Tradisi Malam Selawe Di Gresik

Sepuluh hari terakhir ramadan menjadi salah satu waktu yang banyak dicari keberkahannya oleh kaum muslim. Pada waktu ini kegiatan ibadah ditingkatkan dari sebelumnya, mulai dari i'tikaf, tadarus, sedekah dan lainnya.


Untuk meningkatkan ibadah ini, kota Gresik memiliki cara tersendiri yaitu mengadakan kegiatan 'Malam Selawe'. Malam Selawe merupakan tradisi yang dilakukan setiap akhir ramadan tepatnya pada malam ke dua puluh lima.


Setelah vakum pada saat pandemi dua tahun lalu, tahun ini Malam Selawe kembali diadakan. Lalu apa kegiatan pada malam ini:
1. Berdoa/tadarus
Pada Malam Selawe ini masyarakat banyak yang mengadakan doa bersama /tadarus di makam Sunan Giri. Kegiatan ini berada area utama makam Sunan Giri. Jika ingin mengikuti kegiatan ini masyarakat bisa langsung menuju atau naik ke area makam.


2. Pasar Rakyat
Setelah melalukan berdoa atau tadarus di makam Sunan Giri, kita juga bisa merasakan semarak ramadan di pasar rakyat yang ada ketika Malam Selawe ini. Berbagai stan untuk berjualan makanan, mainan anak-anak, pakaian, dan lain sebagainya sedang dipasang oleh penjual. Lokasi pelaksanaan Pasar Rakyat ini sebenarnya area kuliner di daerah Kebomas Gresik. Namun, saat tradisi Malam Selawe ini, jumlah penjual atau UMKM semakin banyak.

 

Foto saya ambil sekitar pukul 4 sore, jalanan masih lengang

Bahkan untuk mengantisipasi  kemacetan akibat kendaraan, pemerintah Kota Gresik akan menutup sebagian jalan tersebut (hanya ada jalan satu arah untuk kendaraan bermotor). Area parkir terletak di dekat kompleks makam Sunan Giri dan beberapa tempat lainnya. Saat menikmati Pasar Rakyat ini, pengunjung akan berjalan kaki dari ujung perempatan Kebomas sampai pertigaan jalan keluar dari Giri.


Saat situasi pandemi belum sepenuhnya pergi seperti saat ini, para pengunjung tetap dihimbau untuk mematuhi protokol kesehatan. Meskipun saya sangsi juga ketika jumlah pengunjung membludak akan susah sekali untuk menjaga jarak satu sama lain, yang bisa kita lakukan mungkin hanya menggunakan masker. Selain itu untuk menjaga keamanan acara, pemerintah juga menyiapkan personel polisi dan tenaga keamanan lainnya.


3. Kolak Ayam

Selain tradisi Malam Selawe yang terletak di Kebomas-Sunan Giri, tradisi yang lain juga diselenggarakan namun biasanya pada malam dua puluh tiga. Pada tradisi ini, warga akan membuat Kolak Ayam yang dimasak oleh para laki-laki. 


Sesuai dengan namanya Kolak Ayam ini dibuat dengan berbagai campurtan seperti ayam (sebagai bahan utama), santan, gula merah (dominan manis, jumlah gula merah yang digunakan sampai 100kg), jinten, daun bawang dan bumbu lainnya (Sumber Berita Jatim). Pembuatan Kolam Ayam ini dilakukan pada hari ke-22 ramadan, dan pada hari Ke-23 malam, hidangan Kolak Ayam ini dijadikan menu untuk berbuka puasa.


Tradisi pembuatan Sanggring atau Kolam Ayam ini sudah dilakukan sejak 496 lalu. Kegiatan pembuatan Kolak Ayam dilakukan di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Tradisi ini ada sejak masa Sunan Dalem ketika Sunan membuat makasakan Kolak Ayam ini untuk menyembuhkan sakitnya. Karena ternyata racikan makanan ini cukup manjur untuk menyembukan sakit, maka sejak saat itu tradisi Kolak Ayam diadakan.


*Topik artikel pada hari ini seharusnya tentang 'Kue lebaran dan resepnya', berhubung karena tidak membuat kue lebaran sendiri :D, jadilah saya menggunakan tema pengganti untuk artikel kali ini yang bertepatan dengan agenda tahunan yang ada di Gresik.


#Tulisan berikut merupakan bagian dari BPN 30 Day Ramadan Blog Challenge 2022 yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon