3 Hal yang Ingin Dilakukan Saat Ramadan

Ramadan menjadi bulan untuk perbaikan diri dari hal-hal melenakan yang dilakukan pada bulan-bulan sebelumnya. Maka beruntunglah kita sebagai hamba yang masih diberi kesempatan untuk bertemu bulan ini. Secara tidak langsung Allah 'memaksa' kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik.


Pada bulan ini, setiap orang berlomba-lomba dalam kebaikan. Tidak ada 'nyinyiran' atas apa yang kita lakukan. Misalnya 'wah sudah pakai hijab ya bu ustadzah', 'halah pakai ngaji, sok alim' dan lain sebagainya. Segala kebaikan yang dilakukan adalah wajar, karena hampir setiap orang melakukannya. Terlepas dari kewajaran tersebut, ada hal yang kita inginkan menjadi kebiasan ketika bulan puasa ini berlalu.


Keberlanjutan kebaikan atau perubahan diri bisa di 'gladi' sejak saat in, dilatih selama satu bulan. Tiga hal berikut merupakan hal yang ingin saya lakukan selama bulan ramadan ini.

Alhamdulillah bisa merasakan ramadan tahun ini

1. Mengejar target ramadan
Melakukan segala sesuatu menurut saya harus ditargetkan pencapaiannya. Misalnya pada ramadan ini kita menetapkan target-target ibadah seperti target tilawah, target sholat-sholat sunah yang ditambah, dan lainnya.


Berat memang diawal ketika harus melakukan hal yang baru. Bisa karena terpaksa. Bisa karena terbiasa. Waktu menjadi hal yang dikorbankan. Namun, kapan lagi kalau bukan sekarang. Besok siapa yang tahu akan datang atau tidak.


Semangat perubahan yang mulai dilakukan saat ini, semoga bisa long lasting tidak hanya sampai akhir ramadan namun sampai bertemu dengan ramadan kembali. Jika yang kita inginkan adalah menjadi pribadi diri yang lebih baik, maka kita sendirilah yang tahu amalan ibadah apa saja yang belum optimal kita lakukan. 


2. Reset Otak dengan dopamine detox

Dopamine detox merupakan metode untuk mengurangi kecanduan yang membuat stres. Hal-hal yang menyenangkan pada saat dilakukan, namun menjadikan diri kurang konsentrasi, kurang produktif dan bisa saja mengurangi kemampuan kita untuk menggapai cita karena terdistraksi dengan hal-hal yang melalaikan.


Bulan puasa menjadi bulan yang tepat untuk mereset otak, mereset kebiasaan-kebiasaan yang menjadikan diri kurang berkembang. Puasa mengajarkan kita untuk menahan diri. Misalnya dalam penggunaan gadget. Selama 24/7 hari gadget selalu menemani hari. Jika memang sangat tidak dibutuhkan, tidak ada panggilan-pesan yang penting, bukan untuk media jual-beli, maka penggunaan handphone bisa dialihkan dengan melakukan ibadah. Misalnya tadarus, dzikir dan lainnya.

Mana dulu yang mau didetox?

Kesenangan yang menggiurkan itu tidak hanya tentang penggunaan gadget saja, tetapi ada banyak hal misalnya bermain game, merokok, minum alkohol, narkoba, kecanduan kopi, dan kesenangan lainnya. Puasa dopamine atau puasa 'kesenangan' sangat tepat sekali dilakukan pada bulan puasa ini. Ketika ingin melakukan hal-hal tersebut, ada fikiran 'oh ya puasa, oh ya belum ngaji' dan lainnya. Tergantung dari seberapa parah dari kecanduan yang sudah kita alami. 


3. Berkumpul dengan keluarga
Rasa sepi anak rantau itu muncul pada berbagai moment, salah satunya adalah saat puasa. Ketika berada di rumah, ada keluarga dan tetangga yang meramaikan suasana. Anak-anak kecil yang ramai menyalakan petasan bambu, saat berbuka dan sahur bersama, tabuhan alat-alat akustik sederhana dan lain sebagainya. 


Hal ini mungkin masih bisa di terima. Namun, ketika nanti saat hari raya tiba dan tidak bisa mudik karena berbagai kendala. Misalnya karena penelitian yang belum usai. Maka perasaan sepi di hati itu benar-benar di rasa. Maka, bersyukurlah untuk kamu yang saat ini masih bisa berkumpul melaksanakan puasa dengan keluarga.


Sedikit hal tersebut yang ingin saya lakukan di ramadan tahun ini. Kalau kamu, hal apa yang ingin kamu lakukan atau dicapai pada bulan puasa ini? Sharing di kolom komentar ya.

#Tulisan berikut menjadi bagian dari BPN 30 Day Blogger Challenge 2022 yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon