan baik.  Jika ditanya, kebanyakan akan menjawab 'Manajemen waktu kita yang harus diperbaiki'. Terkadang, biar pun waktu sudah termanajemen dengan baik, tetap saja terasa pekerjaan yang kita miliki tidak selesai-selesai. Semoga tidak menjadi alibi dan pembenaran yang menyesatkan.


Seorang bijak pernah berkata 'Amanah yang kita miliki, jauh lebih banyak daripada waktu yang kita miliki". 


Jadi, sudahkah kita menggunakan waktu dengan produktif hari ini?

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon