Wisata Religi di Gresik

Terkadang kepenatan yang dirasa menjadi salah satu alasan untuk berlibur ke wahana wisata, menginap di villa, melakukan olahraga arum jeram atau jenis wisata lainnya. Namun, selain raga yang perlu di 'refresh' ada hati yang harus di charge saat lemah motivasi. Salah upaya yang dapat dilakukan adalah dengan berwisata religi. 


Tentu kamu sudah sangat hafal dengan nama Walisongo yang ada di Indonesia. Ada Sunan Ampel, Sunan Kalijaga, Sunan Muria, Sunan Gunung Jati, Sunan Drajad, Sunan Bonang, Sunan Kudus, Sunan Giri dan Sunan Malik Ibrahim. Makam sunan Giri dan Sunan Malik Ibrahim terletak di kota Pudak ini.

Sunan WaliSongo di Bumi Jawa (thergorbalsla)

1. Sunan Maulana Malik Ibrahim
Sunan Maulana Malik Ibrahim dikenal juga dengan Sunan Gresik atau Maulana Magribi merupakan wali pertama yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa, tepatnya di Desa Sembalo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. 


Sunan Gresik berdakwah dengan melakukan pendekatan kepada masyarakat dengan mengajarkan cara bercocok tanam. Cara yang cukup efektif untuk meningkatkan kondisi perekonomian masyarakat pada saat itu yang sedang dalam kondisi perang saudara di Kerajaan Majapahit. Kemudian, perlahan masyarakat mulai mempelajari agama Islam. Sunan Gresik tiba di Nusantara sekitar tahun 1404 dan meninggal pada tahun 1419 di Gresik.

Makam Sunan Maulana Malik Ibrahim

Makam Sunan Gresik terletak tak jauh dari alun-alun Gresik. Cukup mudah ditemukan jika sewaktu-waktu kamu sedang menghabiskan waktu di Gresik. Setiap harinya para peziarah selalu padat mengunjungi, kecuali pada saat pandemi seperti ini, jumlah pengunjung hanya beberapa saja.

 

Lokasi parkir kendaraan berada tak jauh dari lokasi makam sehingga mudah dijangkau dengan berjalan kaki. Karena letak makam bersebrangan dengan tempat parkir, terkadang ramainya pengunjung membuat jalan di sekitar makam macet. Lokasi Makam Sunan Gresik tidak begitu luas jika dibandingkan dengan lokasi makam Sunan Giri. Namun, makam Sunan Gresik sama ramainya dengan makam Sunan Giri.


2. Sunan Giri
Sunan Giri adalah putra dari Syekh Maulana Ishaq dan Dewi Sekardadu (Putri dari Raja Blambangan, Menak Sembuyu). Sunan Giri merupakan Raja Kerajaan Giri Kedaton pada tahun 1487-1506M. Kepemimpinannya sangat terkenal di wilayah Sulawesi, Maluku, Madura, Lombok, Flores, Ternate, Sumba, Sumbawa dan Kalimantan. Sunan Giri juga memiliki nama lain Raden Paku, Sulltan Abdul Faqih, Raden 'Ainul Yakin, Prabu Satmata dan Joko Samudra. 


Makam Sunan Giri terletak di Dusun Giri Gajah, Desa Giri Kecamatan Kebomas. Para pengunjung selalu ramai berziarah karena termasuk dalam destinasi ziarah Wali Limo Jatim (Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Malik Ibrahim, Sunan Drajad dan sunan Bonang). 

Menuju Makam Sunan Giri (Disparbud.Gresik)

Bus-bus pariwisata selalu ramai mewarnai daerah wisata Sunan Giri. Letak lahan parkir mobil dengan lokasi makam cukup jauh, sehingga peziarah harus menaiki ojek yang sudah sedia setiap saat di sekitar tempat parkir. Tak jarang dalam satu motor terdapat tiga penumpang, cukup riskan dengan kecelakaan, karena biasanya mereka para tukang ojek mengendarai dengan kecepat yang optimal..Hiii. Selain menggunakan ojek, pengunjung juga dapat menggunakan dokar.


Sunan Giri Dimakamkan di atas bukit dalam cungkup arsitek khas Jawa. Namun, pemandangan ganjil menghiasi area tangga menunju makam. Di lokasi ini banyak sekali terdapat pengemis, baik anak kecil ataupun orang dewasa. Seakan-akan lokasi makam menjadi lokasi kerja untuk mereka. Ironi memang. Di suatu artikel saya pernah membaca, pemerintah daerah telah membantu para pengemis untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih mulia daripada meminta-minta, namun mereka menolak karena alasan gaji yang didapatkan lebih kecil jika dibandingkan dengan meminta. Wallahu'alam.


Setelah berziarah, pengunjung dapat membeli oleh-oleh khas ziarah Wali. Misalnya minyak wangi, baju bergambar Sunan Giri, makanan dan jenis oleh-oleh lainnya. Selain itu pengunjung juga dapat menikmati makanan khas Gresik, seperti Pudak dan Nasi Krawu.


Berziarah merupakan cara efektif untuk me-charge motivasi kita. Dengan melakukan ziarah kita tahu bahwa setiap dari kita akan mengalami kematian. Sehingga hal ini menimbulkan kesadaran diri akan terbatasnya waktu yang kita miliki untuk berbuat baik dan melakukan hal-hal yang bermanfaat lainnya.


Namun, dalam berziarah yang perlu digaris bawahi, kegiatan ini adalah upaya untuk meningkatkan iman dan mendoakan orang yang kita ziarahi, bukan sebagai kegiatan untuk memperoleh keuntungan yang berkaitan dengan klenik, seperti beli jimat di lokasi makam (jimat untuk lulus CPNS, lulus perguruan tinggi, lolos menjadi pejabat daerah dll), pesugihan atau hal tersesat lainnya. Sehingga hati perlu diluruskan niatnya, apa yang menjadi alasan utama melakukan ziarah.

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon