Diklat; Sarana Meningkatkan Loyalitas Anggota Baru

Tags

Diklat merupakan akronim dari kata pendidikan dan pelatihan, menjadi sebuah agenda tahunan yang dilakukan dalam rangka untuk pengenalan jurusan; program studi, organisasi yang diikuti atau bahkan dalam lingkup yang lebih besar, diklat juga dilakukan untuk calon Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tentu saja dengan jangka waktu pelaksanaan yang berbeda. 

 

Bagi kalangan mahasiswa, baik diklat Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) ataupun diklat organisasi, biasanya dilakukan selama tiga hari atau satu hari di kampus, dua hari di lokasi diklat yang  berbeda tergantung waktu yang ditentukan. Para mahasiswa atau anggota baru biasanya memakai kostum yang unik dan mencolok. Dengan kreasi yang mereka kembangkan sendiri, namun tetap sesuai dengan poin-poin penting yang harus ada di kostum yang mereka kenakan.

Seberapa pentingkah diklat bagi anggota baru?

Jika mereka melakukan diklat dari organisasi keislaman, Lembaga Dakwah Kampus misalnya. Susunan acara diklat yang mereka lakukan biasanya tilawah (mengaji), qiyamul lail dan muhasabah diri, senam, tadabur alam, debat, simulasi demonstrasi, outbond dan lain sebagainya. Lokasi diklat biasanya memilih tempat yang jauh dari keramaian dan cenderung ke nuansa alam. Peserta untuk laki-laki dan perempuan dipisahkan, tidak bercampur baur menjadi satu. Dalam diklat organisasi keislaman, biasanya kita juga akan mempelajari tentang perkembangan Islam di Indonesia atau pun luar negeri, fenomena islamophobia, atau segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia Islam.

 

Contoh lain untuk diklat HMJ mahasiswa budidaya perikanan, biasanya mereka memiliki susunan agenda yang berbeda. Misalnya debat, persidangan, jurit malam, senam, outbond, melakukan bersih pantai, bersih lingkungan nelayan, melakukan penyuluhan, melakukan pelatihan pembuatan pakan ikan dan beberapa kegiatan menarik lainnya. 

 

Pada diklat HMJ, lokasi diklat biasanya sesuai dengan jurusan perkuliahan yang mereka pilih, misalnya di lingkungan pantai atau pelabuhan yang memungkinkan untuk mudah berinteraksi dengan para nelayan. Namun, saat ini lokasi diklat HMJ mulai beragam, tidak hanya wilayah pantai untuk mahasiswa perikanan melainkan tempat-tempat lain yang dianggap kondusif untuk pelaksanaan diklat. 

 

Diklat menjadi salah satu wadah untuk mengenalkan sejauh mana perkembangan organisasi yang diikuti, kapan organisasi mulai dibentuk, program kerja yang telah memberikan dampak perubahan yang besar, keuntungan bergabung di organisasi tersebut dan hal menarik lainnya tentang organisasi. 

 

Pendidikan dan pelatihan banyak mengasah sisi pengetahuan dan mental. Melalui serangkaian kegiatan yang sudah disusun sebelumnya, para mahasiswa atau anggota baru akan di 'gembleng' selama beberapa hari. Dengan jadwal istirahat yang sangat singkat dan terkadang mereka istirahat hanya pada saat Ishoma (istirahat, sholat dan makan) dan tentu saja dengan waktu yang singkat. Pelaksanaan diklat biasanya dilakukan dari pagi hari, mulai dari pukul 7 atau bisa lebih pagi hingga pukul 10 malam atau lebih malam lagi. 

Outbond menjadi penyemangat ketika jiwa mulai lelah

Selain itu, diklat menjadi sarana bagi mahasiswa baru untuk mengenal siapa saja kakak senior yang mereka miliki ataupun sebaliknya. Saat tahun ajaran baru, interaksi antara mahasiswa dan kakak senior cenderung kurang , maka pada agenda diklat ini akan ada keterikatan antara keduanya. 

 

Namun dalam pelaksanaannya, terkadang akan ada hati yang tersakiti, yang terkadang sangat menguras emosi dan kesabaran. Dampaknya, setelah kegiatan diklat selesai, anggota baru memiliki kesan yang agak negatif terhadap senior-senior yang membuat keributan pada saat diklat, saat proses persidangan atau pada saat jurit malam misalnya. 

 

So, bagaiman pendapatmu tentang diklat, apakah cukup efektif untuk meningkatkan loyalitas anggota baru?

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon