Mudik, Waktunya Berkumpul Dengan Keluarga

Tags

Mudik ke kampung halaman menjadi salah satu momen untuk berkumpul dengan keluarga. Salah satu hal yang dilakukan saat di rumah adalah memasak. Area dapur akan menjadi tempat berkumpulnya beberapa orang perempuan. Ibu, kakak adik, bersama membuat hidangan.


Sama seperti awal puasa, tradisi megengan menjadi acara penutup ramadan yang dilakukan semua orang di desa saya. Saat megengan ini kami akan membuat makanan dengan lauk pauk ala kadarnya, seperti tahu, telur, ayam dan mie goreng. Selain lauk ini, beberapa tetangga ada juga yang menggunakan tempe, urap dan tumis pepaya. Tidak seperti di Gresik yang menggunakan ikan bandeng sebagai maskot utama, kami yang tinggal di Lamongan khususnya yang tinggal di wilayah pegunungan lebih sering menggunakan ayam sebagai lauk pauknya.


Sebagai pelengkap biasanya kami akan menambahkan jajan pasar yang kemudian kami jadikan satu di kantong plastik, tidak ada yang menggunakan kardus makanan. Meskipun penggunaan kardus ini lebih praktis, namun masyarakat lebih suka menggunakan baskom sebagai wadahnya. Karena hal ini, setiap orang pasti memiliki baskom yang sama dengan jumlah yang banyak sekali, sehingga ketika ada acara (kenduri) jarang yang membeli wadah lagi.

Selamat berkumpul dengan keluarga semuanya (freepik.com)

Setelah magrib biasanya para tetangga akan bergantian datang ke rumah untuk berdoa dan pulang membawa makanan tersebut. Kami menyebutnya 'berkat atau ambeng'. Biasanya kami juga memberikan uang (2000) sebagai 'wajik' (saya kurang tahu apa bahasa Indonesianya).  Saat pembacaan doa ini kita akan mengundang kurang lebih dua belas orang yang tinggal di sekitar rumah atau hanya mengundang beberapa orang saja. Jika ada tentangga yang tidak datang, maka kami akan mengatarkan berkat tersebut ke rumah masing-masing.


Selain megengan ini, berkumpulnya keluarga juga menjadi tempat berkumpulnya anak-anak kecil (keponakan). Saat berkumpul mereka bermain kembang api dan petasan. Tidak jarang hanya berlari-larian cukup membuat mereka senang. Bagaimana tidak, karena di tanah rantau biasanya mereka memiliki halaman yang terbatas luasnya, sehingga waktu berkumpul seperti ini menjadi ajang untuk bermain bersama sesuka hati mereka. Apalagi jika rumah tersebut memiliki halaman yang luas serta jauh dari jalan raya, maka ramailah suasana malam akibat riuh canda mereka.


Bisa berkumpul dengan keluarga menjadi hal yang sangat saya  syukuri. Disaat yang lain mungkin terpaksa merayakan Idul Fitri sendiri karena tidak bisa mudik, tidak ada keluarga yang menunggu lagi di rumah saat pulang mudik, salah satu keluarga sudah 'kembali' terlebih dahulu, maka saya sangat beruntung sekali ketika bisa pulang dan berkumpul dengan keluarga pada tahun ini.


Waktu berkumpul ini menjadi cara untuk berbagi cerita, tentang banyak hal yang dilalui di tanah rantau. Mostly tentang yang baik saja, yang tidak baik disimpan sendiri :D.  Bertemu dengan keluarga merupakan cara terbaik untuk mengecash semangat yang mungkin mulai kendur. Menjadi alasan atas apa yang sedang diperjuangkan saat ini. Menjadi hal yang menguatkan untuk episode kehidupan yang akan dilalui.

Selamat berkumpul dengan keluarga bagi teman-teman yang saat ini mudik dan semoga bagi kamu yang saat ini tidak mudik, semoga Allah berikan kesabaran dan kebahagiaan juga di tanah rantau. Dan untuk kamu yang pada lebaran ini tidak bersama lagi dengan orang terkasih, semoga Allah berikan kesabaran dan pengganti seseorang yang bisa menemani perjalanan ini.

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon