Bus Trans Jatim, Cara Baru Untuk Menikmati Perjalanan

Tags

Beberapa halte baru tampak sudah terpasang di samping kanan kiri jalan. Bentuknya yang tidak begitu besar dengan warna hitam dan hijau membuat saya penasaran. Halte baru ini, bahkan letaknya tidak jauh dari halte lama yang warga gunakan untuk menunggu angkutan kota. Beberapa lainnya memang dipasang di lokasi baru.


Bus Trans Jatim menjadi jawaban atas rasa penasaran saya akan penggunakan halte bus yang baru tersebut. Ternyata peruntukannya untuk moda transportasi baru ini.  Seperti bus Trans Jakarta yang sudah cukup lama dirasakan oleh warga ibu kota, kehadiran bus Trans Jatim nyatanya memberikan oase baru bagi para pengguna angkutan umum. 


Pemberhentian pemberian subsidi untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) memberikan dampak pada kenaikan BBM dan harga bahan pokok lainnya. Terlebih, tarif untuk kendaraan umum juga akan ikut meningkat. 

Sedikit oase di saat BBM mulai naik

Bus Trans Jatim menjadi salah satu solusi yang diberikan pemerintah. Tarif yang diberikan cukup murah hanya 5000 rupiah untuk umum dan 2500 rupiah untuk pelajar. Tarif yang jauh lebih murah daripada menggunakan moda transportasi yang lain. Tarif ini sama untuk semua tujuan, dekat ataupun jauh. 


Bus ini melayani rute Gresik-Surabaya-Sidoarjo. Beberapa halte keberangkatan/pemberhentian bus mudah kita temui di beberapa titip di Gresik dan Sidorarjo. Namun tidak dengan Surabaya. Ketika bus melaju keluar dari wilayah Gresik, bus hanya akan berhenti di Surabaya (saya kurang tahu nama halte yang ada di Surabaya. Sebab halte tempat naik penumpang saat itu masih belum jadi ketika saya mencoba bus ini pada saat masa uji coba. Selanjutnya bus akan berhenti di terminal Bungurasih).


Antusias warga cukup besar saat pertama kali bus ini dioperasikan (sampai saat ini pun masih sama). Pada awal pengoperasiannya, penumpang tidak dikenai biaya alias gratis selama satu minggu. Warga yang telah lama berdiam diri di dalam rumah saat pandemi, tentu tertarik untuk sekedar 'jalan-jalan' menjelajah kota Gresik, Surabaya dan Sidoarjo. Saya salah satunya :D.


Akhir bulan Agustus lalu saya mencoba bus Trans Jatim dari kota Gresik sampai Sidoarjo. Di sepanjang jalan, tempat halte bus ini berada, selalu penuh dengan para penumpang yang sedang menunggu. Karena masih dalam masa percobaan, para penumpang yang jumlahnya banyak diperbolehkan masuk ke dalam bus. 


Konsekuensinya ada beberapa yang harus duduk di lantai bus, bukan lagi berdiri. Berbeda dengan sekarang saat bus ini sudah resmi beroperasi, tentu saja dibatasi jumlah penumpang untuk setiap bus. Masyarakat berbondong-bondong mengajak teman, sanak saudara untuk mencoba bus ini.
Ketika saya sampai di terminal di Porong-Sidoarjo, beberapa penumpak tampak mengantri untuk bisa masuk bus. Beberapa anak kecil yang ikut orang tua atau saudara mereka malah baru pulang dari sekolah dan oleh orang tua mereka diajak langsung untuk mencoba bus ini.

Tiket Bus Trans Jatim

Beberapa warga tampak membawa bekal. Air minum, snack, dan jenis lainnya. Layaknya ingin berwisata. Memang benar. Sejauh ini, moda transportasi yang sering diakses oleh warga adalah bus dan angkutan kota. Tarif yang diterapkan sesuai dengan kebijakan masing-masing daerah. Meskipun ada beberapa oknum yang menarikkan tarif lebih mahal juga.


Berbeda dengan bus lokal yang sering ngetem bermenit-menit (terkadang lebih dari tiga puluh menit, bisa kurang) untuk menunggu bus penuh dengan penumpang.  Bus Trans Jatim akan segera berlalu pergi saat di halte tidak  didapati seorang penumpang. Hal ini mungkin yang menjadi alasan tambah lain yang menarik minat para penumpang untuk menggukan moda transportasi ini.


Perjalanan Gresik-Sidoarjo memakan waktu sekitar dua jam lima belas menit. Perjalanan terasa cepat ketika bus melaju dari Gresik menuju Surabaya melalui jalan tol. Sebelum berhenti di terminal Bungurasih/Purabaya, bus hanya berhenti satu kali setelah ke luar dari tol. 


Sejak bus ini dioperasikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur sudah menyediakan aplikasi Trans Jatim pada Playstore. Aplikasi ini dapat digunakan untuk memantau lokasi bus, baik yang sedang beroperasi serta nama-nama halte pada setiap lokasi. Selain itu kita juga bisa top up saldo tiket bus pada aplikasi ini. Jika ada perubahan rute, maka akan ada informasi juga pada aplikasi tersebut.


Pembayaran tiket bus Trans Jatim juga melayani cashless e-money, q-ris serta aplikasi e-wallet lainnya sepreti OVO, Go Pay, Shopee Pay dan lainnya.


Hadirnya bus Trans Jatim memberikan kemudahan mobilitas bagi warga Gresik-Surabaya-Sidoarjo. Semoga tidak hanya tiga kota ini saja, daerah lain juga bisa merasakan kemudahan dengan menggukana moda transportasi jenis ini.


Bagi kamu yang ingin menjelajah tiga kota tersebut dengan menggunakan bus Trans Jatim, sangat bisa sekali. Kamu bisa mencoba untuk mengeksplore berbagai tempat menarik di sekitar lokasi halte bus itu berhenti. Seperti kulineran yang saya lakukan di terminal Porong Sidoarjo. Bus mulai beroperasi pukul 5 pagi sampai pukul 9 malam. Jumlah armada bus yang tersedia 22 unit, dengan 20 unit bus yang beroperasi setiap hari, 2 lainnya sebagai cadangan.


Kalau kamu sudah mencoba bus Trans Jatim ini, bagaimana menurutmu?

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon