Selamat Jalan Gurunda, Surga Menantimu

Waktu menunjukkan pukul 10.30 WIB sebuah pesan muncul "Telah dipanggilnya Ust. Prof. Achmad dengan tenang pada pukul 10". Perlahan grup-grup WhatsApp yang lain pun mulai ramai  menanyakan kebenaran berita ini. Saya beberapa kali membaca berita tersebut, mencoba meyakinkan jika nama yang tercantum, bukan nama guru kami. Betapa tidak, semalam kami masih menikmati kajian beliau. Kaget dan sedih, ternyata semalam merupakan kesempatan terakhir kami untuk mengikuti kajian beliau. WhatsApp status teman-teman pun mulai menampilkan foto beliau. Goresan perasaan sedih, kehilangan, doa-doa dan kesaksian akan kebaikan beliau banyak dituliskan. TT

Selamat jalan guru, sampai jumpa dikehidupan berikutnya


Banyak jiwa yang kehilangan akan meninggalnya beliau. Saat tulisan ini dibuat pun, sedang diadakan doa bersama civitas IPB University dengan menggunakan apk Zoom, sayangnya hanya 300 peserta yang bisa hadir. Ibu Yudhi, yang merupakan Istri Beliau yang juga merupakan dosen di IPB, menceritakan aktivitas terakhir beliau. Banyak mahasiswa menceritakan kebaikan-kebaikan yang mereka dapatkan saat Prof Achmad masih hidup. Kami yang tidak setiap hari bisa berinteraksi dengan beliau, sangat kehilangan dengan kepergian Beliau, apatah lagi keluarga Beliau.


Prof Achmad merupakan guru besar Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Pertama kali berinteraksi dengan beliau adalah ketika saya mengikuti kajian beliau saat menjadi anak rantau di Bogor, di kampus IPB University. Beliau menjadi pembicara utama di Kajian Rutin (Kantin) tersebut,  kajian tersebut diselenggarakan oleh Himmpas (Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana) yang diadakan pada hari Rabu, pukul 07.00-07.45 WIB.


Kajian Rutin oleh Prof Achmad

Satu tahun kemudian, saya berkesempatan menjadi anggota dari himpunan mahasiswa tersebut dan tepatnya mendapat amanah di Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), dan  Kantin menjadi bagian dari program kerja PSDM. Gugup adalah kesan ketika saya diharuskan mengirimkan pesan  menanyakan tentang topik kajian yang akan disampaikan serta rangkuman hasil kajian. Perasaan takut salah dan takut akan bahasa yang saya gunakan tidak cukup sopan untuk dikirimkan melalui WhatsApp. Namun, semua pikiran negatif itu sirna, Beliau sangat wellcome sekali dengan mahasiswa yang masih belajar beradaptasi ini.


Baik di bidang akademis maupun agama, Beliau merupakan contoh terbaik bagi kami. Tingginya ilmu tidak membuat beliau menjadi sombong, namun menjadi pribadi yang humble dan sederhana. Jika sesi kajian selesai, dan ada mahasiswa yang ingin berdiskusi atau menanyakan solusi dari problem yang mereka hadapi, Beliau tampak antusias menanggapi. Dan interaksi yang ditampakkan, bukan antara atasan dan bawahan, melainkan lebih kepada interaksi bapak ke anak. Jika kamu pernah berinteraksi dengan Beliau, pasti kamu tahu.


Ustadz hari ini engkau telah kembali, terima kasih untuk ilmu-ilmu yang telah engkau berikan selama ini. Kami sangat kehilangan, tetapi kami tahu, bahwa perjumpaan dengan Allah merupakan kebahagiaan bagimu. Semoga Allah mengampuni segala dosa-dosamu dan menempatkanmu di surga Firdaus. Sampai jumpa kembali, dikebahagiaan yang lebih abadi.


"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki " (QS. 3:169)


Kematian menjadi pegingat bahwa semua yang hidup pasti akan mati. Semua akan mengakhiri episode kehidupan di dunia. Ianya akan mengakhiri kebahagiaan dan kesedihan semu dan akan menghampiri siapa saja tanpa pandang bulu, kapan dan di mana saja, siap ataupun tidak.


Pada hakikatnya kehidupan ini adalah sebuah perjalanan dan adalah kita sendiri yang menentukan bagaimana perjalanan ini akan berakhir. Jika waktu itu telah tiba menghampiri, apakah orang-orang yang kita tinggalkan merasa kehilangan ataukah merasa senang dengan kepergian kita nanti? Namun, bagaimana akhir dari kehidupan kita nanti, semoga Allah karuniakan husnul khotimah.

 

Allah, hidupkan kami dengan iman, matikan kami dalam iman, bangkitkan kami dengan iman, dan masukkan ke surgaMu dengan iman. Aamiin.


Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon