3 Perbedaan Buku Ori dan Buku Bajakan

Tags

Assalamu'alaikum, book lovers. Apa judul buku yang akhir-akhir ini sedang kamu baca?. Kalau saya masih menyelesaikan membaca buku Salihah Mom's Diary dan 9 Summers 10 Autum (seomoga kalau sudah selesai baca, bisa saya review) Buku yang terakhir merupakan buku yang saya dapatkan saat berkunjung ke Kampung Ilmu Surabaya kemarin.


Sesuai dengan judul yang akan saya tuliskan kali ini. Banyak dari kita mungkin sudah mengetahui apa saja perbedaan buku asli aka ori dengan buku bajakan aka kw itu. Namun, beberapa di antara kita juga, mungkin bahkan tidak tahu jika buku yang selama ini kita beli ternyata adalah buku bajakan

.
Berdasarkan pengamatan yang saya lakukan sendiri. Berikut ciri-ciri yang membedakan antara buku ori dan buku bajakan:


1. Harga
Harga buku ori tentu jauh berbeda dengan buku bajakan. Harga buku bisa di atas 70.000 rupiah, bisa lebih rendah atau lebih mahal tergantung dari kualitas, ketebalan dan pertimbangan lainnya. Di lapak sang penulis asli baik di ig atau di toko asli mereka di e-commerce, biasanya penulis akan memberikan bonus tambahan, seperti tandatangan penulis dan potongan harga jika masih dalam masa promo. 


Buku bajakan biasanya dijual dengan harga di bawah 30.000 rupiah. Bahkan di e-commers yang sudah sangat terkenal di negeri ini, penjual memberikan promo, 100.000 rupiah dapat 5 buku, ada juga yang menjual buka 10.000/eksemplarnya. Mengerikan bukan?. Memang benar kita bisa mendapatkan buku dengan harga yang jauh lebih murah. Namun, secara tidak langsung kita telah 'membunuh' perlahan para penulis buku itu.


Di sebuah ig penulis terkenal, saya pernah membaca postingan beliau tentang banyaknya buku beliau yang beredar. Buku bajakan lebih tepatnya. Pada postingan tersebut, penulis menyebutkan bahwa pembeli buku yang mengaku menyukai tulisannya adalah pembohong. Karena jika benar menyukai, tak mungkin para pembeli itu menyakiti penulis dengan membeli karya bajakan mereka. 

Buku bajakan dari penulis yang sedang naik daun


Banyak orang yang dirugikan. Para penulis itu sendiri, para editor, penerbit dan pihak terkait lainnya. Selain itu, tenaga, fikiran, daya imajinasi penulis yang tak terhitung  jumlahnya juga turut mengalami kerugian. Sepengetahuan saya, penulis hanya mendapatkan 10-15% (bisa lebih tinggi atau lebih rendah) royalti dari buku yang mereka terbitkan. Jika buku tersebut dibajak dan masyarakat lebih memilih buku bajakan, maka para penulis asli tidak mendapatkan keuntungan apapun karena tidak ada lagi yang membeli buku mereka. Atau mungkin penjualan buku mereka akan turun dratis dari target penjualan.


Saya masuk dalam kategori pembohong tersebut. Jujur saat kuliah, saya pernah membeli buku bajakan. Selain itu, terkadang di media sosial, tersebar bebas karya penulis dalam bentuk pdf. Sejak saat itulah saya tidak membeli buku bajakan lagi. Semoga bertahan sampai akhir. Dulu saya tidak berfikir sepanjang ini. Saya hanya berfikir bagaimana cara memuaskan rasa haus saya akan buku yang saya inginkan dengan cara yang salah. Ternyata imbasnya sangat fatal sekali.


2. Bentuk fisik buku
Yang pertama adalah cover. Cover buku bajakan biasanya tidak begitu cerah atau lebih buram. Namun, jika para penerbit bajakan itu lebih lihai, mereka biasanya akan mengupayakan cover buku yang digandakan sama persis dengan buku dari penulis asli. Apakah menggunakan softcover atau hardcover, mereka akan menyamakan. Semakin sama persis cover bajakan yang mereka buat, semakin tinggi peluang buku bajakan itu dijual dengan harga yang tinggi. 


Yang kedua, jenis kertas. Jika ada buku bajakan yang sudah dibuka, kita akan tahu jenis kertas yang digunakan. Namun, jika buku tersebut masih dalam keadaan rapi alias masih terbungkus plastik. Maka untuk memastikan jika buku itu adalah buku bajakan, bisa dilihat dari harganya. Tidak mungkin penulis memberikan potongan yang gila-gilaan di luar toko mereka asli atau toko buku yang bekerjasama dengan mereka. Pun ketika di toko buku asli, mereka memberikan diskon 15-25%, bisa juga sampai 50% tergantung promo yang sedang berlaku.


Kembali lagi dengan jenis kertas. Novel atau buku asli biasanya mereka menggunakan kertas book paper, dengan warna high krem. Kertas ini lebih ringan jika dibandingkan dengan kertas HVS biasa yang berwarna putih. Kertas yang ringan membuat pembaca lebih nyaman untuk berlama-lama memegang dan membaca buku. Buku asli mayoritas menggukan jenis kertas tersebut, namun tidak semuanya. Sedangkan untuk buku bajakan, mereka menggunakan kertas koran yang warnaya agak keabu-abuan. Kertas ini biasanya kita gunakan untuk corat-coret ketika ada ujian hitungan.

Duh, pengen banget sebenarnya :D.

Yang ketiga adalah kualitas hasil print. Kita akan dengan mudah membaca tulisan yang tercetak dengan jelas pada buku asli. Berbeda dengan buku kw, kualitas tulisan buku ini sangat jelek. Beberapa tulisan bahkan raib, hilang, tidak terbaca. Bekas tinta print juga belepotan di mana-mana. Cukup menyakitkan mata. 


Yang keempat adalah tahan lama. Buku ori lebih tahan lama, tidak mudah rusak dibanding buku bajakan. Buku bajakan itu rapuh :D, mudah copot lem perekat antar halamannya. Tentu saja buku itu tidak bisa bertahan lama di lemari buku. Jika buku ini disimpan dalam waktu lama, bisa juga tulisan yang ada di dalamnya akan menghilang perlahan sesuai dengan usia penyimpanan buku. Maka buku ori lebih unggul, dapat bertahan dalam waktu yang lebih lama tentunya.

Selain itu, buku-buku bajakan biasanya diberi sampul dengan plastik yang tipis, mudah sobek. Seperti plastik wrap. Maka buku ori lebih rapi lagi bungkus plastik yang digunakan. 


3. Aroma Buku
Aroma buku yang khas terkadang memberikan efek calming. Aroma ini-lah yang membuat para pecinta buku berlama-lama dengan buku yang mereka baca. Jika kita pergi ke perpustakaan, kita akan disapa dengan aroma buku yang khas ini sebelum kita benar-benar masuk mencari buku yang kita inginkan. Jika buku bajakan, aroma yang diberikan adalah aroma tinta bekas print, bukan aroma khas tersebut.


Tidak mudah memang untuk lepas dari buku bajakan ini. Tawaran menggiurkan seakan-akan menari-nari di depan mata. Apalagi bagi kita yang sangat ingin membaca buku, namun uang kita belum cukup untuk membeli karya asli mereka. Menurut saya, ada banyak cara untuk mendapatkan buku asli dengan harga yang murah (Baca: Cara Memperoleh Buku Ori dengan Harga Murah).


Jika memang buku tersebut sangat ingin sekali kita baca. Maka cara terbaiknya adalah menabung terlebih dahulu. Dahaga akan buku terbayar ketika kita bisa membeli buku-buku tersebut dengan kualitas yang sebenarnya. Pun kalau kita sudah sangat ingin membaca buku, kita bisa membeli buku-buku bekas ori yang banyak di jual di media sosial, atau jika tempat tinggal kamu dekat dengan Surabaya, kamu bisa hunting buku-buku bekas tersebut di Kampung Ilmu.


Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para penulis. Saya mengaku pernah membeli buku mereka dalam bentuk bajakan T.T. Tidak akan saya ulangi lagi, insyaAllah. Terima kasih untuk karya-karya yang sangat menginspiratif yang sudah anda tuliskan. Teruslah berkarya. Dari kami para pecinta karya anda yang masih labil ini.


Semoga dari sedikit penjabaran di atas, kita akan lebih mudah untuk membedakan antara buku ori dan buku bajakan. Dan semoga kita kuat untuk tidak membeli buku kw yang menggiurkan itu.

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon