Menjadi Muslimah Blogger, Kenapa Tidak?

Tags

Menuliskan kisah perjalanan menjadi sebuah informasi menarik menjadi kebahagiaan tersendiri bagi seorang penulis, tidak terlepas penulis pemula seperti Saya. Pertemuan pertama dengan dunia blogger ini bermula saat seorang teman mengenalkan dunia tulis menulis melalui platform wordpress. Namun seiring berjalannya waktu, saya justeru lebih memilih menggunakan platform blogspot. Dan selanjutnya Saya melanjutkan belajar secara otodidak bagaimana cara membuat template yang menarik dan berbagai hal lainnya yang berkaitan dengan blog


Awal Januari tahun lalu, saya mulai bergabung dengan Komunitas Blogger Perempuan (KBP). Sebuah komunitas yang sudah sangat terkenal di Indonesia. Sehingga pada sebuah pertemuan yang diselenggarakan oleh KBP di Jakarta, saya turut hadir.


Hal yang melatarbelakangi kenapa saya tertarik untuk bergabung dan hadir dalam kegiatan KBP tersebut adalah untuk 'membunuh' rasa penasaran saya. Selama ini, tidak banyak teman perempuan Saya yang berprofesi sebagai seorang blogger, baik yang menjadikan dunia tulis menulis melalui website sebagai hobby atau bahkan sebagai sumber penghasilan tambahan.


Kesempatan berkumpul dengan para blogger perempuan dalam KBP menjadi suatu moment yang sangat menyenangkan dan luar biasa sekali. Dan itu menjadi satu-satunya momen berkumpulnya para blogger wanita terbesar yang pernah saya ikuti. Niche artikel yang mereka tulis pun beragam, ada yang membahas tentang tumbuh kembang anak, make up, travel blogger seperti yang saya sukai saat ini atau topik menarik lainnya.

Maaf saya tukang fotonya :D, Menuju Curug Daun

 

(Cerita lebih lengkap tentang pertemuan KBP dapat dibaca di sini)


Menjadi seorang muslimah blogger menurut opini Saya memiliki banyak keuntungan. Salah satunya adalah kita bisa berbagai pengalaman, tips atau apapun hal yang bermanfaat kepada pembaca setia. Misalnya saja saat Saya melanjutkan studi di IPB. Saya bisa menceritakan informasi seputar pendaftaran, placement test, kost tempat tinggal, pendaftaran wisuda saat online dan hal menarik lainnya seputar kampus ini. Sehingga, hal ini dapat memberikan sedikit manfaat bagi para pembaca yang mungkin pada saat itu tidak sengaja membaca artikel blog Saya.


Saya merupakan seorang yang memiliki tingkat 'kepo' yang tinggi :D. Terkadang membaca status teman melalui media sosial tidak cukup memberikan informasi tentang aktivitas apa yang sedang mereka lakukan saat ini. Sehingga, ketika mereka memiliki website yang berisi tentang topik yang mereka sukai, Kami bisa saling bertanya kabar atau saling berbagi informasi seputar blog.


Dua muslimah keren yang juga seorang penulis yang sangat menginspirasi, yang selama ini tulisannya saya ikuti dan nantikan adalah Kak Dewi Nur Aisyah dan Kak Birrul Qodriyyah.

Saat di Villa di tengah kebun sayuran, Bandung (Tukang foto lagi :D)


Kak Dewi merupakan muslimah pertama dari Indonesia yang melanjutkan studi di University College London (UCL). Ia melanjutkan pendidikan S2 dan S3 pada universitas yang sama. Berprofesi sebagai seorang Epidemiologist menjadikan artikel yang Ia tuliskan di dalam blog berisi seputar kesehatan masyarakat, misalnya tentang boleh tidaknya kita menggunakan vaksin atau tentang pandemi Covid-19 ini. Selain itu, di dalam blog yang Ia miliki, beliau juga menuliskan berbagai hal tentang perjuangannya selama menjadi mahasiswa di UCL.  Saat ini Kak Dewi menjadi bagian dari Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang ada di Jakarta. Alamat website Kak Dewi dapat dibaca di sini.


Tidak Jauh berbeda dengan Kak Dewi, Kak Birrul juga merupakan muslimah lulusan Inggris tepatnya dari The University of Edinburgh. Merupakan sosok perempuan inspiratif yang telah menorehkan berbagai prestasi. Di dalam blog yang Ia tulis, Ia banyak bercerita tentang lika-liku perjuangan selama perkuliahan, tentang motivasi atau tentang hal menarik lainnya seputar episode kehidupan yang telah Ia lalui. Saat ini, Kak Birrul menjadi bagian dari Tim Ahli Staff Khusus Menteri bagian Perguruan Tinggi dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Tulisan Kak Birrul dapat dibaca di sini.


Beberapa teman perempuan yang juga seorang penulis, baik blog atau wordpress, diantaranya Mracang, Aniskhoir, Anzilarizki, Choir  Ibna Hayati, dan Lilis Setiani.

Menuju Kawah Putih Ciwidey (Pasti tukang fotonya :D)


Selain dunia tulis menulis dengan menggunakan website, saya juga tertarik dengan para penulis perempuan Indonesia, seperti Bunda Asma Nadia, Bunda Pipit Senja, Zeni Rachmawati dan Dewi Nur Aisyah (Buku karya beliau masih on the way, semoga bisa menuliskan reviewnya :D)


Menulis menjadi  sebuah karya yang akan dikenang ketika kita sudah tidak ada lagi serta menjadi salah satu ladang pahala akhirat. Ketika apa yang kita tuliskan berisi tentang kebaikan dan dapat memberikan dampak positif kepada para pembaca maka hal ini dapat menjadi salah satu investasi akhirat yang pahalanya akan terus mengalir. In Syaa Allah


Menulis juga dapat mengasah gaya bahasa dan daya imaginasi kita. So tunggu apalagi , mari menulis dengan menggunakan website atau menerbitkan buku sekalipun. Salam Literasi

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon