5 Tips Efektif Blogging yang Ingin Saya Coba

Menurut teori Malcolm Gladwell untuk menjadi seorang ahli pada bidang tertentu kita membutuhkan waktu 10.000 jam. Jika dalam satu hari kita menggunakan waktu 5 jam untuk menekuni keahlian yang ingin kita kuasai, maka kita membutuhkan waktu sekitar 4-5 tahun untuk menjadi seorang ahli. Jika waktu yang kita gunakan lebih sedikit, maka bisa jadi lebih dari 5 tahun. Namun, hal ini bisa saja berbeda tergantung kemampuan setiap orang yang dimiliki.

Punya tips yang lain?

Nicholas Kuniawan di dalam buku yang Ia tulis 'Diehard Antrepreneur' mengatakan lebih baik kita bersusah payah atau berjuang keras selama 4 tahun (belajar serius pada terori atau praktik) untuk masa depan 50 tahun mendatang yang lebih baik. Dari pada kita mengorbankan 4 tahun yang kita miliki untuk berfoya-foya atau bermalas-malasan untuk 50 tahun mendatang yang sengsara. 


Saya menyadari dalam pengelolaan blog ini (trianarepa.com) masih jauh dari kedua hal di atas.  Sehingga untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas blog, ada banyak hal yang harus diperbaiki dan dipelajari. 


Beberapa tips berikut merupakan hal yang ingin saya coba terapkan dalam keberlanjutan blog. Tips ini saya ambil dari laman web niagahoster. Berikut tips nya:


1. Tingkatkan Skill Menulis
Setiap penulis memiliki gaya bahasa berbeda, sesuai dengan karakter mereka masing-masing. Gaya bahasa ini biasanya dipengaruhi oleh buku atau bacaan lain yang dibaca. Semakin beragam buku yang Ia baca, semakin banyak asupan teknik kepenulisan yang Ia dapatkan, yang kemudian menjadi tipe atau gaya bahasa khusus yang Ia tuangkan di dalam tulisan. Menjadi ciri khas yang berbeda. 


Jika kamu pecinta buku karya Tere Liye, Asma Nadia, Gola Gong, Habbiburrahman El-Shirazy dan lainnya. Tentu kamu akan dengan mudah membedakan perbedaan gaya bahasa yang mereka gunakan.
Setiap pembaca juga memiliki gaya bahasa yang mereka sukai. Sehingga sebagai seorang Penulis, baik blog, buku, atau surat kabar dan lainnya, untuk mengupgrade skill menulis dalam kaitannya dengan gaya bahasa menurut saya dapat dilakukan dengan membaca sebanyak-banyaknya buku atau bacaan yang kita sukai.


Membaca menjadi cara bagi kita untuk menilai dan mengamati gaya bahasa orang lain. Banyaknya asupan bacaan yang masuk dalam memori, membuat kita dapat dengan mudah untuk menuliskan suatu topik dengan ciri khas gaya bahasa kita sendiri.


2. Tentukan Topik Tulisan
Salah satu hal yang memudahkan dalam menulis blog pada challenge ini adalah adanya penetapan topik yang akan dibahas setiap harinya. Hal ini dapat memberikan gambaran jauh-jauh hari apa saja yang harus dipersiapkan. Mulai dari membaca berbagai macam referensi, mengatur waktu kapan untuk upload artikel, membuat foto atau gambar sesuai dengan topik dan persiapan lainnya.


Maka, tips untuk menentukan topik tulisan dalam jangka waktu tertentu perlu dilakukan. Hal ini akan memberikan fokus pada apa saja yang harus dipersiapkan dan dipelajari. Dalam kasus yang sudah terjadi sebelumnya, saya menulis jika sedang mood atau saat menemukan topik yang menarik untuk dituliskan. Jika tidak ada kedua hal tersebut, dapat dipastikan tidak ada tulisan yang terbit. 


3. Konsisten
Kosisten menjadi tantangan utama dalam menulis. Banyaknya hal yang kita lakukan di luar kaitannya dengan blog, terkadangn membuat blog terbengkalai. Tida update beberapa waktu bahkan hiatus dengan waktu comeback yang tidak diketahui.


Jika hal ini berlanjut, bisa jadi para pembaca akan 'melarikan diri' dari blog kita. Alih-alih mendapatkan informasi atau artikel baru dari blog, Pembaca hanya medapatkan kekecewan karena artikel yang masih sama saat mereka berkunjung terakhir ke blog. Sudahlah sulit mendapatkan pengunjung organik, kita sendiri yang membuat para pembaca angkat kaki dari blog kita.


Maka dengan mengikuti blog challenge ini menjadi langkah yang saya ambil untuk men-training diri saya untuk mecoba konsisten menulis artikel setiap hari. Bahkan sampai hari ke-12 ini, saya masih belum menemukan celah bagaimana bisa mengupload tulisan tepat waktu atau setidaknya siang hari (bukan tengah malam saat injury time).


Bisa menerbitkan tulisan setiap hari merupakan keingginan yang hanya menjadi wacana yang tidak terlaksana. Saat ini wacana itu perlahan dilakukan, apakah berhasil atau tidak untu bisa upload artikel selama 30 hari/30 topik, yang terpenting adalah adanya langkah untuk mencoba.


4. Terus Belajar Hal Baru
Di dalam Surah An-Nahl Ayat 43, Allah menyebutkan '.............. bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui... ' 


Bertanya pada orang yang paham atau berkecimpung di dunia kepenulisan blog atau website menjadi hal yang harus dilakukan. Bisa jadi rendahnya pengunjung yang membaca blog karena ada poin-poin penting yang tidak kita sajikan di tulisan. 


Para penggiat blog tentu telah banyak makan asam garam yang membuat website mereka melejit bisa masuk dalam halaman satu google dan bahkan website yang mereka dirikan tidak hanya satu namun telah beranak-pinak. 


Belajar pada ahlinya menjadikan kita paham, hal-hal apa saja yang harus kita perbaiki sehingga kualitas dan kuantitas blog kita dapat ditingkatkan. 


5. Bangun Jaringan
Adanya komunikasi yang terjalin antara para blogger menjadi suplai semangat saat kita merasa lemah dalam menulis. Bertemu dengan orang yang memiliki hobi yang sama ini dapat kita temukan pada komunitas-komunitas penggiat kepenulisan, baik blogger atau wordpress. 


Banyaknya teman sefrekuensi akan memudahkan kita dalam berdiskusi banyak hal. Selain itu jaringan perteman yang luas dapat memberikan peluang untuk kita. Misalnya ketika ada informasi blog challenge, lomba menulis, event yang dibayari sponsor dan lainnya. Membuka jaringan pertemanan sama halnya dengan membuka peluang untuk berkembang.

#Tulisan berikut menjadi bagian dari BPN 30 Day Blogger Challenge 2022 yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon