Platform Nonton Sejuta Umat

Ada yang tidak suka nonton film atau sejenisnya? mungkin ada ya. Keberadaan televisi bagi kalangan milenial sudah tidak begitu menarik lagi. Ada yang bosan karena jalan cerita dari sinetron yang mudah ditebak, jenis-jenis tontonan yang itu-itu saja dan lainnya, sehingga televisi menjadi hal yang ditinggalkan bagi sebagian orang.


Saat ini tayangan film, talkshow, dokumenter dan lainnya dengan mudahnya bisa kita tonton melalui handphone. Tidak seperti dahulu, ketika kita hanya mengandalkan televisi. Saat itu (berasa old banget :D), ketika hujan atau ada gangguan pada televisi dan terpaksa tidak bisa mengikuti sinetron kesukaan, ada rasa 'sayang' karena tidak bisa menyaksikan tanyangan tersebut. Namun, saat ini dengan mudahnya kita bisa menyaksikan tanyangan ulang yang bisa ditonton sewaktu-waktu, tidak harus hari yang sama dengan jadwal tayangan itu sebenarnya.

Apa platform nonton yang kamu sukai?

Berbicara tentang platform nonton, saya hanya merekomendasikan Youtube sebagai platform yang bisa diakses semua kalangan serta banyak hal juga mudah kita akses melalui media ini :D. Saya tidak merekomendasikan platform streaming nonton film lainnya karena saya takut memberi sumber yang salah. Ketika ada film yang tidak benar (meskipun itu pilihan pribadi) yang ditonton karena platform yang saya rekomendasikan, bisa menjadi 'dosa jariyah' yang saya lakukan. Jadi cukup Youtube saja ya, platform yang sering teman-teman pergunakan meskipun tanpa saya sarankan :D.


Apakah bisa menonton semua film di youtube? Tentu tidak. Ada film-film tertentu yang tayang  hanya cuplikannya saja, ada juga yang full dalam satu judul, seperti film Mimpi Ananda Raih Semesta (MARS) yang saya review kemarin. Film tersebut saya tonton juga melalui youtube. Selain itu saat ini di youtube juga banyak menyajikan sinopsis film. Bagi kamu yang suka to the point pada ending dari film, yang tidak suka menonton film dengan durasi yang sebenarnya, bisa juga nonton sinopsis seperti ini. 


Terkadang, banyak juga film-film yang tidak kita ketahui 'ada' namun ternyata setelah dibacakan sinopsisnya menarik juga untuk ditonton. Apalagi film-film motivasi yang bisa menge-cash diri untuk lebih produktif, untuk lebih banyak bersyurkur, untuk lebih kuat lagi untuk berjuang dan lainnya.


Selain menonton film, platform youtube ini juga menyediakan berbagai pilihan tontonan sesuai dengan genre yang kita sukai. Jika di televisi hanya menyediakan 'suguhan' itu-itu saja, maka dengan adanya youtube atau mungkin platform lainnya bisa sesuai dengan selera kita. Misalnya tentang memasak, mukbang, ceramah agama yang saat ini mudah sekali kita akses (apalagi saat pandemi muncul beragam channel baru tentang berbagai topik), tentang petualangan dan lain sebagainya. Jadi platform ini menyesuaikan selera penontonnya, bukan penonton yang menyesuaikan apa yang ada di media tersebut (seperti televisi misalnya). Sehingga hal inilah yang menjadi alasan mengapa saat ini banyak orang yang beralih dari televisi ke handphone khusunya youtube.


Memang youtube tidak bisa menyediakan semua jenis atau judul film yang kita ingin tonton. Namun menurut saya lebih aman. Ketika ada iklan pun biasanya iklan yang masih aman atau bisa dibilang iklan yang sering kita lihat saat menonton di TV, bahkan jarang sekali melihat ada iklan rokok sejauh ini. 

Nah, jika kita menggunakan platform online apalagi mengakses melalui browser, maka bisa jadi muncul iklan-iklan yang 'mengerikan' yang tiba-tiba muncul ketika jempol salah pencet. Pun ketika tidak salah pencet, saat kita ingin mengklik tombol play, iklan itu pun muncul. Duh. Menurut saya hal ini tidak nyaman, karena harus menutup segera iklan tersebut.


Maka menurut saya, meskipun tidak selengkap site nonton film tertentu, film yang ditanyangkan melalui youtube biasanya merupakan film-film yang sudah mematuhi kebijakan dari youtube itu sendiri. Ada jenis-jenis film tertentu yang tidak boleh tayang, misalnya mengandung sara, p****grafi, kekerasan dan lainnya. Namun, ada juga kekurangannya. Karena adanya hak cipta, banyak film juga yang kualitasnya buruk, kecuali jika ditayangkan oleh rumah produksi itu sendiri. 


Apapun platform nonton yang kita gunakan semoga ada kebaikan yang bisa kita petik dari kegiatan tersebut, sehingga waktu yang kita habiskan untuk menikmati tayangan itu bermakna.


#Tulisan ini merupakan bagian dari 30 Day Ramadan Blog Challenge yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon