Deteksi Dini; Langkah Tepat Untuk Mencegah Kebutaan

Mata merupakan bagian dari indera manusia yang sangat penting. Jika salah satu indera yang kita miliki ini terganggu, maka segala apa yang ada di sekeliling kita tidak dapat kita nikmati adanya. Kesehatan mata menjadi salah satu prioritas utama yang harus diperhatikan sehingga tidak mempengaruhi aktivitas yang kita lakukan sehari-hari.


Anatomi Mata
Mata terdiri dari berbagai bagian atau struktur yang membantu menjalankan fungsi mata. Beberapa bagian mata yang kita ketahui meliputi kelopak mata, kornea, iris, pupil, retina dan bebagai struktur lainnya yang memiliki peran yang sangat krusial. Misalnya kelopak mata atau dalam dunia medis disebut dengan nama Palbera; bagian ini merupakan bagian terluar dari mata yang memiliki fungsi untuk melindungi mata dari paparan benda asing, membantu menyebarkan air mata secara merata pada permukaan mata, dan membantu mata untuk berkedip. 

Anatomi mata (Sumber kmu.id)

Selain kelopak mata, bagian lain yang mudah kita ketahui namanya adalah iris. Menurut kmu.id; iris merupakan bagian yang berwarna pada mata (seperti warna hitam, cokelat, amber, hazel dan berbagai warna mata lainnya. Untuk mengetahui penjabaran lengkap mengenai anatomi mata dan fungsinya dapat kamu baca di sini.


Penyakit atau Gangguan Pada Mata
Berbagai macam jenis penyakit mata yang sering kita ketahui diantaranya katarak, kondisi mata rabun; mata minus; silinder, Glaukoma dan berbagai jenis penyakit mata lainnya. Katarak, gangguan refleksi mata dan Glaukoma merupakan ganguan mata yang dapat menyebabkan kebutaan. Menurut Kementerian Kesehatan RI dalam laman kemenkes.go.id, menyebutkan bahwa diperkirakan terdapat 1.3 juta warga indonesia yang buta disebabkan oleh katarak. 


a. Katarak

 Katarak merupakan penyakit yang menyebabkan kebutaan pada masyarakat. Menurut Kmu.id, katarak merupakan kondisi di mana terjadi kelainan pada lensa mata manusia, terjadi kekeruhan pada lensa pada mata sehingga mengakibatkan penglihatan buram. Pada kondisi yang parah, katarak dapat mengakibatkan kebutaan pada manusia. 


Faktor-faktor yang menyebabkan katarak, antara lain: lanjut usia, riwayat trauma pada mata, adanya keluarga yang memiliki penyakit katarak, kebiasaan merokok, minuman keras, infeksi saat kehamilan, terpapar racun, mata terpapar sinar matahari dalam waktu yang lama (kmu.id).


Paparan sinar matahari dapat mengakibatkan mata sakit atau juga dapat mengakibatkan mata terlalu sensitif dengan cahaya. Hal ini disebut juga dengan istilah fotofobia. Fotofobia merupakan gangguan pada mata yang biasanya akan menyebabkan mata terasa sakit saat melihat cahaya, seperti cahaya matahari; sinar dari gadget, laptop, lampu kendaraan, bahkan cahaya lampu di rumah (hellosehat.com).
Berikut merupakan gejala katarak, antara lain: pandangan mata kabur, objek berwarna yang dilihat berubah, menurunnya fungsi penglihatan, mata terasa silau, dan pandangan seperti berasap (kmu.id). Penjelasan lebih lengkap mengenai Katarak dapat anda baca di sini.


b. Kelainan Refraksi Mata 

Gangguan mata  yang sering kita dengar adalah rabun dekat, rabun jauh, mata tua, dan silinder yang termasuk dalam kelainan refraksi mata.  Menurut WHO, terdapat 88.4 juta orang yang mengalami kebutaan akibat dari gangguan refleksi mata.  Untuk mengatasi gangguan tersebut, banyak dari kita yang menggunakan kacamata atau juga menggunakan softlens. Kekurangan dari kedua metode ini biasanya pada kacamata seiring terjadi kerusakan, misalnya pecah pada lensa, patah pada bingkai kacamata, kurang flexible untuk beberapa aktivitas tertentu dan lainnya.

 Anda Tim kacamata atau softlens? (Sumber: DariuszSankowski-Pixabay)

Sementara untuk pengguna softlens , biasanya pada beberapa merk softlens memiliki jangka waktu tertentu dalam penggunaanya. Misalnya soflens sekali pakai, softlens dengan masa ganti 3 bulan,  softlens dengan masa ganti 6 bulan atau sesuai dengan anjuran, serta perlu keberhati-hatian dalam penggunaanya (Alodokter.com).


Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, saat ini sudah ada alternatif lain untuk mengatasi gangguan mata tersebut yaitu dengan Lasik. Lasik atau dikenal juga dengan Laser In Situ Keratomileusis merupakan suatu prosedur operasi dengan menggunakan laser yang ditujukan untuk mengoreksi gangguan mata seperti rabun dekat, rabuh jauh, dan silinder. Penanganan gangguan mata menggunakan metode Lasik merupakan cara yang efektif untuk menghilangkan ketergantungan dengan penggunaan alat bantu penglihatan seperti kacamata dan soflens.


c. Glaukoma 

Selain Katarak, Glaukoma merupakan penyebab kebutaan nomor tiga setelah kelainan refraksi. WHO di dalam website yang mereka miliki menyebutkan bahwa di dunia terdapat 7.7. juta penderita yang disebabkan oleh Glaukoma. Menurut Ismandari dan Helda (2011) menyebutkan bahwa beberapa pasien mengalami keterlambatan dalam mencari informasi sehingga di antara pasien yang datang di lokasi penelitian mereka adalah masyarakat yang sudah mengalami gejala akut sehingga para pasien sudah 'terlambat' dan mengalami gejala kebutaan akibat dari Glaukoma.

Gejala dari Glukaoma akut diantaranya mata mendadak kabur, sakit kepala, nyeri yang hebat, palpitasi, munculnya 'halo' atau pelangi saat mata melihat objek tertentu, nyeri pada perut, serta mual dan muntah (Sari dan Aditya, 2016).


Tips untuk Menjaga Kesehatan Mata
Menurut Dinas Kesehatan Deli Serdang di dalam laman website yang mereka miliki, ada beberapa cara yang digunakan untuk menjaga kesehatan mata, seperti: rutin melakukan pemeriksaan ke dokter mata, menggunakan kacamata anti ultraviolet atau juga bisa menggunakan kacamata antiradiasi saat menggunakan laptop atau hp, menggunakan cahaya yang cukup, mengkonsumi makanan yang bisa meningkatkan kehatan mata, menggunakan soflens sesui dengan petunjuk yang disarankan, dan mengistirahatkan mata untuk menjaga agar mata tidak terlalu lelah.


Ketika mata saya sakit akibat terlalu lama di depan layar, terkena sinar matahari ataupun penyebab lain yang tidak saya ketahui; saya akan langsung tidur setelah sebelumnya memberikan obat tetes mata yang saya dapatkan dari dokter mata. Cara ini ternyata cukup ampuh untuk mata saya. Keesokanharinya, biasanya mata saya sudah sehat seperti sebelumnya.

Pedestrian untuk tunanetra (Sumber: Skoddeheimen-Pixabay)

Jika anda saat ini mengalami gangguan pada mata, saran saya sebaiknya mengunjungi dokter mata untuk mendapatkan deteksi lebih cepat dan tepat untuk  pencegahan, penyembuhkan atau pengobatan sakit mata yang anda alami. Atau jika anda merasa tidak yakin, bisa juga melakukan konsultasi secara oline terlebih dahulu. Salah satu website yang bisa anda kunjungi adalah doktermata.co.id, yang membantu masyarakat untuk mengatasi keluhan atau memberikan informasi berbagai hal yang berkaitan dengan kesehatan mata.

 
Mengapa kita harus melakukan konsultasi dengan dokter mata? Adalah untuk melakukan deteksi dini terhadap keluhan sakit mata yang kita alami sehingga dapat dilakukan tindakan yang lebih cepat dan tepat, serta bisa juga melakukan sharing atau berkonsultasi dengan pakar yang memang ahli pada bidangnya sehingga diagnosis yang diberikan juga tepat.


Memprioritaskan kesehatan mata merupakan hal mutlak yang harus kita lakukan. Ketika mata sakit, maka aktivitas  juga akan terganggu. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi produktivitas sehari-hari.


Artikel ini merupakan bagian dalam lomba yang diselenggarakan oleh Eyelink Group, yang bertujuan untuk memperingati Hari Penglihatan Dunia atau dikenal dengan nama World Sight Day. World Sight Day memiliki maksud untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan mata. Selain itu, World Sight Day juga memiliki misi untuk memberantas kebutaan pada masyarakat.


Sumber:
Alodokter.com: Soflens yang Tiap Hari Dipakai Harus Diganti Berapa Bulan Sekali.
Doktermata.co.id: Dokter Mata Konsultasi Kesehatan Mata
Dinkes.deliserdangkab.com: Cara Menjaga Kesehatan Mata
Hellosehat.com: Penyakit Mata Fotofobia
Ismandari F dan Helda. 2011. Kebutaan pada Pasien Glaukoma Primer di Rumah Sakit Umum Dr. Cipto Mangunkusomo Jakarta. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional.
Sari EDY dan Aditya M. 2015. Glaukoma Akut dengan Katarak Imatur Okuli Dekstra et Sinistra. Jurnal Medula Unila.
Kemenkes.go.id: Katarak Penyebab Terbanyak Kebutaan
Kmu.id: Anatomi Mata
Kmu.id: Iris
Kmu.id: Mata-Katarak
Nasionallasikcenter.id: Lasik



This Is The Newest Post

Terima kasih atas komentar dan masukkannya :)
EmoticonEmoticon