6 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mudik

Tags

Mudik lebaran menjadi agenda tahunan yang dinantikan banyak orang. Setelah larangan mudik diberlakukan pada saat pandemi dua tahun lalu, kini masyarakat Indonesia sudah diperbolehkan untuk mudik. Dan bahkan saat ini beberapa pemudik sedang mengalami kemacetan parah dibeberapa wilayah. Hal ini selalu terjadi ketika mudik lebaran tiba, apalagi bagi mereka yang tidak mudik sama sekali (2 tahun) ketika pandemi menyerang, maka mudik kali ini merupakan ajang berkumpul dengan keluarga yang sudah sangat dinantikan.

Mau mudik kemana?


Moda transportasi yang digunakan untuk mudik pun beragam, mulai dari menggunakan pesawat, kereta, bus, mobil atau bermotor. Saya sendiri pulang menggunakan motor karena memang letaknya dekat. Jika mudik menggunakan motor, menurut saya beberapa hal ini perlu dilakukan:


1. Cek kondisi kendaraan
Baik perjalanan dekat atau jauh memerlukan kondisi kendaraan yang 'sehat'. Apalagi untuk perjalanan jauh, hal ini harus diperhatikan. Jika perlu, bisa membawa kendaraan ke bengkel agar kondisi kendaraan benar-benar siap untuk mudik. Kalau tidak dibawa ke bengkel, mungkin kita bisa memeriksa sendiri mulai dari ketersediaan oli, keadaan ban dan lainnya. Hal ini agar perjalanan selama mudik aman dan lancar.


2. Isi bensin sebelum mudik
Sebaiknya mengisi bensin tidak dilakukan pada saat hari H, saat mudik dilakukan. Untuk mengantisipasi kemacetan di jalan serta mengantre di SPBU sebaiknya kita membeli bahan bakar satu hari sebelumnya. Jika kita membeli bensin di hari keberangkatan dan saat itu terjadi antrean bahan bakar yang panjang, tenaga kita akan terkuras hanya untuk menunggu bensin ini saja.Jadi sebaiknya sebaiknya mengisi bahan bakar sebelum mudik dilakukan.


3. Barang bawaan diikat dengan aman
Sepertinya jarang ya mudik tanpa membawa barang bawaan, kecuali untuk laki-laki yang biasanya hanya membawa tas saja (biasanya :D). Saat mudik, akan banyak barang yang kita bawa. Jika kita menggunakan kendaraan bermotor, maka barang-barang tersebut harus diikat dengan benar. Saat perjalanan jauh, ketika ada barang yang kita bawa terjatuh, terkadang kita tidak sadar karena asyiknya berkendara. Selain itu, ketika kita mengikat barang yang kita bawa dengan benar, akan menjaga keselamatan diri kita sendiri serta pengendara lain.


4. Membawa surat-surat penting
Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi selama perjalanan. Maka membawa kelengkapan surat-surat kendaraan wajib dilakukan. Ketika ada pemeriksaan polisi di jalan dengan mudah kita bisa memberikan surat-surat tersebut, kalau tidak mungkin bisa ditilang. Surat-surat kendaraan merupakan tanda bahwa kendaraan yang kita bawa adalah legal milik kita atau paling tidak ketika kita meminjam kendaraan tersebut, maka kendaraan yang kita bawa cocok dengan surat-surat tersebut.


5. Cukup tidur
Ini penting sekali. Sebagus apa pun persiapan yang kita lakukan, tanpa tidur yang cukup, perjalanan mudik justeru akan sangat membahayakan. Apalagi jika kita sendiri yang menyetir. Maka harus dipastikan kita tidur dengan cukup. Jika mengantuk di jalan, bisa mengambil opsi istirahat sebentar di rest area atau masjid sekalian pas sholat. Jika mudik menggunakan mobil sendiri dan ada saudara yang bisa nyetir, maka bisa bergantian. Namun, lain halnya jika menggunakan motor, maka kedua orang baik yang di depan dan di belakang, keduanya harus dalam keadaan 'sadar', tidak boleh mengantuk. Maka bercakap-cakap selama perjalanan bisa menjadi salah satu cara untuk menghalau  kantuk yang dirasa.


6. Kunci rumah atau kos dengan benar
Jika memungkinkan, bawa semua barang-barang berharga saat mudik. Jika tidak mungkin, barang-barang tersebut bisa dititipkan ke tetangga atau teman. Meninggalkan barang berharga di rumah atau kos membuat suasana hati tidak nyaman, was-was, khawatir dan lainnya yang mengakibatkan kita ingin secepatnya kembali, padahal kesempatan untuk berkumpul dengan keluarga besar ini merupakan hal yang sudah lama dinantikan. 


Bagaimana, apakah kamu sudah mudik ?

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon