Review Buku: The Power of PhD Mom

Tags

Setelah mereview buku dengan latar kisah di Inggris (baca cerita lengkapnya di sini), kali ini saya akan mereview buku dengan latar cerita di Belanda, negeri kincir angin dan bunga tulip yang menjadi ciri khas utama yang biasanya sering kita lihat di media sosial.


Buku ini ditulis oleh Monika Oktora. Seorang ibu, istri, dan mahasiswa. Tiga profesi yang dijalani sekaligus dalam waktu bersamaan.  Buku 'The Power of PhD Mom' menceritakan perjalanan Penulis saat menempuh pendidikan S3 di Universiteit Medical Center Groningen (UMCG). Tidak hanya kehidupan perkuliahan namun kehidupan bersama dengan keluarga juga diceritakan.

Buku The Power of PhD Mom

Buku yang diterbitkan oleh NEA Publishing ini terdiri dari 143 halaman, tidak begitu tebal, yang seharusnya bisa saya 'habiskan' berbulan-bulan lalu ketika pertama kali saya membeli buku ini, namun baru saya selesaikan bulan Maret ini, maraton bersama dengan buku lain (Hijrah itu Keren dan Diehard Antrepreneur, insyaAllah review menyusul:D). 


Buku ini saya beli dengan harga 64ribu, dengan ciri khas cover berwarna hitam yang berpadu dengan warna lain yang cukup eye catching dengan tambahan foto bangunan khas Eropa. Buku ini diterbitkan pada Februari 2022. Di setiap bagian bab yang dituliskan, Penulis menambahkan gambar kincir angin yang menjadi penanda bahwa kisah di dalam buku ini berlatar di negara Belanda.

Petarung yang hebat dihasilkan dari medan yang berat

 

Point of view
Bahasa Belanda masih terdengar asing bagi saya, tidak ada satupun kata yang saya pahami. Sehingga ketika saya membaca buku ini, dan mencoba membaca kata-kata yang dituliskan dalam bahasa Belanda, masih sulit pengucapannya. Hal yang baru dan menarik menurut saya.


Hidup di negara asing dengan bahasa yang tidak kita ketahui sama sekali tentu membutuhkan effort yang sangat besar. Hal ini dikuatkan dengan cerita Penulis pada bab 2 yang berjudul 'Phd Mama'. Pada bab ini Penulis mencurahkan kegundahannya dalam sub judul ' Salah Jalan'. Banyak hal yang Ia bahas seperti keraguan dalam melanjutkan jalan yang Ia tempuh untuk melanjutkan studi, bagaimana tertekannya Ia dengan keadaan, tentang menjadi satu-satunya muslimah yang memiliki dua orang anak yang melanjutkan S3 di lingkungan program studinya dan kegundahan lainnya.

Abaikan deru angin yang mengganggu


Ia kemudian menguatkan diri dengan menuliskan 'Hanya ada pilihan untuk melanjutkan langkah, meski tertatih, dengan harapan semua akan baik-baik saja sampai menemukan garis finish'. Pada akhirnya, penulis mengambil langkah untuk bertahan dan menguatkan langkah untuk memperjuangkan apa yang sudah Ia mulai.


Kemudian peran sebagai seorang istri. Penulis dan pasangan sama-sama pejuang PhD, berjuang bersama di tanah rantau. Untuk menjaga keseimbangan aktivitas pengasuhan anak dan perkuliahan, kedua pasangan ini memiliki mekanisme untuk mengatasi hal tersebut, yaitu 'berbagi tugas'. Misalnya tugas untuk mengantarkan sekolah anak, membuang sampah, membersihkan rumah dan lainnya sehingga kelangsungan rumah tangga dapat berjalan lancar.


Masih banyak sekali hal menarik yang dibahas, seperti sistem pendidikan, fasilitas pasca melahirkan (maternity care-kraamzorg), bagaimana dealing dengan dosen pembimbing yang killer, lika-liku perjuangan kuliah dan lain sebagainya yang membuat cerita pada tulisan ini menarik untuk dibaca. 


Jika kita hanya melihat update status kegiatan para penulis di instagram, yang produktif dengan segala aktivitasnya. Maka dengan membaca kisah para diaspora tersebut melalui buku yang mereka tuliskan, dapat memberi sedikit gambaran bagaimana liku terjal perjalanan yang mereka lalui, yang menjadi bumbu perjalanan untuk menggapai apa yang mereka citakan. 

Teruslah melangkah

Selain berisi kisah perjuangan yang mereka lalui, kita juga bisa ikut berimajinasi tentang negara yang menjadi latar di mana cerita tersebut diambil. Terkadang untuk lebih 'masuk' dalam cerita, kita akan mulai browsing tentang nama-nama tempat yang disebutkan di dalam buku. Jika buku tersebut non fiksi, tentu kita bisa melihat bagaimana bentuk bagunan atau hal lain yang disebutkan di dalam buku. Namun, jika buku tersebut fiksi, maka kita bisa melatih daya imajinasi kita tentang apa yang dituliskan.


Buku ini ditulis dengan bahasa yang lugas dan jelas sehingga mudah dipahami. Bagi kamu yang menyukai buku dengan genre motivasi sekaligus berisi cerita perjuangan hidup sang Penulis, buku ini bisa menjadi list yang harus kamu baca. Selain itu, buku ini juga cocok bagi kamu yang ingin melanjutkan kuliah di UMCG, sehingga kamu bisa mengetahui gambaran keadaan yang ada di sana. Happy reading.

2 comments:

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon